
#MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM
#part 4
---
"Gue cantik yah, elo yang menor!" bentak Vana.
Kayara yang geram akan kelakuan Vana, dengan beraninya Kayara mengeluarkan sebuah kaca mini dan langsung saja menampilkan kaca tersebut di hadapan Vana.
"Ngaca dulu Kak, takut bener!" ucap Kayara dengan santainya meminum jus nya. Tangan sebelah kanannya memegang kaca dan sebelah kirinya memegang jus nya.
"Gimana udah?" tanya Kayara.
"Lo, bener-bener yah," ucap Vana geram dan langsung saja menyiram Kayara dengan minuman milik Fika.
Semua orang terkejut atas apa yang di lakukan Vana kepada Kayara. Terutama Rama, cowok itu berteriak histeris layaknya sebuah konser.
"Kayara menatap bajunya yang basah, dia tersenyum miring."
"Dengan gerakan cepat, Kayara menyiram Vana dengan kuah bakso miliknya. Hingga membuat Vana merasa kepanasan akibat kuah bakso tersebut."
"What! Ngeri eumm." ucap Deva meringis melihat kelakuan istri bos nya.
__ADS_1
"Lo jahat gue lebih jahat dong, lo kira ini drama flm, lo jahat terus gue nangis gitu!" ucap Kayara menatap tajam Vana yang tengah meringis kesakitan.
"Awas aja lo, gue bakal balas semuanya!" ucap Vana dan pergi meninggalkan area kantin.
"Sok jago!" ucap Sasya menatap sinis ke arah Kayara dan melenggang pergi menyusul Vana.
"Gue emang gak jago, tapi, beranilah lawan duo cabe kayak kalian!" teriak Kayara.
--
"Berani juga tuh si Kayara." ucap Rama.
"Serem." celetuk Deva.
"Kumaha atuh barudakk!" teriak Fadel heboh.
"Buakarr!" teriak Deva dan Rama.
--
Malam menyapa, kini tepatnya jam menunjukkan pukul 23:30, dimana hujan kembali mengguyur dengan derasnya. Saat ini Kayara tengah tidur meringkuk di atas sofa, sedangkan Aska tidur di kasur. Kayara terpaksa tidur di sofa lantaran Aska yang memintanya. Miris bukan?
Kayara terbangun dari tidurnya lantaran terganggu oleh suara aneh seperti ada orang yang mengetuk-ngetukan jarinya di depan kaca. Dan benar saja Kayara melihat bayangan hitam di balik kaca dekat dengan pintu menuju balkon kamar. Memang kaca itu hanya di tutup oleh gorden warna putih dan sedikit menerawang di tambah lampu yang menerangi.
__ADS_1
Kayara yang takut pun langsung saja berjalan menghampiri Aska yang tengah tidur. Dirinya masuk kedalam selimut yang Aska gunakan tanpa menghiraukan bagaimana marahnya Aska nanti. Aska yang sedang tidur pun terusik karena ada pergerakan dari bawah selimutnya. Dengan mata yang sedikit terbuka, Aska membuka selimut itu dan dirinya terkejut mendapati Kayara yang tengah menatapnya.
"Ngapain, lo?" tanya Aska dengan suara serak khas bangun tidur.
"Mau tidur," cicit Kayara menatap Aska dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ngapain disini?" Aska menatap tajam Kayara.
"Takut, tadi ada bayangan hitam di balik kaca itu, terus ada suara seperti orang yang ngetuk-ngetuk jarinya ke kaca." jelas Kayara.
"Setan kali." ucap Aska. Namun dirinya juga mencerna apa yang di ucapkan Kayara barusan.
Kayara yang mendengar itupun langsung saja merapatkan dirinya dengan Aska.
"Ck, sana geseran!" sentak Aska karena Kayara begitu dekat dengannya.
"Diam ih, aku ngantuk!" cerca Kayara. Sedangkan Aska hanya menatap tajam Kayara yang meringkuk seperti anak kucing.
Aska mengalihkan perhatiannya pada kaca yang di maksud oleh Kayara. Dirinya tidak melihat apapun, tapi, sedetik kemudian matanya membelak sempurna lantaran melihat bayangan seseorang melintas dengan sangat cepat.
"Drrt! Drrt!"
Tiba-tiba ponsel Aska berdering dan _
__ADS_1
Bersambung....