
#MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM
#part 13
--
Aska hanya diam di peluk oleh Gina. Sedangkan Kayara merenggut kesal melihat wanita itu memeluk suaminya apalagi Aska yang tidak pake baju atasan.
Kayara pergi dari pekarangan rumah sambil menghentak-hentakan kakinya kesal. Kayara masuk kedalam rumah dan langsung saja berhamburan ke pelukan Asti.
"Huaa, Bunda, Aska di peluk sama tante-tante menor!" celetuk Kayara.
"Astagpirullah, sayang, kamu kenapa?" Asti menatap Kayara heran.
"Bunda, Aska di peluk sama tante-tante menor!" rengek Kayara.
"Siapa?" tanya Asti heran.
"Gina." ucap Kayara.
"Oh, Gina, toh." Asti terkekeh melihat kelakuan Kayara.
Aska masuk kedalam rumah sambil senyam-senyum tidak jelas. Kayara yang melihat itupun seketika merasa kesal pada suaminya itu. Aska duduk di sebelah Kayara, tapi wanita itu bergeser menjauh seolah-olah tak mau duduk di sebelah Aska. Aska yang melihat hal itupun seketika tersenyum miring.
"Bund, Aska izin nikah lagi, yah!" ucap Aska menatap Bundanya itu. Asti yang mendengar hal itupun langsung saja terkejut bukan main.
__ADS_1
"Aska, kam---ucapan Asti terpotong oleh suara tangisan Kayara yang pecah.
"HUAA, BUNDA. POKOKNYA KAYARA GAMAU DI MADU!" Kayara menangis di pelukan Asti. Sedangkan Aska tersenyum miring melihat itu.
"Sayang udah yah, Aska cuma bercanda." ucap Asti mengusap punggung Kayara.
"Siapa yang bercanda, Aska beneran kok, Bund!" Aska tersenyum melihat Bundanya yang menatapnya tajam.
Tangisan Kayara semakin menjadi, dan Aska malah mengompor-ngompori dengan meyakinkan Kayara kalau dirinya benar-benar akan menikah lagi.
"ASKA, udah kasian, Kayara!" Asti menatap tajam putranya itu.
"Ck, iya!" Aska mendekat ke arah Asti dan langsung saja mengambil alih Kayara dari pelukan bundanya itu.
"H--hiks, sanaan!" sentak Kayara saat Aska mendudukannya di p4ngku4nny4.
"Iya, sayang. Nanti kalau udah tidur yah," ucap Asti menahan tawa karena perkataan Kayara.
--
Saat ini Kayara dan Asti tengah duduk di lesehan karpet berbulu sembari memakan rujak buah mangga muda. Sedangkan Aska, laki-laki itu tengah merokok di atas sofa sembari memainkan ponselnya.
"As, sana kamu tuh pake baju dulu, Bunda ngeri liat tato kamu." ucap Asti bergidik ngeri melihat tato di bahu anaknya itu.
"Gerah, Bund." Aska beranjak dari sofa dan kini duduk di sebelah Bundanya itu.
__ADS_1
"Assalamualaikum!" ucap seorang wanita masuk kedalam rumah Asti. Karena memang pintu utama tidak di tutup.
"Waalaikumsalam!" Asti tersenyum melihat siapa yang datang.
"Gina, kamu apa kabar?" ucap Asti setelah Gina duduk di sebelahnya.
"Baik," Gina tersenyum ke arah Asti. Sedangkan Kayara pura-pura tidak terganggu dan sibuk pada mangganya itu.
Gina melihat ke arah Aska yang sedang merokok sambil memainkan ponselnya. Gina cukup kagum melihat Aska yang sekarang beda dengan dulu.
Kayara yang menyadari tatapan Gina kepada Aska itu berbeda. Kayara langsung saja melihat ke arah Aska yang masih sibuk pada rokok dan ponselnya itu.
"Oh iya. Tante aku kesini bawa kue, aku izin kedapur ya mau ambil piring." ucap Gina tersenyum pada Asti dan dibalas anggukan oleh Asti sebagai jawaban.
Sepeninggalnya Gina, Kayara langsung saja berpindah duduk ke pangkuan Aska dan memeluk laki-laki itu erat. Sedangkan Asti yang melihat kelakuan menantunya itu hanya terkekeh geli.
"Ck, sanaan gue lagi ngerokok!" Aska menatap tajam Kayara yang sedang memeluknya erat sembari memakan buah mangganya.
"Diam!" Kayara menatap tajam Aska seolah-olah meminta laki-laki itu untuk diam. Aska mengangkat sebelah alisnya pertanda meminta penjelasan, tetapi sedetik kemudian dirinya menyadari apa yang tengah di lakukan Kayara. Aska tersenyum miring melihat itu.
Gina kembali ke ruang tamu dengan membawa piring berisi kue brownis.
"Ini ayo makan, aku yang buat loh!" ucap Gina tersenyum manis ke arah Asti.
"As, itu siapa?" tanya Gina.
__ADS_1
Bersambung...