
Saat jam istirahat, para santri pergi ke kantin. Sofia dan trio Ta pun hendak pergi ke katin juga, namun ada seorang santri yang tiba tiba datang mendekati mereka dan berucap. "assalamu'alaikum maaf ini yang namanya Senja yang santriwati baru itu ya?"
Sofia menjawab sambil tersenyum "wa'alaikumussalam, iya ini saya Sofia, maaf ada apa ya kalau boleh tahu?"
"ada pesan dari ustaz Kamil, katanya Sofia disuruh menemui beliau di kantor, begitu kurang lebih pesannya, kalau gitu saya permisi ya, assalamu'alaikum" santri itipun berlalu.
"wa'alaikumussalam". jawab Sofia dan Trio Ta bersamaan. Merekapun saling pandang, dan menerka nerka apa gerangan yang membuat Sofia dipanggil ke kantor oleh sang Ustaz keren idola para santriwati tersebut. Namun bagi Sofia dia tidak memiliki rasa pada Ustaz tampan tersebut. Sebab di hatinya telah tertambat pada sang guru PPL Firman Alfiansyah.
"Hayo Sof, kamu dipanggil sama ustaz idola tuh, jangan jangan kamu mau lamar sama itu ustaz Sof, he he he". Nita berkomentar sambil cengar cengir. "hus jangan ngomong sembarangan deh Nit, ntar ada yang denger kan ribet urusannya, lagian belum tentu bener tuh dugaan kamu". jawab Sofia sambil cemberut.
"he he heeee, sorry deh Sof, tapi kalau bener asyik tuh Sof, ditaksir sama ustaz idola para santri disini, udah ganteng, wakil ketua Yayasan lagi, iya Nggak sih TATA (Lita + Vita). sambung Nita sambil nyengir kuda, membuat Sofia jadi makin salah tingkah.
"Ah udah deh becandanya Nit, aku pergi dulu ya, assalamu'alaiku". ucap Sofia sambil berlalu.
"Wa'alaikumussalam", trio Ta menjawab dengan bersamaan. "Sof jangan lupa kasih tahu nanti hasilnya ya!". teriak Vita ikut menimpali candaan Nita.
Sesampainya Sofia di depan kantor Yayasan Ponpes Al-Jannah. "assalamu'alaikum", ucap Sofia dengan lembut.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam, eh nak Sofia ya?". Terdengar sambutan dari dalam ruang para ustaz dan ustazah. Ternyata di kantor para ustaz dan ustazah sedang istirahat. Disana juga ada para guru PPL yang tengah berbincang dengan para ustaz dan ustazah.
"Iya ustazah, saya Sofia". jawab Sofia. "Oh ya udah masuk Sof, langsung aja ke ruangannya ustaz Kamil, sudah ditunggu dari tadi". Sofia melangkah masuk sambil menundukkan wajah. Tapi disebuah sofa sudut ruangan, diam diam seseorang terus memandanginya. Dialah sang guru PPL, Firman Alfiansyah. Saat Sofia mengangkat wajahnya... teng, mata mereka langsung bertemu, Sofia sedikit gugup, ada getaran aneh yang mereka rasakan. 'ya Allah ada apa dengan diriku ya Allah, kenapa ada sesuatu yang begitu menarik dalam diri kak Firman, dia memang terlihat sungguh menawan, dia memang tidak setampan uataz Kamil, tapi ada sesuatu yang menarik yang bisa aku rasakan'. Sofia membatin.
Firman pun tersenyum memandang Sofia yang sedang memandangnya. 'Indah dan sungguh menawan, ciptaanMu memang mempesonaku ya Allah, aku merasakan ada getaran aneh dihati ini ya Allah, sungguh baru kali ini aku merasakan sesuatu yang berbeda dari biasanya, apa ini ya Allah, beri hamba petunjukMu'. batin Firman mulai terusik.
"Sofia silahkan masuk, sudah ditunggu sama ustaz Kamil di ruangannya". ustazah Rehani memperingatkannya. Dengan sedikit kikuk Sofia menjawab.
"Ii iya ustazah, terima kasih, permisi". Sofia melangkah dengan hati hati menuju ruangannya ustaz Kamil, dia sedikit ragu untuk mengetuk pintu. Tok tok tok "assalamu'alaikum ustaz" Sofia melepas salam dengan santun.
"Iya ustaz". Sofia pun masuk dengan hati yang risau. "maaf ustaz, ada apa ya". tanya Sofia.
"Duduk dulu Sof". ustaz Kamil mempersilahkan Sofia duduk di seberang mejanya, sang ustaz berusaha bersikap dingin dan cuek, padahal yang sebenarnya dalam hati begitu senang melihat Sofia kini ada di hadapannya. "gini Sofia, hmm kamu kan santriwati baru di sini, apa kamu sudah menyelesaikan kelengkapan data kamu disini, misalnya seperti KK, AKTA KELAHIRAN, dan IJAZAH kamu yang kemarin itu? kalau belum, besok tolong bawa kemari ya, saya tunggu disini di ruangan saya ini, bagaimana Sofia?".
"Maaf ustaz, itu sudah diserahkan langsung sama kakak saya ke pihak bagian administrasi, waktu saya dan kakak saya kemari ustaz". jawab Sofia dengan santun.
Modus tuh ustaz hiiiii...
__ADS_1
"Itu sih beda lagi Sofia, itu untuk bagian dari panitia pendaftaran aja, nah di kantor Yayasan juga diperlukan supaya mudah bagi kami untuk mengetahui data santri kami disini, karena nanti jika sewaktu waktu ada penggalangan beasiswa untuk para santri, kami bisa ajukan langsung tanpa meminta kembali data santri, semisalkan waktunya sedikit Sofia, seperti itu, fahamkan Sofia". padahal itu hanya modus ustaz Kamil aja, supaya lebih sering bertemu Sofia.
"Oh gitu ya ustaz, baiklah kalau begitu besok saya bawa kemari ustaz, kalau begitu saya permisi ya ustaz, assalamu'alaikum".
Sofia berlalu dengan hati penuh tanya. Dibenaknya mengatakan 'aneh sekali, kok tumben saya temukan ada wakil ketua Yayasan minta secara langsung pada santrinya masalah kelengkapan administrasi'. sambil bersungut sungut ia berjalan keluar ruangan ustaz Kamil.
Di depan kantor Yayasan.
bruuuuk...
"Aduh, oh maaf kak saya kurang fokus, permisi". ternyata Firman sang guru PPL sedang berdiri disana, sepertinya dia menunggu Sofia keluar dari ruangannya ustaz Kamil.
"Tunggu, Sofia saya mau bicara, boleh kan?" Dengan sedikit ragu Sofia mengangguk untuk mengiyakan.
"Gini dik Sofia, dari pertama kita perkenalan tadi di dalam kelas adik, kakak merasa ada yang beda dengan perasaan kakak ke adik, entahlah kakak juga masih belum ngerti dengan perasaan ini, tapi percayalah ini baru pertama kali kakak merasakan rasa ini, ada rasa suka dan bahagia melihat adik, kakak rasa ini adalah rasa cinta buat adik, bolehkah kakak menyukai adik selayaknya seorang kekasih?" dengan sedikit kikuk sang guru PPL Firman mengutarakan perasaannya, mereka tidak menyadari kalau pembicaraan mereka didengar oleh seseorang, yah dia adalah Feliya si biang rusuh.
Bersambung
__ADS_1