
" Sofia" "Kak Firman"
Mereka menyapa bersamaan, mata mereka saling menatap seolah tak percaya dengan apa yang ada dihadapannya.
"Kalian udah ketemu setelah kalian seusia ini? karena seingat kakak kalian hanya pernah bertemu waktu masih usia Sofia baru 4 tahun"
"Kak Firman jadi guru PPL di sekolah Sofia kak"
"Oooh jadi kalian udah ketemu tiap hari dong di sekolah"
"Kalau gitu gimana sekarang dengan perjodohan ini, apa kita lanjut atau bagaimana, Sofia?" tanya Risna
"Terserah kakak aja" jawab Sofia dengan tertunduk.
"Kalau Firman gimana?" tanya Rasyid
Dengan senyum sumringah diwajahnya Firman menjawab sambil melirik Sofia
"Aku setuju dengan perjodohan ini kak, bahkan kalau bisa langsung nikah aja biar nggak jadi fitnah"
"Tapi aku kan masih sekolah kak, kan kalau menurut undang undang aku masih di bawah umur lo kak, belum boleh menikah"
"Okey kalau gitu kita nikah gantung aja dulu, maksudnya kita akad nikah aja dulu, hanya sebagai pengikat dan juga untuk menghindari hal hal yang bisa mendatangkan dosa, kalau untuk hidup bersama dan resminya kita tunggu sampai dik Sofia lulus sekolah! gimana? " Sambung Firman.
"Maksudnya nikah siri dulu, resminya nanti kalau Sofia sudah cukup umur begitu maksud dik Firman?" tanya kak Rasni
"Iya kak, seperti itu maksud aku"
"Gimana Fia kamu setuju nggak?" tanya kak Rasyid.
"Iya boleh, dengan syarat pihak Yayasan dan Pondok nggak boleh tahu, aku nggak enak sama mereka kak"
"Baik aku setuju dengan syarat kamu itu, dengan catatan nggak boleh didekati sama ustaz ustaz di sana, gimana?"
Sofia hanya mengangguk sebagai jawaban, Sofia dan Firman tak pernah menyangka kalau ternyata dulu mereka pernah bertemu sejak kecil, bahkan sering berantem hanya gara gara Sofia yang tidak suka menu makanan. Tanpa sadar mereka tersenyum saling menatap penuh cinta, tanpa tahu kalau gerak gerik dan gestur tubuh mereka tengah diperhatikan oleh pak Panji, Risna dan Rasyid.
"Hhhheeeeem" Pak Panji berdehem membuat mereka berdua tersadar .
"Fiyan, udahan dong bengongnya, papa tahu kalau Sofia memang mempesona, kamu udah kebelet nikah secara resmi ya, sayangnya Sofia masih belum mencapai usia pernikahan, yang sabar ya anak abi, tunggu 3 tahun lagi, baru boleh dinikahi secara resmi"
Kata kata pak Panji membuat Risna dan Rasyid tertawa, sementara Firman dan Sofia hanya senyum senyum menahan malu.
"Kalau gitu kapan rencana akadnya ini bisa kita laksanakan?" tanya pak Panji,
"Lebih cepat lebih baik, biar Sofia segera kembali ke pondok, karena saya hanya memintakan Sofia izin cuma satu minggu" jawab Risna.
__ADS_1
"Bagaimana kalau dua hari lagi, cukup kan untuk kita persiapkan?" tanya pak Panji.
"Ya aku setuju aja, karena aku rasa juga cukup kok waktunya buat persiapan" jawab Rasyid.
"Tapi Bi bagaimana dengan Umi? tanya Firman.
"Nanti kita kasih penjelasan, umi pasti ngerti dengan situasi dan kondisi Sofia".
"Kalau gitu, kami pamit pulang dulu ya! Sofia pesan Om, jaga kesehatan kamu, jangan sampai sakit ya!"
"Iya om" ...
"Mari semua, assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam.wr.wb".
...****************...
Hari pernikahan siri atau kawin gantung antara Sofia dan Firman pun akhirnya tiba...
