Menikah dengan Guru PPL

Menikah dengan Guru PPL
Dilema di Hati Sofia


__ADS_3

Kini Sofia jadi merasa bingung sendiri, dia tak tahu harus bagaimana, disisi ruang hatinya, tak tahu harus memilih siapa, antara Kak Firman sang guru PPL ataukah Ustaz Kamil sang idola para santri, yah tak ada yang tahu tentang resah yang menderanya, dilema... itu yang kini dirasa oleh Sofia.


Pagi saat jam sekolah...


Trio Ta berangkat ke sekolah sambil bercanda ria berbeda dengan Sofia yang terlihat sedikit lesu, dia berjalan gontai memasuki ruang kelasnya. Semalam dia kurang tidur karena memikirkan apa yang dikatakan Feliya dan juga tentang ungkapan isi hati kak Firman dan ustaz Kamil.


Sofia tak tahu bagaimana harus bersikap, ia mencoba mengusir gundahnya dengan bersholawat.


Nita yang melihat perbedaan sikap dari Sofia mencoba mengajaknya bercanda.


"Sofia cantik, yang cantiknya nggak abis abis, harum mewangi bunga melati berseri seri sepanjang hari, hei kenapa dari tadi aku lihat kamu murung terus hah, ada apa, apa mikirin ustaz ganteng ya Sof, ayooo ngakuuu, nggak bisa tidur semalam ya? udah Sof terima aja sayang mubazir". canda Nita.


"Aduh Nita kayak makanan aja mubazir, udah Sof nggak usah dengerin si Nita, dia itu becandanya suka keterlaluan, masalah ustaz Kamil nggak usah dipikirin, bawa santai aja Sof, nggak usah ta'aruf segala bila perlu, langsung ke penghulu aja Sof ajak nikah, he he heee, iya nggak Nit". celetuk Vita.


Tiiinngg... "Aduh, sakit Nit". Seru Vita sambil memegang kepalanya yang di pites oleh Nita.

__ADS_1


"Lagian kamu tuh, bilangnya becandaku keterlaluan, nggak tahunya kamu lebih parah". Nita sewot


"Udah deh temen temen, aku lagi pusing tahu, jangan dulu bercandanya". ujar Sofia cemberut.


"Eleh eleeeeh, sahabat kita nih si cantik jelita kayaknya sedang galau deh TATA, kasihan ayo cerita mikirin apa, mungkin kita bisa kasih solusi Sof, punya masalah tuh jangan di pendam, ceritain ke kita biar plong, kita ini kan sahabat kamu Sof, dijamin kerahasiaannya kok". Celetuk Vita


"Rahasia apaan ya Sof, coba dong terus terang sama kita, nanti aku cariin solusi deh, bila perlu kita tanya tanya sama para ustazah disini, biar bisa dibantu gituuuh, iya kan TA TA?" Lita mencoba kasih saran, yang bikin Vita, Nita dan Sofia jadi geregetan.


"Litaaaa". teriak Nita jengkel. "Ih Nita, aku tuh nggak budek tahu, lagian aku kan deket nggak jauh, kok pakai teriak teriak segala sih Nit?" ucap Lita bikin Nita makin sewot.


"Tapi aku kan denger kalian ngomong, trus aku kan juga pingin ngasih pendapat aja, kalau diterima ya syukur kalau nggak juga nggak apa apa kok". ujar Lita.


"Aduh Lita, ini rahasia sayang, tahu nggak sih apa itu rahasia". ujar Nita


"Tahu dong, aku tahu apa itu rahasia, sesuatu yang nggak boleh diketahui oleh orang banyak, iya kan?" ucap Lita.

__ADS_1


"Nah itu kamu tahu, terus kenapa harus minta bantuan para ustazah, kan nggak jadi rahasia dong Lita sayang, kalau bukan genk kita nih udah aku timpuk dari tadi, sabaaar sabaaar". ujar Vita sambil mengelus dada


"He he heeee, maaf deh kalau gitu, aku salah ya, namanya juga kasih saran". Lita merengut.


Saat mereka lagi asyik ngobrol sambil bercanda, terdengar seseorang masuk mengucap salam.


"Assalamu'alaikum semua".


"Wa'alaikumussalam Kak". ucap para santri serempak. Wah ternyata yang datang Firman sang guru PPL.


Bagaimanakah sikap dari Sofia selanjutnya.....? Mari kita tunggu di bab berikutnya yah pemirsaaa.


bersambung dulu...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2