
#MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM
#part 16
--
Aska saat ini tengah berada di depan pintu kamarnya, dirinya tidak bisa masuk lantaran di kunci oleh Kayara. Aska ingat jika dirinya mempunyai kunci cadangan, tapi dirinya lupa menyimpan kunci itu dimana. Setelah beberapa menit mencari kunci itu, Aska menemukannya dan segera membuka pintu kamarnya.
Aska masuk kedalam dan nampaklah Kayara yang tengah menangis sesegukan. Aska berjalan menghampiri Kayara dan langsung saja memeluknya dengan erat.
"Gue janji sama lo, gue bakalan cari bukti, kalau gue itu di jebak. Lo harus percaya sama gue." jelas Aska.
"Gue ga ngelakuin apa-apa sama tu, cewek!" ucap Aska sambil mengusap kepala Kayara.
"B--bohong!" Kayara malah semakin terisak dengan tvbvh yang gemetar.
"Lo ga percaya? Nanti gue bakalan kasih bukti sama lo, kalau gue ga ngelakuin apa-apa." Aska semakin memeluk Kayara erat. Sedangkan Kayara tidak menjawab sama sekali.
Aska merasa Jika Kayara sudah tidak menangis lagi, dan ternyata wanita itu tertidur di pelukannya. Aska membawa Kayara ke kasur dan langsung saja merebahkannya dengan hati-hati.
Ting!
Suara pesan masuk kedalam ponsel Aska, langsung saja Aska membukanya dan seketika tersenyum miring setelah mendapat kabar dari orang suruhannya. Aska menyuruh seseorang untuk mengambil cctv yang ada di kamar itu, dan beruntungnya orang misterius itu tidak menyadari kalau di kamar itu terpasang cctv tersembunyi.
Aska langsung saja menelpon orang suruhannya.
"Bawa wanita itu ketempat seperti biasa, nanti gue nyusul kesana!" ucap Aska pada orang suruhannya.
"Oke, Bos!" suara di seberang sana. Telepon pun di matikan oleh Aska.
__ADS_1
"Terlalu b0d0h!" Aska tersenyum miring, karena sebentar lagi semuanya akan terbongkar.
Aska mengusap kepala Kayara dan memeluknya erat. Aska bisa merasakan tvbvh wanita ini panas. Demam!
Kayara membuka matanya dan langsung saja di hadapkan dengan wajah tampan suaminya ini. Kayara merasakan pusing dan tidak enak pada perutnya.
Huek! Huek!
--⚠️ Warning, mohon bijak dalam membaca karena ada kata-kata k4s4r.
---------
Saat ini Aska tengah berada di markas. Dirinya sedang bersiap-siap untuk melakukan hal yang sudah lama tak di lakukannya.
Aska masuk kedalam ruangan rahasia, dan nampaklah seorang wanita yang tengah di ikat di kursi. Aska tersenyum miring melihat Vana yang tengah membrontak minta di lepaskan.
"C1h, permainan lo kurang rapih!" Aska menatap sinis ke arah Vana.
"Kenapa kok pengen di bebasin? Sakit?" Aska tersenyum miring melihat Vana yang terus membrontak minta dilepaskan.
"Gue bakalan b*n*h istri, lo!" Vana tersenyum miring menatap ke arah Aska.
"Hmm, lo yang b*n*h Kayara, atau gue yang b*n*h, lo?" Aska tersenyum miring melihat wajah pucat pasi Vana.
"Semoga lo mimpi indah!"
"Jl3b!"
"Jl3b!"
__ADS_1
"Jl3b!"
Aghhh!
Aska melemparkan p1s4u itu tepat mengenai p3rut Vana. Bukan hanya satu pisau tetapi tiga pisau sekaligus. Aska tersenyum melihat tvbvh tak bernyawa Vana.
"Lempar ke kandang m4c4n!" ucap Aska pada kedua bodyguard nya dan melenggang pergi dari ruangan itu.
------
Sedangkan disisi lain, Kayara tampak tengah menangis karena ditinggal Aska saat dirinya tidur. Asti sejak tadi bingung harus melakukan apa, karena menelpon Aska pun percuma karena ponselnya tak aktif.
"H--hiks, Bunda, Kayara mau Aska!" Kayara semakin terisak di pelukan Asti.
"B--bunda, Aska gabakalan nikah lagi, kan?" tanya Kayara sambil menatap mertuanya itu.
"B--bund, kalau Aska mau nikah lag---"
Huek! Huek!
Belum sempat Kayara melanjutkan ucapannya, dirinya sudah lari masuk kedalam toilet dan m3munt4hkan cairan bening dari mvlvtny4.
"Sayang, lebih baik kamu makan, dari tadi kamu belum makan." Asti mengusap kepala Kayara dengan penuh kasih sayang.
"Mual, Bund!" ucap Kayara.
"T--tapi, kamu har---"
"Ada apa, Bund!" tiba-tiba Aska datang menghampiri Asti dan Kayara yang sedang dikamar mandi.
__ADS_1
"Hiks, k--kemana aja!"
Bersambung....