
Pagi hari, pukul 07.30 di asrama pondok putri, terdengar riuh para santriwati menuju sekolah. Mereka terdengar membicarakan kejadian saat dini hari di tempat wudhu, karena berhubungan dengan santriwati baru, yang tak lain adalah Sofia, yang terus dibela oleh teman satu kamarnya, yakni Nita.
"Fit, itu anak baru lumayan cantik juga ya" (Meli)
"iya tuh Mel, kayaknya bakalan ngalahin si Feliya deh" (Fitri)
"kasihan juga ya dibully sama si Feli, untung ada si Nita yang belain, kalau nggak, wah nggak tahu deh gimana nasibnya" (Meli)
"iya tuh, dasar si Feliya tukang rusuh, gila perhatian dia tuh" (Fitri)
"mungkin dirumahnya, dia kurang perhatian kali ya, orang tuanya kan sibuk kerja terus, jadi nggak sempat memberikan perhatian sama si Feli" (Meli)
Cetaaak...
"aduh, siapa yang pites sih, kurang kerjaan banget" (Fitri + Meli)
"assalamu'alaikum Fitri, Meli, jangan suka bergosip tidak baik tahu"
"wa'alaikumussalam he heee ustazah Rehani, iya ustazah maafin kami, permisi mau ke kelas dulu, mariii"
Di dalam kelas...
para santri berkumpul sambil bergosip...
"Hei lihat itu santri baru, cantik ya,"
"Iya cantik banget, bakal bikin Feliya kepanasan nih, tahu sendiri kan si Feliya, kebiasaan kalau ada yang lebih cantik, dia pasti bakal bikin rusuh".
"Sssttt, ada ustaz ganteng dateng, cepet kembali ke bangku masing masing."
"Assalamu'akaikum.wr.wb"
"Wa'alaikumussalam.wr.wb" (semua santri)
__ADS_1
Sang ustaz mengedarkan pandangannya ke seluruh isi kelas dan tanpa sengaja pandangannya bertemu dengan Sofia.
sang ustaz berujar "maaf, ini santriwati baru yang kemarin kita bertemu itu kan?" dengan senyum penuh arti sang ustaz kembali berujar, "kalau saya tidak salah, namamu Sofia kan?"
Dengan wajah merah karena kikuk sofia menjawab dengan santun. "Iya ustaz, benar kemarin kita bertemu saat saya dan kak Rahmi menuju ke asrama".
sang ustaz ternyata adalah ustaz Kamil, dalam hati sang ustaz sangat senang, karena ternyata Sofia berada di kelas bimbingannya. Namun demi menjaga wibawa ustaz berusaha bertindak sewajarnya.
"Baiklah para santriku sekalian, ini ada pemberitahuan dari pihak Yayasan, kalau hari ini kita akan kedatangan guru PPL dari kota".
Kasak kusuk terdengar riuh di dalam kelas, para santriwati merasa antusias untuk menyambut kedatangan guru PPL tersebut. ustaz Kamil pun jadi meradang dengan sikap para santriwatinya.
Dengan tegas sang ustaz pun berujar "santriku sekalian dengar, jangan ribut, kita akan memulai pelajaran, sekarang saya minta untuk tenang, nah tugasnya yang kemarin hafalan beberapa hadits untuk disetor sekarang, tapi bagi santriwati baru, saya tugaskan untuk menghafal dimulai dari sekarang sampai tujuh hari kedepan untuk menghafal seperti hafalan teman temannya, silahkan tanya teman temannya yang sudah diberi tugas sebelumnya. faham semua?".
"Faham ustaz" jawab para santri serempak.
Kembali ustaz Kamil melanjutkan "oh iya, nanti habis jam pelajaran kita ini, para guru PPL akan masuk ke kelas kita, untuk memperkenalkan diri pada kalian, ingat ya, jaga kesopanan kalian, karena kita ini berada di Pondok Pesantren!, faham semua?"
"Faham ustaz" jawab ****** para santri .
"wa'alaikumussalam ustaz" jawab para santriwati.
saat jam kedua tiba...
"assalamu'alaikum semua". seorang lelaki tinggi tegap masuk mengucapkan salam.
"wa'alaikumussalam" jawab para santriwati
para santriwati sedikit heboh, mereka lupa dengan nasihat ustaz Kamil.
"cakep bener nih guru PPL temen temen" "wah kalau si Feliya tahu nih,
sambil tersenyum, sang pria berjalan menuju ke meja yang terletak disudut ruangan kelas, sang pria mulai mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, pandangannya pun langsung tertuju dan terdiam pada wajah cantik seorang santri yang terlihat kalem dan lugu, dia tak lain adalah Sofia, pandangan merekapun bertemu, namun Sofia berusaha untuk terlihat biasa saja, ada rasa aneh tiba tiba terjadi pada dirinya.
__ADS_1
'Ya Allah, ada apa ini, kenapa hatiku merasakan sesuatu yang berbeda saat bertatapan dengan guru ini ya Allah'. Sofia membatin sambil terus berusaha untuk bersikap tenang.
tiba tiba...
"baiklah adik adik, saya panggil adik adik aja ya, soalnya usia kita kan selisihnya sedikit, bagaimana bolehkan?" si guru PPL memulai membuka perkelannya.
"boleh kakak", serempak para santri menjawab
"baiklah adik adik, perkenalkan nama saya Firman Alfiansyah, panggil aja kak Firman" sambil tersenyum menuliskan namanya di depan.
"statusnya apa kak, single or doble, he he heeee". santri bernama Mila nyeletuk.
"huuuu, moduuuus". suara santri yang lain.
"mmm maunya adik adik gimana, single atau doble nih" Firman berucap dengan tersenyum manis, membuat para santriwati makin heboh.
"singleeeee kak". suara santri kian riuh.
"kalau bisa pancarin kita, ha ha ha haaa".
mereka makin tak terkendali, namun hanya Sofia yang terdiam di bangkunya tanpa berkomentar apapun. sang guru PPL menjadi kikuk dan salah tingkah dibuat oleh para santriwati.
"baiklah adik adik, iya status kakak itu masih singgle kok". sambil tersenyum simpul.
"ya udah sekarang giliran ya, kakak akan baca daftar hadirnya ini dulu satu per satu, bagaimana?" Firman berucap.
"silahkan kakak ganteeeenggg, hik hik hik".
satu persatu Firman sang guru PPL mulai menyebutkan daftar hadir para santri, hingga sampai pada satu nama yakni, -SOFIA MELINA PERTIWI-
Firman pun tertegun memandangnya penuh arti. 'Ya Allah makhluk ciptaanMu ini sungguh indah dipandang, seandainya hamba bisa memilikinya' dia membatin. Ada getaran aneh yang dirasakan keduanya saat saling bertatapan.
tiba di akhir jam perkenalannya, Firman pun undur diri dengan perasaan sedikit kacau.
__ADS_1
bersambung