"Sofia apa sudah siap sayang?" tanya Risna
"Sofia gugup nih kak, aduh nerves deh kak"
"Iya kak, Ya Allah lancarkanlah acara kami ini, jauhkan segala hambatan yang mungkin terjadi, tenangkan hati hamba dalam menghadapi pernikahan ini, aamiin".
Sementara di kediaman pak Panji...
"Umii, Firman minta do'anya ya mi, semoga apa niat baik kita ini berjalan lancar, maafkan Firman karena umi sekarang nggak bisa ikut menyaksikan secara langsung prosesi pernikahan Firman, tapi umi tenang aja nanti Firman suruh mbak Neti (sepupu Firman) buat videoin secara langsung acaranya buat umi ya".
"Iya tidak apa apa sayang, umi do'akan semoga semuanya berjalan lancar, dan semoga anak umi bahagia dengan pilihan umi dan abi, Firman apa kau bahagia sayang dengan pilihan umi dan abi?"
"Insya Allah Firman bahagia umi, pilihan umi dan abi adalah yang terbaik buat Firman, terima kasih ya umi karena sudah memilihkan Firman wanita yang cantik dan solehah umi".
"Benarkah sayang, umi juga bahagia nak jika kamu bahagia" Firman mencium tangan dan memeluk uminya sebelum berangkat.
"Firman berangkat dulu ya, assalamu'alaikum umi"
"Wa'alaikumussalam. wr. wb".
Saat di perjalanan
Ciiiiiiiiiiitttttt........... tiba tiba sopir yang membawa pak Panji dan Firman menginjak rem dengan mendadak, membuat para penumpangnya terbentur, hingga membuat kepala mereka luka dan lecet.
"Ada apa pak?"
__ADS_1
"Ini ada yang tiba tiba nyebrang jalan sembarangan, kayaknya ketabrak pak".
"Waduh bagaimana ini bi, waktunya udah mepet lagi, ya Allah pertanda apa ini?" gumam Firman.
"Saya turun dulu buat lihat ya pak". ucap sopir tersebut.
"Ya udah cepet ya pak kalau perlu cari jalan damai aja, atau Firman kamu berangkat duluan ikut di mobil kak Neti ya, nanti abi nyusul ya, abi mau urus masalah ini dulu, nggak mungkin abi berpangku tangan, abi harus ikut bertanggung jawab karena ini adalah perjalanan menuju acara kita".
"Baik bi, abi hati hati ya, abi juga harus segera nyusul ke acara Firman".
"Iya nak abi akan cepat urus ini, dan langsung ke acara kamu".
"Baiklah bi, Firman duluan ya bi, assalamu'alaikum".
"Wa'alaikumussalam, hati hati nak!"
"Baik bi"
...****************...
Sementara di kediaman Risna.
"Kak ini udah mau siang, kenapa kak Firman belum datang juga ya kak? apa terjadi sesuatu ya sama dia kak?"
"Hus nggak boleh ngomong sembarangan Fia, itu bisa jadi do'a loh, sebaiknya ngomong yang baik baik kalau perlu do'a mohon perlindungan sama Allah biar semua bisa berjalan lancar dan baik baik saja sayang!"
"Iya kak, aku jadi gugup gini, rasanya ada yang aneh dari tadi, seperti ada yang mengganjal di hati kak, rasanya nggak tenang gini, ya Allah lancarkan acara kami hari ini, aamiin".
Beberapa saat kemudian, terdengar suara mobil memasuki halaman rumah.
"Nah itu mereka datang, baru aja diomongin panjang umur tuh dia, yuk Sof siap siap sayang".
Firman memasuki ruangan akad, sementara Sofia duduk menunggu dibalik tirai pembatas.
Saat tangan Firman menjabat tangan penghulu, Neti yang tengah melakukan Video call dengan bu Khadijah, mendekat ke arah Firman dan membisikkan sesuatu...
Firman sangat terkejut dengan tanpa pikir sebelum akad terucap ia berlari keluar menuju mobil tanpa menghiraukan panggilan pak penghulu.
Apa yang terjadi sebenarnya sobat Noveltoon, kita akan lanjut di bab berikutnya ya...
bersambung......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1