
Tanpa pikir panjang Firman bergegas berlari keluar ruangan akad menuju mobil, ia tak menghiraukan panggilan pak penghulu.
Sofia yang berada dibalik tirai pembatas kaget bukan main, hatinya terbakar rasa kecewa atas insiden itu, namun dirinya tetap bersabar, semua ia serahkan pada Yang Maha Kuasa, ia tetap berfikir positif.
Semua tamu dan keluarga yang ada dirumah Risna bertanya tanya apa yang terjadi sesungguhnya?
Neti yang terbengong menyaksikan itu akhirnya memberitahu keadaan yang sebenarnya.
"Maaf semuanya, tadi ada insiden yang sangat genting yang saya kasih tahu ke Firman makanya dia langsung pergi tanpa permisi, ibunya yang sedang sakit tadi masih video call sama saya untuk menyaksikan acara ini, tiba tiba saja beliau harus dilarikan ke rumah sakit, jadi atas nama keluarga Panji Hermawan saya minta maaf yang sebesar besarnya pada hadirin sekalian terutama keluarga almarhum pak Hirjan Wibisono".
Begitu mereka mendengar penjelasan dari Neti, semua merasa prihatin atas kejadian yang menimpa ibu Khadijah, ibu dari Firman. Mereka semua turut mendo'akan kesehatan beliau.
Sofia dengan hati lapang menerima kenyataan bahwa akad pernikahannya harus tertunda demi kesehatan calon ibu mertuanya. Dengan derai air matanya ia memasuki kamar dan menumpahkan segala sesak dihatinya.
...****************...
Sementara itu, Firman dengan hati risau penuh kecemasan membawa mobil milik Neti dengan kecepatan penuh, hingga ia tak menyadari di persimpangan jalan arah ke rumah sakit ada pengendara motor yang hendak berbalik arah, dan Firman karena panik ia terlambat untuk menghindar.
"Awaaaaassss"
Duuuuuuuaaaaaaarrrrrr. kecelakaanpun tak dapat dihindari. Pengendara motor terguling dan terhempas ke trotoar pembatas jalan, sementara itu mobil yang dikendarai Firman terbentur tembok pagar warga sekitar, sehingga membuat kaca depan mobil tersebut hancur. Firman dalam keadaan pingsan. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung memberi pertolongan dan menelpon ambulans.
...****************...
__ADS_1
Rasa cemas, sesak dan khawatir terus menyelimuti Sofia.
"Ya Allah kenapa perasaanku jadi nggak enak gini, apa sesungguhnya yang telah terjadi ya Allah, semoga semua baik baik saja, aamiin". Sofia gelisah
Di rumah sakit Ibu Khadijah terus mengalami kritis, sementara pak Panji terus berusaha menghubungi Firman, namun tak bisa tersambung. Hingga ambulan yang membawa korban kecelakaan datang dan mengetahui kalau itu ternyata adalah Firman dan korban seorang gadis yang diketahui telah ditabrak Firman, mengalami patah tulang di kaki kirinya, hingga membuatnya lumpuh.
Keluarga korban tak terima dengan keadaan itu dan membuat tuntutan atas Firman. Mereka ingin menempuh jalur hukum. Membuat Firman berfikir untuk menempuh jalan damai.
"Ya Allah musibah apalagi ini? istriku makin kritis sementara putraku mengalami kecelakaan. Dosa apa yang telah aku perbuat selama ini ya Allah?" Pak Panji menghiba.
Ibu Khadijah yang mendengar kejadian itu tak bisa menahan kesedihannya hingga membuatnya makin kritis dan akhirnya harus menghembuskan nafas terakhirnya. Membuat keluarga dirundung duka yang mendalam.
Sementara keluarga korban yang ditabrak Firman, terus menuntut tanggung jawab atas putri mereka pada Firman.
"Bagaimana ini bi? apa yang harus Firman lakukan, keluarga gadis itu ingin aku bertanggung jawab hanya dengan menikahi gadis itu, kalau tidak mereka akan menempuh jalur hukum".
"Kalau begitu nanti biar abi yang bicara dengan Risna dan juga Rasyid! semoga mereka memahami keadaan kita, dan membantu kita untuk menyampaikan ini pada Sofia"
"Tapi bi, aku hanya ingin menikah dengan Sofia, bukan dengan wanita lain bi, aku sudah jatuh cinta pada Sofia saat bertemu di Pondok Pensantren bi"
"Pikirkan baik baik Firman, apa kamu ingin di penjara dengan menolak menikahi gadis itu, abi tidak mau nama baik keluarga kita rusak gara gara kamu keras kepala begini, abi sangat faham dengan perasaan kamu, tapi ini juga demi masa depan kamu, apa kamu mau menghabiskan masa mudamu di dalam penjara hah?"
"Baik bi Firman mengalah, keputusan abi tak pernah bisa aku tentang, karena itu adalah baktiku sebagai anak".
__ADS_1
Firman berlalu ia tak ingin berdebat dengan ayahnya, kendati hatinya harus kembali sakit menerima kenyataan bahwa gadis yang ia cintai tak kan pernah bisa ia nikahi. Ia berusaha tegar menahan perihnya luka karena tak bisa memiliki cintanya.
...****************...
Sementara itu di kediaman Risna.
"Sofia, yang tabah ya sayang! mungkin ini bukan yang terbaik buatmu, Allah pasti telah menyediakan sesuatu yang jauh lebih indah untukmu sayang".
Risna terus berusaha menghibur Sofia.
Dalam kekecewaannya Sofia berdiam diri di kamarnya, ia tenggelam dalam kesedihan yang kembali menderanya, kepedihan hatinya tak tahu dia harus curhat ke siapa, ia hanya bisa pasrahkan semua pada Allah Sang Penguasa Jagad Raya.
"Ya Allah kuatkan hamba dalam menghadapi ujianMu, kutahu ini semua sudah menjadi takdir yang Engkau gariskan untukku, dan aku ikhlaskan semua ini ya Allah, kupasrahkan semua padaMu ya Ilahi Robby, Engkau lebih mengetahui yang terbaik untukku dan ku yakin bahwa Engkau telah menyiapkan sesuatu yang jauh lebih indah untukku, aamiin"
Dikala Sofia tengah meratap memohon petunjuk pada sang Khaliq.
Tring... sebuah notif pesan WA masuk ke gawainya dari... Firman.
"Sofia ini kak Firman, aku mau kita kawin lari yuk, aku nggak mau menikah dengan orang yang nggak aku cinta, apa kamu mau Sofia? aku nggak mungkin menikah dengan terpaksa, aku mencintaimu Sofia, dan aku tak akan melepaskan kamu".
"Maaf kak, Sofia nggak mau jadi wanita yang egois, yang hanya mementingkan perasaan Sofia sendiri, kak Firman harus memikirkan perasaan om Panji dan juga nasib dari gadis yang sudah kak Firman tabrak, kak Firman harus bertanggung jawab, walau itu sungguh sangat menyakitkan untuk kita, Sofia nggak mau nama baik kak Firman dan om Panji jadi rusak hanya gara gara Sofia kak"
Firman terduduk lemas meratap penuh sesal, ia tak pernah menyangka kalau perbuatannya akan mengubah semua rencana masa depan yang sudah ia siapkan.
__ADS_1
Apa yang akan Firman lakukan selanjutnya?...