
#MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM
#part 5
--
"Drrt! Drrt!"
Tiba-tiba ponsel Aska berdering, dan langsung saja dirinya mengangkat panggilan tersebut tak kala yang menelponnya adalah Rama.
--
Aska memikirkan perkataan Rama kalau ada seseorang yang mengintainya. Berarti Aska harus berhati-hati karena orang yang mengintainya bukan orang sembarangan.
----
"Kak?" Kayara tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya.
"Apa?" cetus Aska menatap tajam ke arah Kayara.
"S--sakit, h--hiks." ucap Kayara menangis sesegukan sambil memegangi perutnya.
"Makanya jangan makan cabe mulu lo, jadi gini kan!" sentak Aska menatap tajam Kayara yang tengah menangis.
"Aaa, s--sakit," tangisan Kayara malah menjadi-jadi.
"Ck," decak Aska, namun tak ayal cowok itu mengambil minyak kayu putih dari dalam nakas.
"Nih," ucap Aska menyodorkan minyak kayu putih itu di hadapan Kayara.
__ADS_1
"P--pakein." ucap Kayara takut kalau Aska akan marah.
"Ck, nyusahin, lo!" ucap Aska, tetapi cowok itu dengan telaten mengusapkan minyak kayu putih itu.
------
Pagi menyapa, kini kedua pasutri itu tengah bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.
"Kak, nanti kakak latihan basket, ga?" tanya Kayara.
"Mau tau banget, lo?" cetus Aska.
"Aku cuma nanya aja, sensi banget sih." celetuk Kayara tanpa menghiraukan tatapan tajam dari Aska.
"Ayo berangkat!" ucap Kayara menghentak-hentakan kakinya.
"Yaudah," ucap Kayara tersenyum, karena ini akan menjadi peluang untuknya kabur.
Aska memandang aneh ke arah Kayara yang sedang tersenyum. Dirinya baru sadar kalau ini akan di jadikan kesempatan untuk Kayara kabur darinya.
"Dah," ucap Kayara melambaikan tangannya ke arah Aska.
"Satu langkah lagi lo maju, maka kaki lo gue potong!" ucap Aska tersenyum miring. Kayara yang hendak melangkahkan kakinya, kini langsung berhenti mendadak.
"Kaya berani aja." ucap Kayara dengan pelan, takut cowok itu akan mendengarnya. Namun Aska mendengar ucapan Kayara dengan jelas.
--
Saat ini Aska tengah melihat Kayara yang menangis sesegukan di hadapannya, lantaran gadis itu mulai berani melawannya, contohnya soal perkataan tadi pagi. Aska membentak Kayara tanpa mempedulikan perasaan Kayara saat ini, gadis itu masih belum berhenti menangis malahan tambah menjadi-jadi.
__ADS_1
"H--hiks, K--kayara p--pokoknya b--benci, K--kakak!" bentak Kayara sambil menangis sesegukan.
"Bodo amat! Emang gue peduli gitu?" Aska menatap Kayara tersenyum miring.
Kayara yang merasa kesal pun langsung saja menghampiri Aska dan memeluknya. Bukan itu saja, Kayara menggigit bahu cowok itu karena memang Aska tidak memakai baju dan hanya memakai celana panjang saja.
"Ssh, b*ngs*t, lo!" bentak Aska menatap tajam Kayara yang tengah menggigit bahu nya.
Kayara tanpa henti menggigit bahu Aska dan lihatlah hasilnya, nampaklah bahu Aska yang memerah dan sedikit mengeluarkan d*rah. Aska hanya diam melihat Kayara yang duduk di atas pangkuannya sambil menggigit kuat bahunya.
"B*ngs*t, sana pergi, lo!" bentak Aska menatap tajam Kayara. Sedangkan yang di bentak hanya menangis kembali.
Setelah puas menangis, Kayara melihat ke arah bahu Aska yang sedikit mengeluarkan darah, dirinya melihat ke arah Aska yang sedang menatapnya tajam.
"Sakit ya?" tanyanya dengan tampang polosnya. Namun Aska tidak menjawab sama sekali, dan hanya menatapnya dengan tajam.
"Ih serem banget, b*dan kakak ada tatonya." ucap Kayara bergidik ngeri lantaran melihat tato yang menempel di b*dan cowok itu.
Aska hanya diam dan terus menatap tajam Kayara yang sedang memainkan jari tangannya dan sesekali menggigitnya. Kayara juga tidak tau mengapa dirinya menjadi seperti ini kepada Aska, mungkin hanya kesal kepada cowok itu.
"Oh iya, tadi di sekolah ada yang ngirim kotak misterius, terus pas di buka sama aku dan Fika ternyata isinya b*ngkai tikus." jelas Kayara menatap mata tajam milik Aska.
---
bersambung...
Bantu like ya kak
maaf klw gaje soal nya baru pemula
__ADS_1