
#MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM
#part 12
--
Karena tak mau berdebat lagi, Aska langsung saja menggendong Kayara seperti koala dan mendudukannya di kursi meja makan. Asti mengikuti dua pasutri itu ke dapur untuk membantu Aska membuat nasgor.
"Ck, b4ngs4t memang!" gumam Aska sembari mengambil pisau.
"Potong bawang merah, bawang putih, dan cabenya tipis-tipis!" ucap Asti, gereget melihat kelakuan putranya yang hanya memainkan pisau.
"Ck, emang yah, orang h4m1l itu nyusahin!" celetuk Aska watados.
"Terus, kenapa kamu h4m1l1n anak orang!" tegur Asti menatap tajam Aska.
"Gak sengaja, karena waktu itu lagi kena pengaruh obat!" ucap Aska tanpa memikirkan perasaan Kayara.
Kayara mendengar itu, jujur hatinya sakit saat Aska mengucapkan kalimat itu. Kayara cuma minta untuk Aska menerima anak ini, apa itu salah? Kayara menundukan kepalanya agar Asti tidak melihat kalau dirinya sedang menangis.
"ASKA!" bentak Asti marah.
"Ck, Tapi itu kenyataan, Bund!" sahut Aska.
"Ck, ah. Bund, basah!" geram Aska saat Asti menyiramnya dengan air hingga bajunya kini basah. Aska melepaskan bajunya dan kini hanya bert3l4nj4ng d4d4.
__ADS_1
"As?" ucap Asti.
"Apa?" sahut Aska yang masih sibuk memotong-motong bawang.
"Kayara mana?" tanya Asti, pasalnya melihat ke arah meja makan sudah tidak ada Kayara.
"Bunda, nanya sama Aska. Sedangkan Aska kan dari tadi disini." Aska menatap aneh pada Bundanya itu.
"Kamu sih! Kalau ngomong itu pikir dulu pake otak, bukannya janji celetuk." sentak Asti menatap Aska dengan tatapan marah.
"Ck, salah terus!"
"As, udah sana susul!" ucap Asti geram melihat Aska yang masih diam seperti orang b0d0h.
"Biarin!" celetuk Aska.
"Iya, iya." sahut Aska.
Aska langsung saja berjalan pergi meninggalkan dapur dan bergegas menaiki anak tangga menuju kamar dimana Kayara berada.
Aska masuk kedalam kamar dan melihat Kayara yang tengah menangis sesegukan. Aska menghampiri Kayara dan berjongkok di hadapannya dan --
--
Aska berjongkok di hadapan Kayara, lantaran gadis itu duduk di bawah beralaskan lesehan karpet berbulu.
__ADS_1
"Kenapa nangis, hmm? Soal omongan gue? Maaf, gue ga bermaksud ngomong gitu." Aska mengangkat Kayara dan mendudukannya di p4ngku4nny4.
"H--hiks, j--jahat!" Kayara memukul-mukul lengan Aska.
"Oke, Maaf. Sebagai permintaan maaf gue, permintaan lo bakal gue turutin. Gue janji." ucap Aska sambil mengambil jepitan Kayara dan mencepol rambutnya.
"Majat pohon mangga yang di bawah, aku mau mangga." Kayara menatap mata tajam Aska.
"Iya, ayo." Aska turun kebawah sambil menggendong Kayara. Aska membawa Kayara ke depan rumah dekat dengan garasi mobil. Disana ada pohon mangga yang tidak terlalu tinggi tapi berbuah lebat. Kalau ada yang nanya Kayara dan Aska dimana, mereka tengah menginap di rumah Asti.
"Kak, kenapa ga pake baju?" Kayara menatap heran Aska, pasalnya laki-laki itu tidak memakai baju atasan.
"Gerah."
Aska mulai memanjat pohon dan memetik buah mangga yang masih mentah. Dan melemparnya pada Kayara dan di tangkap baik oleh si empunya. Sedangkan Asti, wanita paruh baya itu tengah menyiapkan sambal rujak untuk Kayara.
Aska turun dari pohon mangga itu, dan langsung saja menghampiri Kayara. Aska melihat Kayara yang tersenyum sambil memegangi mangga itu, tanpa di sangka b1b1rnya terangkat sedikit membentuk sebuah senyuman tipis.
"Aska?" panggil seorang wanita.
Aska dan Kayara langsung saja melihat asal suara itu. Dan Kayara langsung terkejut melihat siapa orangnya. Pasalnya orang itu berdandan menor dan menggunakan baju yang minim ahlak.
Wanita itu berjalan menghampiri Aska dan langsung saja berhadapan dengan Aska yang sedang mengangkat alisnya bingung. Sedangkan Kayara menatap tidak suka pada wanita itu. Perkiraan Kayara, wanita itu mungkin sudah menikah karena sudah terlihat rada tua.
"Gina?" Aska menatap wanita itu.
__ADS_1
"Iya, apa kabar?" Gina mendekat ke arah Aska dan memeluknya. Gina itu tetangga Aska dulu.
Bersambung...