
#MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM
#part 6
"Aku kira yang ngirim kotak itu kakak. Tapi, kata Fika kalau kakak mau balas dendam itu pasti terang-terangan, sedangkan ini kan sembunyi-sembunyi kaya pengecut." jelas Kayara menatap Aska serius. Sedangkan Aska hanya diam mencerna ucapan Kayara barusan.
-------
Kini tepatnya jam menunjukkan pukul 23:13, dimana kedua pasutri itu sudah tidur dengan nyenyaknya. Kayara saat ini tidur di kasur lantaran dirinya tidak mau tidur di sofa alasannya karena takut.
Kayara terbangun dari tidurnya karena terganggu akan suara ringisan dari sebelah samping dirinya tidur. Siapa lagi kalau bukan Aska. Laki-laki itu terbangun dari tidurnya sambil memijit dahinya dengan tangannya.
"Kak, kakak kenapa?" tanya Kayara.
"Pusing." lirih Aska sambil memejamkan matanya.
Kayara turun dari kasurnya dan pergi ke dapur untuk mengambil minum dan membawa obat pereda pusing untuk Aska.
__ADS_1
Kayara kembali ke kamar dengan membawa sepiring nasi beserta air dan obat pereda pusing. Kayara meletakan air di atas nakas dan beranjak duduk di samping Aska.
"Makan dulu, terus minum obatnya." ucap Kayara menyodorkan piring nasi itu ke hadapan Aska. Kayara pikir mungkin Aska masuk angin karena memang cuacanya saat ini sedang hujan.
"Gue gamau!" Aska menatap datar ke arah Kayara.
"Gimana mau minum obatnya kalau ga makan dulu." ucap Kayara menghela napas berat menghadapi sifat Aska.
"Gue, mau obat aja." ucap Aska mengambil obat itu di barengi dengan tegukan air. Setelah meminum obat, Aska kembali tidur sambil meringis pelan. Sedangkan Kayara tengah menyimpan nasi itu ke dapur.
Kayara kembali ke kamarnya dan tidur di samping Aska. Gadis itu memiringkan posisinya menghadap ke arah Aska. Tiba-tiba saja Aska memeluknya dengan erat, sedangkan Kayara yang mendapati perlakuan itu pun terkejut, tetapi tak ayal dirinya mengusap-usap kepala Aska.
--
Pagi menjelang, dimana semua orang tengah melakukan berbagai aktivitas terutama hari ini hari minggu. Sama halnya dengan Aska, laki-laki itu bangun pagi hanya untuk berolah raga renang karena pusing di kepalanya sudah sembuh.
Berbeda dengan Aska, Kayara saat ini tengah duduk disisi kolam dengan memasukan setengah kakinya ke dalam air. Kayara tengah di landa gelisah sambil memegang sesuatu di tangannya. Ya, alat tes k3h4m1l4n, dirinya tadi pagi merasa ada yang aneh di dalam tubuhnya dan juga sering merasakan mual. Sehingga dirinya memberanikan diri untuk memakai alat itu dan hasilnya, pos*tif.
__ADS_1
Kayara merasa ketakutan kalau Aska tidak mau menerima anak ini sebagai anaknya. Karena yang Kayara tau, kalau Aska menikahinya hanya untuk balas dendam yang dirinya juga tidak tahu masalalu tentang permasalannya.
Setelah menyudahi kegiatan renangnya, Aska, laki-laki itu duduk di kursi pinggir kolam dengan rambut yang masih basah. Aska tidak peduli dengan rambutnya yang basah, dirinya malahan asik dengan rokoknya sesekali melirik ke arah Kayara yang sedang melamun. Namun Aska tidak mempedulikan itu!
Kayara mengangkat kakinya dari dalam air dan berjalan ke arah Aska berada. Dirinya merasa gugup akan reaksi yang di tujukan oleh Aska nanti, bagaimana jika laki-laki itu menolak akan kehadiran anak ini? Dan bagaimana nasib anaknya nanti?
Kayara duduk di samping Aska, sedangkan laki-laki itu hanya pokus pada rokoknya saja tanpa mempedulikan Kayara yang duduk di sampingnya.
"K--kak?" Kayara berucap dengan gugup.
"Hmm, apa?" tanya Aska menatap tajam ke arah Kayara.
"Ini," Kayara menyodorkan alat itu kehadapan Aska. Kayara bisa melihat raut wajah Aska yang biasa saja malahan menatap tajam dirinya. Marah, mungkin?
"A--aku, h4m1l!" ucap Kayara menatap mata tajam milik Aska.
"Terus?" Aska menarik turunkan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Kakak bakalan sayang kan, sama anak, ini." ucap Kayara. Aska hanya menatapnya dan melenggang pergi masuk.
Bersambung.. .