
"Assalamu'alaikum semua". Ucap seseorang masuk ke dalam kelas.
"Wa'alaikumussalam kak". Jawab para santri, ternyata yang masuk adalah guru PPL, Firman Alfiansyah.
"Kaifa halluk, Apa kabar semuanyaa". tanya kak Firman lagi.
"Bikhair walhamdulillah". jawab para santri
Firman segera memulai penjelasannya dia memberikan materi pelajaran dengan metode yang mudah dipahami oleh para santri, tapi saat Firman melihat ke arah Sofia dia merasa ada yang berbeda dari Sofia, tidak seperti Sofia yang kemarin dia temui, dengan segera dia memberikan tugas untuk para santri, agar mudah mendekat ke arah Sofia. saat para santri tengah asyik mengerjakan tugas, Firman dengan segera mendekat ke arah Sofia, dia terkejut melihat pelipis Sofia yang memar dan membiru. Dengan bahasa isyarat ia mencoba untuk bertanya pada Sofia, namun malah mendapat jawaban dengan gelengan kepala dari Sofia.
Saat jam istirahat tiba..
**********
"Sof kita ke kantin yuk". ajak trio Ta, namun Sofia terlihat tidak bersemangat, karena semalam dia kurang tidur, ditambah pagi ini dia harus menghadap ustaz Kamil di kantornya, untuk menyerahkan berkas yang kemarin diminta.
Dengan langkah gontai Sofia menelusuri jalan yang menuju ke kantor yayasan, dia seolah kehilangan semangat, dalam hatinya ada rasa khawatir dan gelisah, takut kalau ustaz Kamil tiba tiba membrondongnya dengan pertanyaan aneh seperti yang trio Ta katakan semalam.
*******
Setibanya di kantor...
"Assalamu'alaikum". Sofia melepas salam, ada ragu menyergap kalbu namun ia tetap terus melangkah, dalam hati terus mengucap do'a semoga Allah berkenan menolong hambaNya yang sedah resah.
"Wa'alaikumussalam". jawab para ustaz dan ustazah yang sedang istirahat menunggu waktu masuk jam ke 2. Tanpa disadari Sofia, seseorang tengah memperhatikan raut wajahnya yang tak seperti biasanya.
"Permisi ustaz ustazah, saya mau ke ruangannya ustaz Kamil dulu". ucap Sofia santun. Para ustaz dan ustazah itupun memberi anggukan. Sofia terua melangkah hingga akhirnya tiba didepan pintu ruangan sang ustaz idola para santri, dengan perasaan ragu dia mengetuk pintu.
Tok tok tok...
"Assalamu'alaikum ustaz". Sofia berucap.
"Wa'alaikumussalam, silahkan masuk".
Sofia melangkah masuk dengan perasaan gelisah, dalam hati ia terus memanjatkan do'a, tak ingin terjadi kesalahfahaman.
__ADS_1
"Duduk dulu Sofia". Ustaz Kamil tersenyum mempersilahkan, Sofia menunduk tak berani menatap langsung pada sang ustaz.
"Baiklah Sofia, apa teman temanmu sudah memberitahukan tentang pembicaraan saya dengan mereka kemarin?"
Jedeeer...
Bagai disambar petir, hal yang sangat dikhawatirkan Sofia akhirnya terjadi. Tanpa basa basi, tanpa bertele tele sang ustaz to the point, langsung bertanya pada intinya. Membuat Sofia kaget tak tahu bagaimana ia harus bersikap, namun dengan perlahan ia mulai menjelaskan pada sang ustaz, kalau dirinya belum ingin menjalin hubungan, ia hanya ingin fokus menuntut ilmu seperti yang dipesankan oleh almarhum kedua orang tuanya.
Dengan sedikit rasa kecewa sang ustaz harus menerima keputusan dari Sofia, namun tak ingin membuat Sofia merasa tak nyaman, ia berusaha bersikap biasa walau dalam hati ada rasa sakit seperti ditusuk ribuan belati, karena ini hal yang baru pertama kali ia alami, namun langsung mendapat penolakan yang teramat menyakitkan. Sofiapun undur diri dari hadapan sang ustaz, ia buru buru keluar, karena ia merasa tak enak hati terhadap sang ustaz.
...****************...
