Menikah dengan Guru PPL

Menikah dengan Guru PPL
Wasiat Perjodohan


__ADS_3

Sesampainya di rumah...


"Assalamu'alaikum Azizah, Zidan dimana sih keponkan aku yang unyu unyu itu, Azizah Zidan, kalian dimana?"


Sofia terus saja masuk ke dalam sambil memanggil manggil dua keponakannya yang sudah sebulan ini tak pernah bertemu, rasa kangennya pada keponakannya tak bisa lagi menahan langkahnya untuk mencari kedua keponakannya itu.


"Ammah Fia pulang, horeee" Suara nyaring Azizah yang tiba tiba datang dari halaman belakang. (Azizah 4 th) 'ammah dalam bahasa Arab artinya bibi


"Hei sayang, dari tadi 'ammah panggil kemana"


"Taman belakang 'ammah, oleh oleh buat Azizah mana 'ammah"


"Aduh sayang 'ammahnya baru aja datang kok langsung ditanyain oleh oleh sih, bukannya peluk 'ammahnya dulu"


"Maaf ya 'ammah, sini Azizah kangen 'ammah, kenapa sih 'ammah pergi nggak bilang sama Azizah?".


"Sayang, 'ammah juga kangen sama Azizah, oh ya kakak Zidan mana sayang, kok dari tadi 'ammah nggak lihat?"


"Kakak Zidan masih main bola di taman belakang 'ammah".


"Ya udah kita ke taman belakang yuk, 'ammah juga kangen nih sama kakak Zidan".


"Waaah yang lagi kangen kengenan sama 'ammahnya, sampai lupa sama uminya"


"Umi, Azizah nggak lupa kok sama umi, Azizah kan udah lama nggak ketemu 'ammah, kan Zizah jadi kangen nih sama 'ammah"


"Iya iya, umi ngalah deh, sama yang lagi kangen kangenan"


"Gitu dong mi, jangan iri kan Zizah sama umi ketemu tiap hari, heee"


"Ih anak udah mulai pinter ya sekarang"


"iya dong bi, anak siapa dulu?"

__ADS_1


"Anak umi sama abi, udah ah yuk 'ammah kita cari kak Zidan, daah Umi daah Abi Azizah mau main sama 'ammah dulu ya, assalamu'alaikum".


"Wa'alaikumussalam" jawab umi dan abi


"Bie, nanti abi aja ya yang jelasin ke Sofia, umi nggak tega bi sama Sofia dia pasti akan sangat syok, umi nggak mau Sofia sedih, tapi ini harus harus disegerakan karena kondisi Bu Hj Khdijah udah memungkinkan untuk kita tunda tunda, apalagi ini adalah wasiat Ayah sama Ibu sebelum mereka meninggal bie"


"Iya umi tenang aja biar nanti abi yang ngomong, sekarang kita istirahat dulu ya, abi masih capek nih"


"Iya, makasih ya bi".


"Sama sama sayang".


...****************...


Malam harinya sehabis mereka makan malam...


Dengan hati hati sekali 'RASYID' suami Risna mencoba untuk menyampaikan wasiat almarhum kedua orang tua Sofia dan Risna.


"Maksud kakak demi masa depan adik yang seperti apa kak?"


"Waktu adik usia 6 tahun dulu adik pernah ketemu dengan keluarga Pak Panji yang ada didaerah adik ingat nggak?" lanjut Rasyid


"Bentar deh kak, mmm iya adik inget kak, dulu adik sering dibawa Ibu sama Ayah ke rumah pak Panji, kalau nggak salah namanya Panji Hermawan bener kan kak?"


"Ternyata kamu masih inget ya adikku sayang" Risna tersenyum memeluk Sofia


"Terus kenapa kak kalau adik inget?"


"Gini, adik juga masih inget nggak sama anaknya yang sering ngajak ribut adik dulu, kalau adik nggak suka dengan menu makanan di sana, inget nggak?"


" Maksud kakak kak Fian?"


"Iya bener Fian, ternyata kamu masih inget juga ya dik?"

__ADS_1


"Ya iyalah inget, mana mungkin lupa, kak Fian kan sering buat adik nangis, gimana sekarang dia ya kak, jadi pingin ketemu?"


"Ya itu adik maksud kakak mau mempertemukan adik dengan dia, sesuai dengan wasiat mendiang Ayah sama Ibu"


"Wasiat mendiang ibu dan ayah, hubungannya apa dengan pertemuan adik sama kak Fian?"Sofia merasa bingung.


"Adik kondisi Ibu Khadijah ibu dari Fian sekarang lagi parah, dikhawatirkan nggak bisa bertahan lebih lama lagi dik, dan wasiat ibu sama ayah sekaligus perjanjian antara dua keluarga, bahwa adik sama Fian sudah dijodohkan sayang".


Jedeeer...


Sofiah kaget, ia melongo tak percaya dengan apa yang baru didengarnya, tak pernah disangkanya sama sekali, bahwa kepulangannya adalah untuk menerima wasiat mendiang orang tuanya yang begitu sungguh diluar dugaannya, ingin rasanya ia menentang, tapi iajuga ingin menjadi anak yang berbakti, hatinya bimbang, sakit yang ia rasa. Sofia teringat akan kak Firman yang akhir akhir ini mulai mengisi relung hatinya. Namun di depan kakak dan kakak iparnya ia berusaha untuk tegar. Dengan terpaksa ia harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan baginya.


"Sofia sayang, bagaimana? apa kamu siap sayang, katakan saja kalau kau keberatan, biar kakak nanti yang menyampaikan ke keluarga om Panji sayang" dengan Lembut Risna meminta jawaban Sofia.


"Sofia nggak mau jadi anak durhaka kak, Sofia pasrah aja, Sofia serahkan semua sama kakak aja". Sofia berucap dengan wajah sendu.


"Terimaksih ya dik, karena sudah pengertian, besok kakak mau hubungi kelurga Ibu Khadijah, adik tenang aja biar kakak yang urus semuanya?"


Selesai mereka berdiskusi Sofia pamit ke kamarnya.


...****************...


Di kamarnya Sofia menumpahkan segala keluh kesahnya, hatinya teriris perih ia kembali teringat sosok Firman, pria yang mulai mengisi relung hatinya akhir akhir ini. Dia pun bangkit mengambil air wudhu mencoba mengadukan segala kesedihannya pada pemilik kehidupannya.


Sofia mencoba meminta petunjuk dengan melalui Sholat Istikharah. Ia meminta ketenangan jiwanya...


Hatinya luruh, menahan segala kepedihannya, air matanya tak bisa lagi ia bendung, semalaman ia memajatkan do'a, memohon jalan terbaik yang ia tempuh menjadi ladang ibadah untuk hidupnya kelak.


Bersambung dulu ya sobat Noveltoon


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2