
#MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM
#part 5
--
Kini tepatnya pukul 22:30, dimana Kayara tengah menangis sesegukan diiringi hujan yang begitu deras. Aska, laki-laki itu tengah duduk di sofa sambil merokok dengan bermain ponsel. Kayara menangis karena di bentak oleh Aska lantaran berani kabur.
"Berisik!" ucap Aska menatap tajam Kayara. Sedangkan yang di tatap hanya diam dengan isakan kecil.
Duar! Duar!
"Aaaa," suara petir menggelegar, Kayara takut akan petir karena dirinya mempunyai trauma terhadap petir sejak kecil. Dengan beraninya Kayara melompat ke arah Aska dan memeluk laki-laki itu dengan erat. Kayara tidak peduli jika Aska akan mengamuk, yang terpenting dirinya aman.
"B*ngs*t, lo ngapain sih!" bentak Aska berusaha melepaskan pelukannya, namun pelukan Kayara begitu erat.
"A--aku takut, Kak!" ucap Kayara gugup karena Aska menatapnya tajam.
"Terus, gue harus peduli gitu." ucap Aska menatap tajam Kayara.
"Ck, sana minggir!" ucap Aska mencoba mendorong tubuh Kayara. Saat Kayara hendak berdiri, tiba-tiba lampu mati hingga lampu yang terang kini di gantikan dengan gelap gulita. Kayara yang akan berdiri pun seketika kembali memeluk Aska.
__ADS_1
"Ck, sana pergi!" sentak Aska.
"G--gamau, gelap." cicit Kayara.
"Lo punya hp kan, terus buat apa lo punya hp kalau ga di gunain. B*doh banget sih lo." ucap Aska menekan setiap ucapannya.
"Hp aku mati," ucap Kayara menahan tangis. Sungguh kejam orang yang ada di hadapannya ini.
"Nyusahin mulu lo, dasar beban!" ucap Aska menyalakan lampu hp nya.
"Kalau aku beban, terus kenapa kakak nikahin aku." ucap Kayara.
"Banyak b*cot, lo." ucap Aska, sedangkan Kayara dirinya tidak mempedulikan ucapan Aska.
"Ya tidur, ngapain malah ngomong terus, hah!" sentak Aska sambilb menghembuskan asap rokoknya.
Lima menit berlalu, kini tidak terdengar lagi rengekan Kayara lantaran gadis itu sudah tidur sabil memeluk Aska. Hujan juga masih belum reda malah nambah deras diiringi dengan petir.
---
Tepatnya di SMA Pelita Nusantara, dimana hari ini Kayara resmi pindah kesekolahan dimana tempat Aska bersekolah. Kayara tidak mempunyai teman, tetapi beruntung, gadis itu selalu di temani oleh Fika Arsala, sepupu dari Aska. Kayara menggunakan berbagai cara untuk membujuk Aska agar dirinya bersekolah lagi.
__ADS_1
Jam istirahat tengah berlangsung, dimana Fika mengajak Kayara untuk ke kantin. Disana sudah ramai oleh siswa-siswi yang berdesakan mengantri memesan makanan. Kayara dan Fika duduk di meja bersebrangan dengan meja The Aviton. Disana Aska tengah berkumpul dengan teman-temannya.
"Enak yah, baksonya." ucap Fika tersenyum menatap Kayara. Dirinya sudah mengetahui hal itu dari Asti. Fika dan Rama bertekad untuk mencari tahu siapa dalang yang sudah memb*n*h ayahnya Aska.
"Banget," balas Kayara memakan makanannya dengan lahap.
---
"Ck, malu-maluin banget tuh, bocah." ucap Aska dalam hati sambil menatap Kayara yang sedang memakan baksonya.
Kayara merasa ada yang memperhatikannya, dia menatap sekeliling kantin, yah, dan dia menemukan sepasang mata yang menatapnya tajam.
Kayara tidak mempedulikan hal itu, sekarang yang ia pikirkan hanyalah makanan dan makanan. Saat sedang asik-asiknya Kayara makan, tiba-tiba dua orang cewek menggembrak mejanya dengan sangat keras. Hingga membuat siswa lainnya langsung menatap ke arah meja Kayara dan Fika. Termasuk sekumpulan The Aviton.
"Maksud Kakak apa yah, kok gebrak meja aku." ucap Kayara yang masih santai.
"Heh, asal lo tau, ini meja gue!" bentak Vana, dia cewek yang terkenal dengan julukan dua orang yang suka membuly.
"Heh mak lampir, cuma gara-gara meja aja udah marah-marah, kayak orgil, lo!" celetuk Fika menatap remeh ke arah Vana dan temannya Sasya.
"Apa lo bilang? Mak lampir, elo kali yang mak lampir." ucap Vana dengan suara keras.
__ADS_1
"Emangnya gue salah ya ngomong gitu? Tapi kan bener, lo kayak mak lampir, dandanan lo menor!" celetuk Fika.
Bersambung....