Menikahi Pembantu TAJIR

Menikahi Pembantu TAJIR
MPT #01


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Braak.


Sebuah kendaraan pick-up menyerempet tubuh si Minul hingga gadis itu jatuh, semua yang terasa mendadak membuatnya tak sadarkan diri ia di tolong oleh beberapa orang dan juga petugas keamanan di lobby. Sedangkan si mobil pick up kabur entah kemana.


Darren yang yang sudah ada di dalam kendaraannya yang sedang berjalan ke arah terakhir ia meninggal kan sang pembantu pun bingung saat melihat banyak kerumunan orang. Ia yang tentu tak tinggal diam langsung keluar dari mobilnya menuju orang-orang yang sedang berkumpul.


"Ada apa ini?" tanya Darren yang entah pada siapa saking paniknya.


"Ini, ada wanita yang terserempet mobil," jawab seseorang yang tak di perhatikan oleh Darren karna ia terus masuk kedalam kerumunan orang yang cukup padat.


"Minul!" teriak Darren yang sontak membuat yang mendengar hal tersebut jadi menoleh.


"Anda kenal, Tuan?" tanya seorang Security hotel.


"Iya, dia teman saya," jawab Darren dengan tegas hingga meyakinkan orang di sekitar.


"Ya sudah, bawa kerumah sakit terdekat ya," timpal yang lainya.


Saat orang-orang ingin membantu, Darren menepis semua yang akan menyentuh pembantunya itu karna hanya akan ia saja yang menggendong si Minul menuju mobilnya. Ada yang sekedar mengikuti dan ada juga yang benar benar membantu, seperti membuka kan pintu mobil bagian belakang.


"Terima kasih," ucap Darren sebelum ia masuk kedalam kendaraan yang sudah siap melaju, karna saking penasarannya ia meninggalkan mobilnya dalam keadaan mesin masih menyala, untung saja tak ada yang berniat jahat padanya saat itu.


Sang pembantu yang dalam keadaan tak sadar langsung di bawa kerumah sakit terdekat, hanya Darren di kursi depan dan si Minul di kursi belakang dalam keadaan berbaring. Pria yang nampak panik dan takut tersebut membagi fokusnya antara jalan di depan dan si Minul dalam keadaan pingsan.


.


.


Sampai di rumah sakit, sang tuan putri Bramasta di bawa ke UGD untuk mendapat pertolongan pertama, Dress cantik yang membalut tubuh rampingnya tak di hiraukan karna semua orang terlalu fokus pada wajah si pasien baru yang memiliki tompel cukup besar di pipi.

__ADS_1


Ya ampun, ini pasti pas ada gerhana emaknya gak ngumpet di kolong, jadi bertompel nih anak.


Badannya MashaAllah tapi mukanya Astagfirullah


Habis ini, kita Oprasi pria yang bawa ini pasien ya, kayanya ada masalah di penglihatan.


Desas desus saling berbisik antar perawat untung saja tak terdengar oleh si pasien, karna jika itu terjadi sudah bisa di pastikan jika si Minul pasti tak akan Terima jadi bahan ghibahan orang lain apa lagi sampai ada yang ingin menggantikannya untuk Darren, padahal perjuangan nya begitu dahsyat hingga bisa sampai sejauh ini.


"Bagaimana, Dok?" tanya Darren pada dokter laki laki yang memeriksa keadaan pembantunya tersebut.


"Tekanan darahnya sangat rendah. Kami akan pindah ke ruang rawat inap karna pasien dalam keadaan tidak sadar," jawab Dokter. Ia tahu jika pasien yang sedang ia tangani ini adalah korban insiden kecelakaan kecil, meski tak ada luka parah di bagian tubuh tapi Syok yang dialami si Minul cukup mengkhawatirkan.


"Lakukan yang terbaik, Dok. Saya mohon," pinta Darren, niat hati ingin menghabiskan waktu bersama di luar justru malah berakhir di rumah sakit.


