
Saat Sofia sampai di ujung lorong depan gerbang asrama putri. tiba tiba saja...
Sreeeett, tangannya di tarik oleh seseorang.
"Aduh, siapa sih yang narik aku?".
Jeduk... kepala Sofia kepentok pintu gerbang, hingga membuat pelipisnya sedikit memar.
"Hei Sofia, masih aku kan?"
"Haaah, kamu Feliya kan, yang waktu ditempat wudhu' itu?" Sofia sedikit kaget dengan yang dilakukan Feliya terhadapnya. Dia mencoba mengatur nafasnya untuk menghilangkan keterkejutannya.
Dengan tatapan garang Feliya berusaha membuat Sofia ketakutan, Feliya mencekal tangan Sofiya dengan kasar, hingga Sofia meringis kesakitan.
"Aduh Fel, apa yang kamu lakukan, tanganku sakit Fel, salahku apa sama kamu Fel?" dengan wajah meringis menahan sakit, Sofia berusaha melepaskan cekalan tangan Feliya. Dan dengan kasarnya Feliya menghempaskan tangan Sofia ke tembok pembatas lorong yang menghubungkan asrama putri dengan gedung sekolah mereka.
Jeduuuk...
Sofia sedikit terhuyung, hampir kembali membentur tiang gerbang.
"Aduh Feliya, sakit tahu Fel?" Sofia meringis
"Heeh anak baru, jangan songong kamu, denger baik baik ya, disini itu cuma aku yang harus jadi nomor satu, aku yang harus lebih dulu dapat perhatian dari semua ustaz keren disini, juga dari guru PPL itu, faham?" dengan sedikit menekan Sofia ke balik dinding.
"Maaf Feliya, maksud kamu apa ya, aku kurang ngerti deh maksud kamu apa?" Jawab Sofia mulai jengah.
"Sofia...Sofia, kamu mau berlagak beneran nggak ngerti atau pura pura nggak ngerti, kamu pikir pembicaraanmu dengan guru PPL yang namanya pak Firman Alfiansyah itu nggak ada yang denger ya?, helloooo Sofia si gadis dungu, aku udah denger semua pembicaraan kalian, dari A sampai Z aku sudah simpan disini di otakku, aku masih ingat, bagaimana Kak Firman mengutarakan isi hatinya sama kamu, Songong?" sambil menoyor Sofia.
Sofia tersentak dia tak menyangka, kalau pembicaraannya dengan Firman ternyata didengar oleh Feliya, namun Sofia berusaha tetap tenang tidak menunjukkan kekhawatirannya didepan Feliya.
__ADS_1
"Feliya denger, kamu tahu kan kalau aku masih belum kasih kak Firman jawaban. Pasti kamu tahu kan itu Fel, trus apa hubungannya sama kamu antara ungkapan hati kak Firman ke aku, aneh, padahal kamu bukan siapa siapanya kak Firman Fel, atau kamu suka ya sama kak Firman, trus kamu cemburu gitu, iya Fel?" Sofia berusaha membalik pertanyaannya ke Feliya. Namun bukan Feliya namanya, jika belum membuat lawannya terpojok dan membuat suasana gaduh.
"Sofiaaa...Sofiaaa" (Feliya, sambil mencebik, tersenyum meremehkan), "Kamu fikir aku melakukan ini tidak punya alasan ya, kan sudah kubilang, tidak ada yang boleh mendapat perhatian lebih dulu selain aku dari setiap ustaz keren termasuk guru PPL itu, faham, budek apa memang lemot ya dari tadi dijelaskan juga". (Feliya memegang dagu Sofia dengan kasar)
"Feliya, kalau memang kamu menyukai mereka, tunjukkan pada mereka kalau kamu pantas, bukannya malah ngancem aku , bukan kayak gini caranya Fel, perlihatkan sama mereka apa kekebihan yang kamu punya, bersaing secara sehat".
(Sofia makin jengah).
Baru saja Feliya akan membalas, tiba tiba saja terdengar suara TriobTa mulai mendekat hingga membuat Feliya mengurungkan niatnya.