Sebulan telah berlalu semenjak kejadian di kantor ustaz Kamil. Sofia sedang duduk bercengkrama dengan ketiga sahabatnya, Trio TA, seseorang memberinya kabar, kalau kakaknya datang menjenguk, dengan perasaan bahagia dia berlari keluar asrama untuk menemui kakaknya di ruang tunggu keluarga santri hingga saat dia sampai diluar pagar tembok pembatas asrama tiba tiba saja...
Brugh... Sofia menabrak seseorang
"Aaauuuw" teriak Sofia dengan sigap orang itu memegang Sofia, dan...
"Haaah Sofia". ucap orang itu kaget "Kak Firman". balas Sofia tak kalah kaget. Mereka saling pandang, ada getaran aneh yang mereka rasakan, namun...
"Hei, Sofia cepet kamu sedang ditunggu kakakmu". teriak seseorang, membuat mereka berdua jadi salah tingkah.
"Sofia tunggu". panggil Firman.
"Iya kak ada apa". tanya Sofia
"Besok mungkin aku nggak bisa masuk ngajar". Dengan wajah sedih Firman nemandang Sofia.
"Emangnya kenapa kak?" tanya Sofia heran.
"Karena ibuku menyuruhku untuk pulang dulu, beliau sedang sakit dan aku disuruh untuk menemani beliau sementara waktu sampai ibuku bener bener sembuh". ujar Firman penuh penyesalan.
"Ya Allah semoga ibu kakak lekas sembuh ya, salam ta'zim dari Sofia buat ibu kakak ya, maaf Sofia nggak bisa jenguk".
"Iya nggak apa apa Sofia, terima kasih atas do'anya". Sofiapun berlalu dengan wajah sedih.
__ADS_1
...****************...
Di ruang tunggu
"Kakak..." Sofia langsung memeluk kakaknya penuh haru. "Kak Risna kenapa baru jenguk Sofia sih kak, kan Sofia jadi kangen". ucap Sofia penuh manja.
"Duuuuh adik kakak yang cantik ini, mulai deh keluar manjanya, baru juga sebulan nggak ketemu udah kayak setahun aja".
"Hmmm kakak, gitu deeeh, kakak ipar, Zidan sama Azizah mana kak, aku kangen juga sama keponakanku, kok nggak dibawa sih kak". rajuk Sofia.
"Kakak ipar kamu ada tuh di luar, Zidan sama Azizah kakak titip sama bibi di rumah, oh ya Sof kakak kesini mau jemput kamu, ada amanah dari mendiang ayah sama ibu yang harus kita tunaikan, soal izin ke yayasan, jangan khawatir kakak udah izinin kamu ke pihak yayasan, sekarang kamu bersiap siap aja kita langsung pulang ya".
"Hmm baiklah kalau gitu Sofia mau siap siap dulu ya kak". Tanpa banyak komentar, Sofia langsung masuk untuk mengambil beberapa baju yang akan dia bawa pulang, Ia begitu senang karena akan segera melihat rumahnya sebentar lagi.
...****************...
Di kamar Trio Ta...
"Sofia, beneran kamu dijemput? wah nggak bakalan seru lagi deh ini kamar kalau nggak ada kamu, kita pasti bakalan kangen banget deh sama kamu Sof" ujar Nita cemberut.
"Iya nih Sof, nggak asyik lagi deh nggak ada kamu Sof". ujar Vita dan Lita sedih. Mereka berempatpun berangkulan saling memeluk.
"Sudah ya aku pergi dulu, nggak usah sedih aku kan nggak pulang untuk selamanya, aku juga balik lagi kok nanti, ini untuk sementara aja, kata Kak Risna ada urusan yang harus diselesaikan dulu, ini amanah mendiang orang tua aku, jadi harus segera ditunaikan, begitu". ujar Sofia.
"Urusan apa sih Sof, kalau kita boleh tahu". ucap Vita.
"Ya kalau itu Sofia juga belum tahu, kata kak Risna, nanti kalau Sofia udah dirumah baru dikasih tahu, gitu".
"Aku pergi dulu ya temen temen, assalamu'alaikum semua". ucap Sofia
"Wa'alaikumussalam". jawab Trio Ta bersamaa.
Ada urusan apakah hingga Sofia harus dijemput untuk pulang oleh kakaknya?
Yuk simak di bab berikutnya ya...
__ADS_1
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...