"Tentu saja, ini adalah tugas kami, mohon doa nya juga ya," pesan Dokter yang lalu pamit.


Sedangkan Darren ikut dengan beberapa perawat yang akan membawa pembantunya itu ke ruang lain. Darren dengan cepat meminta ruang rawat inap VIP agar si Minul nyaman dan ia pun tenang jika menunggu hasil pemeriksaan jika di area privasi yang ada dirinya saja.


Di kamar Melati nomer 2, kini tuan putri Bramasta masih berada di bawah alam sadarnya. Ia seperti orang tidur karna memang pengaruh obat yang sudah perawat diberikan.


Tapi, bukankah tak ada yang kebetulan dalam dunia ini? semua sudah di atur sedemikian rupa sampai hingga ada hikmah yang bisa di raih dalam musibah yang terjadi.


Darren yang terus mengusap tangan si Minul bahkan berkali-kali menempelkannya dipipi, rasanya begitu lembut, hangat dan bahkan bisa menenangkannya yang sedang takut serta gusar saat ini.


Malam kian larut, ia yang tertidur dengan kepala bertumpu di atas tangan tak berniat beranjak sama sekali padahal ada sofa panjang yang bisa ia gunakan untuk berbaring melepas lelah.


Sedangkan si Minul yang perlahan sadar mulai mengerjapkan kedua matanya. Ia yang masih merasa pusing serasa berputar putar saat melihat ke area sekitar kamar rawat inap.


"Dimana ini?" gumamnya pelan sambil terus mengingat ingat kejadian sebelum ia lupa segalanya, namun semakin di paksa nyata membuat kepalanya terasa berat dan sakit di bagian belakang.


Ia yang ingin bergerak pun rasanya sulit karna seperti ada yang sedang menahannya, dan usaha untuk melepaskan genggaman dari pria yang sedang terlelap itupun nyatanya mampu membuat Darren ikut mengerjap juga.

__ADS_1


"Nul--," seru Darren yang lebih dulu mengusap wajahnya sambil berusaha mengumpulkan kesadaran agar yang di lihatnya kali ini tak salah


"Kamu sudah sadar? syukurlah," lanjutnya lagi yang terlihat sangat lega dan senang.


"Kenapa ada sini? ini di-- dimana?" tanyanya si Minul, ingin rasanya ia menerka hanya saja tak berani.


"Ini di rumah sakit, kamu terserempet mobil saat menunggu saya di lobby di Hotel. Saya minta maaf ya, benar-benar minta maaf karna kecerobohan saya kamu seperti ini. Maaf--," jawab Darren lirih penuh rasa sesal.


"Rumah sakit? Saya kecelakaan begitu maksud Tuan?" tanya sang pembantu jadi jadian dengan sangat panik luar biasa.


"Iya, kamu langsung tak sadarkan diri saat itu juga, makanya saya langsung bawa kamu kemari. Kamu jangan takut ya, kondisimu baik baik saja, tak perlu ada yang di khawatirkan."


"Tapi, Tuan?" si Minul yang ingat sesuatu langsung meraba wajahnya sendiri.


"Tapi apa, Nul?" tanya Darren dengan dahi mengernyit.


.


.


.


Tompel saya masih ada kan?


***🍁🍁🍁🍁🍁***


Assalamu'alaikum..


Balik lagi sama si Nul Minul ya 🤭


Moga lancar prosesnya, biar gak di hapus 😞

__ADS_1


Mohon untuk tidak tabung bab jika memang ada waktu senggang. Karna sebuah karya tak akan jadi apa-apanya tanpa dukungan kalian semua.


Haturnuhun buat yang masih ngekor di keturunan Gajah.. buat pembaca baru, bisa cek lapak PANGERAN SENJA, disana ada part Pembantu tajir untuk Tuan Muda, asal muasal novel ini.


__ADS_2