
"Tunggu! aku tidak akan membiarkan Shilla menikah dengan orang lain".
Semua mata berpaling ke arah sumber suara dan membuat yang hadir disana membelalakkan mata tak percaya.
"Randy, kamuuuu" ucap pak Ridwan dengan raut yang memerah.
"Iya om ini aku, Randy"
"Mau apa kamu kesini? tidak ada yang mengundangmu dan menginginkanmu hadir disini, sekarang juga pergi dari sini! jangan mengganggu acara kami saat ini! sebelum om marah sama kamu sekarang juga cepat pergi!"
"Om aku kesini mau minta maaf, waktu itu bukan keinginanku untuk menjauhi Shilla, tapi karena ada yang mengancam aku dengan keselamatan Shilla, jika aku tidak meninggalkan Shilla waktu itu juga"
"Terus sekarang mau kamu apa Rand? Shilla sebentar lagi akan jadi istri Firman, kau tidak berhak menghalangi semua ini! jadi om minta kamu segera pergi dari sini! jangan merusak acara ini!"
"Tidak om, aku yang akan menikahi Shilla om, aku tidak peduli bagaimana keadaan Shilla saat ini om, aku mencintai Shilla setulus hatiku om, tolong om jangan egois! karena Shilla juga mencintai saya om".
"Shilla bagaimana denganmu? papa nggak akan memaksa, papa hanya ingin yang terbaik buat kamu, sekarang itu hak kamu buat memilih, bagaimana sayang? itu terserah kamu sayang, papa hanya ingin kamu bahagia".
"Pa, maafin Shilla ya! papa kan tahu sendiri bagaimana perasaan Shilla selama ini yang sebenarnya seperti apa, Shilla masih sayang sama Randy pa".
"Jadi maksud kamu, kalau kamu lebih memilih Randy begitu?"
"Iya pa, maafin Shilla ya pa!"
"Nggak apa apa sayang, yang penting kamu bahagia, hanya itu yang papa inginkan sayang, iya kan ma?"
"Iya sayang, mama nggak mau kamu sedih lagi dan terpuruk seperti kemarin, asalkan kamu bahagia papa sama mama juga ikut bahagia sayang, jadi mama sama papa terserah Shilla saja, tapi mama minta kamu jangan sedih lagi dan jangan bertindak seperti kemarin ya! kita semua jadi takut sayang".
"Iya ma, makasih ya ma pa atas dukungan mama sama papa selama ini buat Shilla"
"Oh ya, nak Firman om minta maaf ya, selama ini om sudah banyak menyusahkan kamu, sekarang om bebasin kamu dari tuntutan ini"
__ADS_1
"Iya nggak apa om, Firman juga minta maaf, karena udah buat Shilla jadi seperti ini, Firman janji akan bertanggung jawab atas semua biaya Shilla sampai sembuh om, Firman akan anggap Shilla seperti adik Firman sendiri om, terima kasih karena om sama tante udah mau berdamai dengan Firman, sekarang Firman mau pamit dulu ya om tante, permisi assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam nak Firman, hati hati jangan ngebut lagi" nasehat bu Anjani.
"Iya tante makasih"
...****************...
Firman keluar dari rumah sakit dan
Dengan perasaan bahagia ia melangkah menyusuri lorong rumah sakit menuju parkiran bermaksud untuk menemui dan memberi tahu sang pujaan hati Sofia tentang apa yang telah terjadi di rumah sakit.
Begitu sampai di rumah Sofia, ia disambut oleh Risna dan Rasyid. Dengan mantap ia mengucap salam dan tersenyum bahagia. Melihat semua itu Risna jadi heran dan bertanya.
"Wa'alaikumussalam, oh dik Firman rupanya, ada apa ya kok datang ke sini, bukankah hari ini kamu akan menikah dengan gadis yang kamu tabrak itu ya?"
Firman tersenyum lalu menjawab pertanyaan Risna.
"Alhamdulillah kak, semua do'aku dan Sofia terjawab sudah. Kekasih dari Shilla wanita yang saya tabrak datang memohon untuk tidak melanjutkan pernikahan kami, dia bersedia menikahi Shilla dengan segala resiko, karena dia sangat mencintai Shilla kak"
"Iya kak itu benar, dan aku datang kesini mau melamar kembali Sofia kak"
Risna dan Rasyid saling pandang, mereka tak tahu bagaimana harus menjelaskan kejadian sebenarnya setelah peristiwa yang menimpa Firman.
Setelah lama hening, Rasyid akhirnya menjelaskan apa yang terjadi pada Sofia setelah kejadian yang menimpa Firman.
"Begini dik Firman, kami minta maaf sekiranya ini mungkin akan membuat dik Firman kembali kecewa"
"Maksud kak Rasyid apa ya, kok saya jadi bingung dan nggak tenang gini ya?"
"Sebenarnya setelah kepergian dik Firman waktu itu dan Sofia terlihat begitu terpukul, dan kebetulan sekali saatbitu tiba tiba saja ada salah satu ustaz tempat Sofia mondok dan dia itu wakil ketua Yayasan namanya Ustaz Kamil, dia datang menemui kami dan meminta untuk melakukan ta'aruf dengan Sofia, dan kami tidak bisa menolak karena kami tak bisa berdiam diri begitu saja melihat keadaan Sofia yang begitu menyedihkan dan akhirnya kami menyarankan pada Sofia untuk mencobanya, siapa tahu itu bisa menyembuhkan luka hatinya".
__ADS_1
"Ya Allah, begitu berat ujianMu kali ini, kalau begitu, apa saya boleh bertemu dengan Sofia Kak? saya hanya ingin memastikan kalau Sofia baik baik saja dan bisa bahagia dengan pilihan ini"
"Maaf dik, Sofia baru saja berangkat lagi ke pondok, diantar pak kemal sopir kami, kira kira 5 menit sebelum kedatangan kamu, mungkin masih dalam perjalanan".
"Kalau begitu saya pamit kak, saya mau menyusul Sofia, permisi assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam, hati hati jangan ngebut!" Firman hanya menganngguk dan berlalu.
Firman tak bisa tenang, kegundahan hatinya nampak begitu terlihat jelas dari raut wajahnya.
Sementara itu Sofia di dalam perjalanannya kembali ke pondok, tak hentinya ia mengusap air matanya. Hatinya gamang, gundah bergejolak menghimpit dadanya. Ia terluka namun tak berdarah, ya hatinya telah tergores luka karena cinta pertama yang ia rasa harus ia kubur dalam dan lupakan, hatinya menjerit dalam kepiluan, sungguh tak pernah ia rasakan cintanya akan kandas begitu saja.
Saat Sofia masih dalam kegundahannya tiba tiba saja mobilnya harus mendadak berhenti.
"Ada apa pak kemal? kenapa tiba tiba berhenti pak?"
"Ada anak kucing tiba tiba nyebrang neng"
"Oooh, saya kira ada apa ya sudah kita jalan lagi pak"
"Baik non" namun baru saja mobil mereka melaju sekitar 100 meter tiba tiba
Ciiiiiiiiiittttt...
Pak Kemal harus membanting setir dan menginjak rem karena ada yang menghadang jalan mereka.
Siapakah itu kira kira?
Mari kita simak kelabjutannya ya..
Bersambung...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...