
Ciiiiiiiiitttttt.....
Pak Kemal membanting stirnya dan menginjak rem dengan tiba tiba.
Ternyata ada segerombolan anak anak muda yang sedang balapan liar dan tiba tiba berhenti begitu saja di depan mobil yang dikendarai oleh pak Kemal. Begitu melihat penumpang yang ada di dalam mengalami luka, mereka dengan santainya berlalu sambil melambaikan tangan dengan tersenyum.
Sofia terbentur dan mengalami pendarahan di kepalanya, ia pingsan tak sadarkan diri, Pak Kemal dengan cepat keluar dan mencoba menolong Sofia, dengan segera ia mengeluarkan Sofia dari mobil dan menelpon ambulans.
Tak berapa lama Firman berhasil menyusul mobil yang dibawa pak Kemal, namun alangkah terkejutnya begitu ia berhasil menyusul Sofia, ia hampir tak percaya dengan pemandangan yang ada di depannya, dengan sigap ia mendekati mobil pak Kemal dan menyibak kerumunan orang banyak, ia hampir tak bisa berkata melihat keadaan Sofia yang pingsan berlumuran darah. Ia berteriak di depan orang banyak itu, sambil merangkul Sofia, ia sudah tak perduli dan tak mau tahu kalau Sofia masih belum menjadi mahromnya.
"Heeeii kenapa kalian membiarkan ini? Kenapa tidak menelpon ambulans?"
"Maaf nak Firman, saya sudah menelpon ambulans, dan mungkin sebentar lagi sampai"
Benar saja apa yang dikatakan pak Kemal, ambulans akhirnya datang dan membawa Sofia ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Sepanjang jalan Firman tak hentinya memanjatkan do'a dalam hati, ia merasa sangat bersalah dengan apa yang menimpa Sofia, ia berharap Sofia akan baik baik saja. Sesampai di rumah sakit barulah ia menelpon Risna dan Rasyid.
"Apa kamu bilang Firman? Sofia kecelakaan dan sekarang di rumah sakit dalam keadaan pingsan? Ya Allah apa sebenarnya hiknah dari rencanaMu atas musibah ini? Abi ayok kita segera ke rumah sakit!"
...****************...
Sampai di rumah sakit Risna langsung menuju IGD, ia bertemu Firman yang masih terlihat lemas karena kaget.
"Firman bagaimana keadaan Sofia? Bagaimana kronologis kejadian yang sebenarnya?"
"Persisnya aku juga nggak tahu kak? Tanya pak Kemal aja, karena waktu aku sampai kecelakaan itu sudah terjadi"
"Jadi kamu belum sampai saat kecelakaan itu terjadi Firman?"
"Iya kak, aku masih dalam perjalanan mengejar Sofia"
"Ya udah, kalau gitu Firman boleh pulang nanti biar kami yang jaga Sofia"
"Tapi kak, aku nggak akan tenang kalau di rumah, apalagi Sofia masih pingsan gini kak, aku mohon izinkan aku juga ikut jagain Sofia ya kak!"
__ADS_1
Melihat ekspresi wajah Firman yang memelas membuat Risna jadi iba, diapun mengizinkan Firman untuk tetap menunggu hingga Sofia kembali tersadar.
Saat ketegangan melanda mereka bertiga, tiba tiba datang ustaz Kamil dan trio Ta, alhasil membuat Firman tampak kaget, ia heran dari mana mereka tahu kalau Sofia mengalami kecelakaan.
"Assalamu'alaikum" ucap ustaz Kamil dan trio Ta.
"Wa'alaikumussalam" jawab Rasyid, Rusna dan Furman.
Tampak ustaz Kamil dan trio Ta melongo melihat Firman guru PPL mereka juga ada disana.
"Maaf kak Firman kok bisa ada disini ya?"
Tanya Vita
Namun Firman hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Vita, ia tak menjawabnya.
Risna yang mendengar itupun menyahut.
"Ini pasti temen temennya Sofia yang Trio Ta itu ya?"
"Iya saya Risna, gini tadi waktu Sofia kecelakaan kebetulan dik Firman ini lewat, lalu dia yang menolong dan membawa Sofia, tadi saya hanya menelpon pak Ustaz Kamil, apa udtaz Kamil yang memberitahu kalian ya?"
"Iya kak, karena kita sangat dekat dengan Sofia kak, kita mau ikut jagain Sofia, boleh ya kak?"
"Apa nanti tidak mengganggu pelajaran kalian ya, nanti kalian bisa ketinggalan loh"
"Tidak kok kak, wali kelas kita kan ustaz Kamil, jadi nanti ustaz Kamil yang beri kami apa saja pelajaran yang dibahas, selama kami diam jagain Sofia disini kak"
...****************...
Tak berapa lama keluarlah dokter yang menangani Sofia.
"Gimana adik saya dokter?" tanya Risna
"Ini keluarganya ya? kita bicara di ruangan saya aja ya, mari ikut saya!"
__ADS_1
Di ruangan dokter...
"Gini mbak, maaf sebelumya apa sebelum kecelakaan ada sesuatu yang membuat pasien tertekan?"
"Iya dok, adik saya emosinya sedang terguncang, karena tunangannya akan menikahi gadis lain, memangnya apa sebenarnya yang adik saya alami sekarang dok?"
"Tadi sempat dia sadar sebentar dan terus saja berucap, jangan tinggalkan aku, jangan jauh dariku, aku akan menunggumu, hanya itu yang dia ucap, lalu pingsan lagi, nah disini saya sarankan agar nanti kalau dia sadar, tolong untuk dipertemukan dengan mantan tunangannya itu, karena bisa saja pas dia sadar nanti, dia akan seperti orang yang kehilangan memory kesadarannya, dan mungkin akan lupa dengan kenangan yang membuat dia tertekan. Jadi dia membutuhkan support dari orang orang yang dia sayang"
"Baik dok, kebetulan dia yang menolong adik saya dan sekarang ada disini juga"
"Wah malah lebih bagus itu"
"Trus kondisi kepala adik saya baik baik sajakan dok? nggak parah kan?"
"Oh itu, untuk saat ini masih dalam pantauan kami dulu, kita akan lihat perkembangannya dua hari ke depan, kalau dia bisa pulih dalam dua hari kedepan, pastinya baik baik saja"
"Trus kapan adik saya sadar dok?"
"Kita tunggu aja, mungkin lima sampai enam jam lagi"
"Kalau gitu apa sekarang saya bisa menemui adik saya ya dok?"
"Bisa kok, bahkan kita bisa langsung pindahkan ke ruang rawat inap"
"Kalau begitu saya permisi ya dok, terima kasih atas infonya"
"Iya sama sama"
Di ruangan Sofia...
Setelah empat jam dipindahkan dari IGD ke ruang rawat inap, tanpa diduga tiba tiba saja Sofia mengalami kejang kejang dengan mata yang terus melotot membuat Firman yang menunggunya di dalam jadi panik.
Apa sebenarnya yang akan terjadi dengan Sofia?
Yuk simak terus kelanjutannya di Bab berikutnya ya!
__ADS_1