
Sofia melirik ke arah Firman, senyum manis tersungging di wajah ayunya. Ada rasa yang tak bisa tergambarkan, namun lewat tatapan mata mereka terpancar rasa saling menyayangi.
Menyadari keadaan itu Risna berpura pura batuk, hingga membuat Firman dan Sofia jadi salah tingkah.
"Kak aku mau pulang" rengek Sofia
"Iya sayang, kata dokter tunggu satu atau dua hari lagi agar dokter bisa melihat perkembangan kondisi kamu sayang, baru kamu diizinkan pulang, yang sabar ya".
"Kak bagaimana dengan ustaz Kamil ya? apa dia nggak akan marah sama Sofia kalau nanti Sofia balik ke pondok ya kak?" tanya Sofia resah.
"Insya Allah nggak sayang, dia kan ustaz faham akan agama sayang, jadi nggak usah khawatir ya! Sekarang yang harus kamu fikirkan cuma kesehatan kamu dulu, cepet pulih ya biar kita cepet pulang ya!"
Sofia hanya mengangguk sambil tersenyum penuh bahagia. Dia melirik kearah Firman yang sedari tadi terus menperhatikannya.
...****************...
Seminggu sudah Sofia kembali kerumah, keadaannya kian membaik, dan Firman tak pernah absen seharipun mengunjunginya. Saat mereka tengah berbincang...
"Assalamu'alaikum" Suara tamu datang.
Sepertinya terdengar tak asing di telinga Sofia.
"Wa'alaikumussalam" jawab Firman dan Sofia berbarengan. Dan...
"Trio Taaaaa" pekik Sofia dengan girang. Mereka melepaskan rasa kangen dengan berpelukan.
"Heeeeiiii, nih anak udah pulih kenapa nggak ngabarin kita sih, lupa ya saking asyiknya sama tuh ayang beb" cerocos Vita
"Duuuuh Vita udah nggak usah ditekan gitu nggak baik, ntar Sofia jadi nggak enak hati, lebih baik kita sidang aja langsung caranya". Lanjut Nita.
"Dasar nini peot, itu mah lebih parah lagi dodol" Vita sewot.
Lita hanya senyum senyum mendengar perdebatan kedua sahabatnya. Sementara Sofia wajahnya kian memerah bak udang rebus karena salah tingkah akibat ulah kedua sahabatnya yang terus membullynya.
"Udah, kalian kalau udah ketemu kayak pasar, ribuuuuut minta ampun deh", celetuk Firman
"Heheheeee, ada kak Firman rupanya, maaf ya kak nggak lihat dari tadi", Vita cengengesan
"Haaah, gede gini nggak dilihat? Mata kamu kemana Vita?" ucap Lita melotot.
__ADS_1
"Litaaaa" ucap Vita dan Nita kompak
"Udah dulu, ngk usah bertengkar, kita kangen kangenan dulu ya, kan udah lama nggak ketemu" Sofia menengahi.
"Iya nih, bawaanx ribut mulu" Lita nyeletuk lagi bikin Nita dan Vita jadi sewot.
"Udahan yuk kita ke taman di belakang, disana kita ngobrol ngobrol yuk!" ajak Sofia
"Oh iya, kak Firman mau ikutan? Ikut aja yuk, biar makin seru" ajak Lita.
"Udahlah kalian pergi aja sana ngobrol katanya kangen, biar aku pulang aja dulu nanti aku ke sini lagi" tolak halus Firman.
Firmanpun akhirnya berlalu dari hadapan Trio Ta dan Sofia. Dengan girang trio Ta mengikuti langkah Sofia ke taman di belakang rumah.
Saat di taman...
"Sofiaaaa" pekik Nita
"Iiih Nita bikin kaget aja, nih kuping nggak budek tahu!" Cemberut Lita
"Hadeeeuuuh, helllooo Lita sayang diam aja deh! kagak usah nyerocos gitu! kita nih lagi happy ketemu Sofia, emang kamu nggak seneng apa?" Nita sewot
"Iya senenglah Nita, tapikan nggak usah teriak gitu kayak di hutan tahu!" Lanjut Lita
"Hayooo gimana ceritanya kamu bisa sama kak Firman? Terus ustaz Kamil yang idola santriwati di pondok kamu tolak gitu aja, aduh Sofia kalau para santri tahu bisa heboh seluruh isi pondok" celetuk Vita.
"Ya udah makanya nggak usah dikasih tahu diam aja! apa susahnya?" jawab Sofia santai.
"Iya deh kita bakalan diem aja, kita janji nggak bakalan cerita, okey" Vita menimpali
"Tapi nanti kalau ditanya sama ustazah dan temen temen disana kita jawab apa dong?"
Celoteh Lita membuat Nita dan Vita makin gregetan, sementara Sofia hanya tersenyum geleng geleng kepala.
"Vit, kenapa kita ajak Lita tadi ya? Harusnya kita tinggalin tuh anak tadi sendirian disana biar dibully ma Feliya"
"Tega amat sih Nit, sama temen sendiri" Lita cemberut.
"Udah udah jangan dilanjut debatnya! sekarang kalian mau denger nggak cerita aku?" Sofia menegahi.
__ADS_1
"Mauuuuuuuu" jawab Trio Ta berbarengan
"Tapi kalian janji, ini nggak boleh bocor di Pondok, okey!" lanjut Sofia
"Okeeeey" jawab Nita dan Vita namun beda dengan Lita.
"Bocor, emang ember ya?" Lita nyahut dengan wajah tak bersalah.
"Haaaaaah, Litaaaaaaaa" pekik Nita dan Vita.
"Iiiiih, kalian berdua, udah dibilang aku nggak budek tahu, sakit nih kuping!". Tambah Lita dengan wajah ditekuk.
"Udah Nit, Vit kita jelasin dengan kata yang tidak mengandung kiasan". Lanjut Sofia.
"Mengandung? Aduh siapa yang hamil Sof?" Lita lagi lagi membuat ketiga sahabatnya urut dada.
"Sof, nggak sanggup aku, kamu aja deh yang jelasin!" ujar Vita dan Nita
"Lita sayang, denger ya! Maksudnya aku nggak boleh bocor itu, hubungan aku sama kak Firman nggak boleh ada yang tahu nanti di pondok, ngerti? Faham?" lanjut Sofia.
"Oooooh bilang kek dari tadi begitu, pakai acara ngomong bocor bocor segala, kan nggak ngerti aku" jawab Lita dengan muka polos.
Baru saja Sofia selesai bercerita, tiba tiba Lita kembali menyahut.
"Oh iya Sof tadi ngomong mengandung, siapa yang hamil ya Sof?"
"Aduh Lita, kapan Sofia ngomong hamil sih?" ujar Vita
"Tadi sebelum cerita, kan Sofia bilang mengandung kiasan, maksudnya apa? Hamil dengan kiasan gitu ya?"
Sofia, Nita dan Vita jadi terbengong dengan ucapan Lita, mereka saling lirik dan
"Litaaaaaaaaa" pekik ketiganya.
Apa yang mereka lakukan pada Lita?
yuk ikuti terus kelanjutannya pada bab berikutnya.
Bersambung...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...