
Sofia, Nita dan Vita jadi terbengong dengan ucapan Lita, mereka saling lirik dan
"Litaaaaaaaaaaaa" pekik ketiganya.
"Loh kok sekarang kalian bertiga malah teriak gitu sih? Sofia kok ikut ikutan juga, emang ada yang salah ya dengan omongan aku?"
Mereka bertiga Nita, Vita dan Sofia langsung terdiam, dengan wajah kesel mereka geleng geleng kepala, akhirnya mereka hanya bisa berbisik bisik sambil melirik ke arah Lita.
"Lita...! Coba aku minta tolong ya sayang, diam dulu simak baik baik ya, jangan nyahut kalau aku lagi cerita, okay cantik!" pinta Sofia dengan halus. Membuat Lita senyum malu malu.
"He he heee, iya deh Sof aku bakalan diam kok, aku janji nggak akan ngomong dulu sebelum ceritanya selesai".
"Gitu dong, jadi kalem aja dulu sementara, nanti kalau sama si biang kerok baru lo yang ngomong ceplas ceplos, okay sweety?" lanjut Nita.
"Hmmmmm" cicit Lita dengan mimik lucunya membuat Nita, Vita dan Sofia cekikikan.
"Iiiiihh gemezin banget sih ini" lanjut Nita sambil menjawil pipi Lita.
"udah sekarang cerita dong Sof, aku janji akan diam dan nggak akan ngomong ke orang orang, percaya deh, suwerrr". Sambung Lita dengan jari tengah dan telunjuk diacungkan membentuk huruf v.
"Baiklah aku mulai ceritanya ya, apa kalian ingat saat aku dijemput sama kak Risna ke asrama?" Trio Ta mengangguk bersamaan.
__ADS_1
"Hahahaaaa" tawa renyah Sofia membuat heran Trio Ta.
"Loh kok malah ketawa Sof?" tanya Nita dengan mimik heran.
"Habis mimik kalian lucu banget sih saat ngangguk bareng" jawab Sofia sambil senyum.
"Ya Allah Sofiaaaa, kirain apa yang ditertawakan" kata Vita dengan wajah cemberut.
"Heheeee ya udah aku lanjut cerita ya". Dan Sofia pun memulai ceritanya dari sejak ia dijemput oleh Risna ke asrama sampai berakhir seperti sekarang ini.
"Nah begitulah ceritanya kawan kawan".
"Hmmm kasihan ustaz Kamil deh" celetuk Lita dengan raut sedih.
"Lita, ngapain kasihan sih dia ustaz ganteng pasti banyak yang suka, lagian kalau dia mau sekarangpun pasti dapat, jadi ya udahlah! atau kamu kali yang mau jadi penggantinya Sofia Lit? Ayo ngaku". Cecar Nita
"Nggak koook cuma kasihan aja dia kan ustaz kita Nita"
"Trus ngapain ngomong kasihan, yang kasihan itu Sofia tahu, dia kan sahabat kita lagian ustaz Kamil itu banyak penggemarnya, nanti kalau sampai Sofia jadian sama udtaz Kamil trus banyak yang centil centil ngegodain ustaz kita, kan kasihan Sofia bisa makan hati tahu". Jawab Nita
"Isss Nita ngomong apaan sih, biar bagaimanapun dia itu tetep ustaz kita, lagian Sofia kan juga udah jadian sama kak Firman". Lita cemberut.
__ADS_1
"Lita kamu beneran naksir ya sama ustaz Kamil? ayo ngaku aja, nggak usah malu, kalau emang bener kita dukung kok, nanti biar kita yang jadi mak comblangnya, iyakan Sof, Nit". Ujar Vita dengan mimik menggoda.
"Iya bener tuh" sahut Sofia dan Nita.
"Iiihhh kalian ini, udah dibilang aku nggak naksir, lagian aku kan udah punya gebetan sendiri". Ceplos Lita tanpa sengaja.
"Apaaaa, udah punya gebetan?" ujar Duo Ta dan Sofia berbarengan.
"Upss, keceplosan deh" ucap Lita sambil menutup mulutnya.
DuobTa dan Sofia saling lirik lalu...
"Hayoooo sekarang juga jelasin ke kita siapa gebetan kamu Lita". Cecar Nita penuh semangat.
Lita dengan wajah malu malu menggelengkan kepalanya. Namun Nita, Vita dan Sofia terus saja menyudutkan Lita hingga akhirnya Lita pun bercerita.
Siapakah orang yang ditaksir Lita?
Yuk simak kanjutannya du bab berikutnya ya.
Bersambung...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...