Menikah dengan Guru PPL

Menikah dengan Guru PPL
Kebimbangan Risna


__ADS_3

Tiba tiba saja Sofia kejang kejang dengan mata yang terus melotot hingga membuat Firman yang sedang menunggu didalam jadi panik.


"Ya Allah apa yang sesungguhnya yang telah dialami Sofia?"


Dengan wajah panik Firman segera menghubungi petugas kesehatan, beberapa orang perawat pun segera masuk untuk mengecek kondisi Sofia.


"Astagfirullah, mas cepat panggilkan dokter!"


Teriak perawat yang baru saja masuk. Firman pun tambah panik, ia segera berlari ke ruangan dokter yang tadi merawat Sofia.


Saat Dokter dan Firman datang, Sofia kembali pingsan, dengan sigap dokter menangani keadaannya, hingga akhirnya mereka harus dihadapkan pada kenyataan, Sofia dalam kondisi koma akibat benturan di kepalanya. Dan dia harus dirawat dibruang ICU.


Risna yang mendengar itu jadi panik ia berudaha tetap tenang walau sebenarnya hatinya sungguh cemas, sementara ketiga sahabatnya telah kembali ke pondok, karena mereka harus mengikuti ujian semester, begitu juga dengan ustaz Kamil, karena sebagai wakil ketua Yayasan dia hatus selalu ada di Ponpes. Namun setelah mendapat kabar dari Risna iapun minta izin tuk kembali ke rumah sakit.


"Ya Allah sembuhkan Sofia melalui tangan dokter yang nenanganinya, hamba tak sanggup melihat keadaannya seperti ini, jika kehadiranku akan membuat batinnya tersiksa maka hamba ikhlas untuk pergi dari hidupnya ya Allah asalkan dia bahagia, kabulkan do'aku ini ya Allah, sembuhkan Sofia, aamiin ya Robbal'alamiin"


Dengan hati teriris perih Firman terus memanjatkan do'a.

__ADS_1


Ustaz Kamilpun datang, dengan wajah yang penuh kecemasan. Firman menatapnya dengan perasaan sakit, namun ia tak berdaya, sungguh ia berharap kalau Sofia akan membatalkan ta'aruf mereka.


"Maaf Mbak Risna, bagaimana ini bisa terjadi dengan Sofia ya? Mungkin saat saat ini saya tidak bisa terus dirumah sakit karena para santri sekarang sedang menghadapi ujian semester mereka"


Risna yang mendengar itu menjadi tak enak hati, dan memperbokehkan ustaz Kamil tuk kembali ke pondok.


Sementara itu Firman yang mendengarnya merasa bersemangat, ia berharap Sofia akan mau menerimanya kembali, dia bertekad untuk menjaga Sofia selama di rumah sakit, ia ingin membuktikan pada Risna dan Raayid kalau dia bersungguh sungguh mencintai Sofia dan ingin menjadikan Sofia istrinya.


...****************...


Empat hari telah berlalu. Belum ada tanda tanda Sofia untuk sadarkan diri, Firman masih setia menunggunya. Dan ustaz Kamil tak pernah menghubungi dan menanyakan keadaan Sofia karena kesibukannya di Yayasan, membuat Risna berfikir ulang untuk meneruskan kembali rencana ta'aruf adiknya.


"Iya kak, ada apa?"


"Aku merasa Sofia nggak bahagia dengan pilihan ini, Sofia seperti tertekan dengan keadaan yang dia alami, harus menjalani ta'aruf dengan ustaz Kamil, sementara Sofia dihatinya hanya ada kamu, dia masih mencintaimu Firman, apa kau tahu saat tragedi yang menimpamu dan mengharuskan kamu untuk bertanggung jawab, Sofia seolah kehilangan semangat hidupnya, dia merasa seperti nggak ada arti lagi dalam hidupnya, saat ustaz Kamil datang menanyakan keberadaan Sofia dan beliau mengungkapkan keinginan untuk menjalani ta'aruf dengan Sofia, waktu itu sebenarnya Sofia mau menolak tapi aku yang memaksanya mencoba meyakinkan dia bahwa ini mungkin jalan terbaik dari masalah yang sedang kami hadapi, dan dengan berat hati Sofia menyetujui usulan dan keinginan kakak, jadi sekarang kakak merasa sangat bersalah".


"Kak, aku juga merasa sangat bersalah sama Sofia, untuk itu saat pernikahanku dengan Shilla dibatalkan aku langsung buru buru untuk datang nemberitahu kalian, karena aku juga sangat mencintai Sofia kak, tapi sayangnya Sofia sudah menjalani ta'aruf dengan ustaz Kamil, dan sekarang aku hanya berharap kalau Sofia segera sadar dan pulih kembali seperti sedia kala, dan jika Sofia bahagia dengan uataz Kamil, aku akan mundur dan mencoba untuk mengikhlaskannya kak".

__ADS_1


"Firman apa kamu tidak ada keinginan sama sekali untuk bertahan dan memperjuangkan Sofia, karena kakak fikir, Sofia hanya bisa bahagia dengan kamu, bukan dengan ustaz Kamil".


"Tapi bagaimana dengan ustaz Kamil kak, apa dia mau untuk mundur dari ta'aruf ini? Sementara kakak sudah berjanji sama ustaz Kamil, Firman merasa nggak enak kak, apalagi Firman tahu kalau selama ini banyak ustaz yang menginginkan Sofia untuk dijadikan istrinya"


"Iya kamu benar, tapi kakak juga nggak bisa melihat Sofia tidak bahagia, kakak akan selalu merasa bersalah kalau Sofia terus nerasa tertekan"


"Kita lihat nanti aja ya kak! Kalau Sofia sudah sembuh dan pulih seperti semula kita tanya baik baik, apa keputusan yang akan dia ambil"


Saat Risna dan Firman ngobrol, mereka tak menyadari kalau apa yang mereka bicarakan telah terdengar oleh seseorang yang sedari tadi berdiri diluar pintu ruang ICU. Wajahnya memerah menahan rasa yang bergejolak setelah tahu apa sebenarnya yang telah terjadi antara Sofia dan Firman.


Siapkah dia itu?


Yuk simak kelanjutannya di bab berikutnya ya!


Bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2