Menikah dengan gengster kejam

Menikah dengan gengster kejam
~20


__ADS_3

#MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM


#part 20


--


"Euh, ngilu Kak!" ringis Kayara mengusap pelan perutnya.


"Sakit banget, hmm?" tanya Aska.


"Ngilu doang!" -Kayara-


"Terus gue harus apa?" tanya Aska.


"Elus-elus!" sahut Kayara. Dan Aska mengelus pelan perut Kayara.


"Menurut Kakak, baby nya bakalan cowok apa cewek, ya?" tanya Kayara.


"Gak tau!" sahut Aska.


"Ck, gue mau ngerokok dulu!" ucap Aska turun dari ranjang dan berjalan menuju sofa untuk merokok.


Kayara diam-diam mengambil poto Aska yang sedang merokok, dan mempostingnya di akun instagramnya dengan caption, calon Papa.


"Ck, s3tan ngapain lo post poto gue?" ucap Aska menatap tajam Kayara.


"Emang kenapa?" tanya Kayara. Dan Aska hanya diam tidak menjawab sama sekali.


"Kak?" panggil Kayara pada Aska yang sedang memainkan ponselnya.


"Ck, apa?" sahut Aska menatap tajam Kayara.

__ADS_1


"Kak?" panggil Kayara lagi.


"Apa, sayang, hmm?" Aska tersenyum miring melihat pipi Kayara bersemu merah bak kepiting rebus.


"Baper, lo?" Aska tersenyum jail menatap Kayara.


"E--enggak, kata siapa?" Kayara berpura-pura sibuk dengan ponselnya.


"Ck, baper bilang kali!" Aska tersenyum miring ke arah Kayara.


"Huaa, Kakak jahat!" Kayara berjalan ke arah Aska dan mendudukannya di pangkuan Aska.


"Ck, ngapain kesini? Sana pergi!" Aska tersenyum miring ke arah Kayara. Sedangkan Kayara menatap Aska dengan mata yang berkaca-kaca.


"H--hiks, jahat!" Kayara memvkul-mvkul bahu Aska dan memeluk laki-laki itu erat.


"Ck, sanaan jangan peluk!" Aska mendorong pelan Kayara, tetapi wanita itu tetap tidak mau berpindah posisi.


"Wangi banget, sih!" Kayara semakin memeluk Aska erat dan mencium wangi mint dari tvbvh Aska.


"Gue bawa anak, lo!" Kayara menatap tajam Aska.


"Sanaan! Gue pegel." Aska menatap Kayara jengah, lantaran wanita itu tak mau melepaskan pelukannya.


"Gamau, maunya gini!" ucap Kayara.


"S3tan, lo!" Aska menatap tajam Kayara.#


--


Pagi menyapa, dimana matahari telah memancarkan sinarnya menyinari bumi. Dimana semua orang tengah melakukan aktivitas seperti biasanya, sama halnya dengan Kayara yang tengah menyapu di ruang tamu. Asti sudah melarang Kayara untuk tidak melakukan pekerjaan rumah, tetapi Kayara tetap keukeh ingin melakukan pekerjaannya itu.

__ADS_1


Ting! Ting!


Suara sendok yang di ketuk-ketuk pada piring, itu suara tradisional penjual bubur ayam. Namanya bubur ayam Mang Kadir, seorang penjual bubur yang suka berkeliling setiap paginya.


"Kakak, itu mang Kadir nya udah ada! Ayo cepetan beli, nanti keburu pergi, ihh!" Kayara menatap malas kearah Aska yang masih santai duduk disofa sembari merokok.


"Ck, iya-iya!" Aska berjalan menuju keluar dan diikuti oleh Kayara dari belakang, sembari memegang sapu di tangannya.


Saat ini juga Aska ingin membalikan badannya kembali menuju rumah, lantaran melihat sekumpulan ibu-ibu yang tengah mengantri membeli bubur ayam. Tetapi Kayara tetap keukeh kalau Aska yang harus memebelikan bubur Itu, karena tak mau anaknya ileran, dengan terpaksa Aska menuruti kemauan bumil itu.


Sesampainya disana ....


"Mang, beli bubur ayamnya dua." ucap Aska pada mang Kadir.


"Siap atuh!" ucap mang Kadir.


"Pake cabe teu, Den?" tanya mang Kadir.


"Pake!" bukan Aska yang menjawab, melainkan Kayara.


"Neng, udah berapa bulan hamilnya?" tanya salah satu ibu-ibu yang sedang membeli bubur ayam.


"Lima bulan, Bu!" Kayara tersenyum menatap ibu-ibu itu. Sedangkan ibu-ibu itu hanya mengangguk.


Aska menatap tajam seorang gadis yang sedang mengantri membeli bubur. Gadis itu menatap sinis ke arah Kayara, seolah-olah mempunyai masalah dengan istrinya itu.


Gadis itu pergi setelah pesanannya jadi.


"Mang, masih lama?" tanya Kayara tak sabaran.


"Ini udah," Mang Kadir menyerahkan kantong plastik itu pada Kayara, dan di terima baik oleh s1 empunya.

__ADS_1


"ini Mang uangnya," Aska memberikan uang itu pada Mang Kadir.


Bersambung.......


__ADS_2