"Hei denger ya Sofia, jangan bertingkah disini, awas aja kalau sampai aku denger kamu deket deket sama tuh guru PPL itu, kamu akan tahu sendiri akibatnya, camkan itu dan ingat nggak ada yang boleh tahu dengan obrolan kita ini, ngerti. Bye, assalamu'alaikum". Feliya pun sgera berlalu agar aksinya tidak diketahui oleh Trio TA.
Saat Trio Ta akan melewati gerbang.
"Hei Sofia, apa yang kamu lakukan disini, kenapa belum ke asrama?". ucap Vita sedikit heran.
"Ini aku nunggu kalian, nggak asik aja kalau aku sendirian di kamar, iya kan, jadi aku nunggu disini", Sofia tersenyum menyembunyikan rasa ngilu akibat benturan di pelipis dan bekas cengkraman Feliya. Sofia tidak ingin sahabat sahabatnya khawatir dengan keadaannya.
Vita kaget, merasa ada yang aneh saat melihat pelipis Sofia sedikit memar dan membiru, dia pun bertanya dengan heran.
"Sofia, kenapa pelipis kamu memar gini, apa yang sudah terjadi Sof, jujur Sof, jangan sembunyikan apapun dari kita Sof".
Vita memberondong Sofia dengan pertanyaan.
"Ooh yang ini, nggak sengaja kebentur di depan gerbang tadi, pas jalan aku nggak lihat lihat, he heeee". jawab Sofia sambil nyengir kuda.
Mereka berempatpun kembali menuju ke asrama dan bersiap siap untuk makan siang.
Malam harinya selesai beraktivitas seperti biasa, mereka duduk duduk sambil bercerita. Trio Ta saling melirik dan mencoba untuk mengatakan sesuatu pada Sofia.
__ADS_1
"Hmmm gini Sof". Nita sang ketua geng mencoba memulai percakapannya.
"Iya ada apa Nita?" sahut Sofia.
"Sofia, jika ada diantara para ustaz disini suka sama kamu gimana Sof?" tanya Nita hati hati. Sofia merasa ada yang aneh dengan ketiga sahabatnya.
"Gini Sof, kalau misalnya ada ustaz yang suka sama kamu terus dia mau ta'aruf sama kamu, apa kamu mau Sof". Vita mencoba bertanya. menegaskan pertanyaan dari Nita.
"Hei kalian aneh deh hari ini, kok tiba tiba ngomongin ta'aruf, mau apa nggak, ada apa sih kalian". tanya Sofia makin heran.
Ketiga sahabatnya, Trio Ta saling pandang.
"Jujur nggak ya Vit". Nita meminta pendapat dari Vita, namun sebelum Vita menjawab. Lita tiba tiba saja nyeplos.
"Ah kalian berdua kok bertele tele sih, langsung aja ke intinya, gini Sof, tadi ustaz Kamil meminta kita untuk menanyakan ke kamu, apa kamu udah ada yang lamar belum, kalau belum ustaz Kamil mau ta'aruf sama kamu, nanya kek gitu kok susah banget sih, cerocos Lita, membuat Nita dan Vita jadi geregetan dan kesal.
"Ih Lita, kamu ini nggak bisa tahan dulu apa intinya, nyerocos aja langsung kek sepeda nggak ada remnya".
"Haaaaah, jadi dari tadi kalian muter muter ngomongnya ternyata mau bilang gitu ya?". Sofia sedikit kaget dengan apa yang Lita sampaikan.
"He he heeee, iya Sof gimana menurut kamu? mau nggak, atau kamu udah punya calaon kali". Nita menimpali.
"Ya Allah, aku nggak bisa jawab sekarang Nit, aku masih mau ngejar cita cita aku dulu Nit". Jawab Sofia.
Trio Ta jadi bingung harus menyampaikan apa besok pada ustaz Kamil. Mereka bertiga jadi serba salah.
Berrsambung dulu yah pemirsa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...