
🍂🍂🍂🍂🍂
Gadis mana yang tak terbang dan muter muter di angkasa saat mendengar hal tersebut, di tambah senyum yang terukir di sudut bibir Darren sungguh menambah ketampanannya.
"Kamu ingin apa?" tanya ShaQueena seolah menantang, semanis apapun gadis itu tetep ada darah mafia dalam tubuhnya yang pantang menyerah apalagi takut dalam segala hal termasuk tercyduk pasukan Gajah yang pasti ada di Apartemen ini.
"Tak ingin apapun, cukup denganmu saja," jawab Darren, satu hal yang mengejutkan pria itu lakukan yaitu membawa tubuh ShaQueena untuk di duduk kan di atas meja makan.
"Jangan berlebihan, takutnya aku gak mau udahan," ancam ShaQueena namun dengan nada menggoda, untung saja Darren masih bisa menahan meski ia harus mati-matian menahan gejolak dalam dadanya.
"Gadis Nakal." Darren menarik tengkuk calon istrinya agar kedua hidung mereka bisa saling bersentuhan untuk di mainkan pria itu.
"Aku mencintaimu, Nul."
"Aku lebih mencintaimu, Tuan."
Keduanya tertawa bersama karna ini semua seperti mimpi, siapa sangka Darren Aldrich yang hanya seorang Direktur di sebuah perusahaan di kejar cintanya oleh Nona muda Bramasta hingga gadis itu rela menjadi pembantu di Apartemennya yang jauh dari kata mewah.
"Terima kasih atas segala usaha dan perjuanganmu. Aku yang bodoh karna tak seberani dirimu, Sayang," bisik Darren yang sudah menjatuhkan kepalanya di ceruk leher ShaQueena.
__ADS_1
"Yang aku tahu, apa yang ku inginkan harus ku dapatkan. Tak perduli harus berkorban apa, karna jalan cinta yang mulus hanya berlaku untuk keturunan Buaya cengeng," sahut ShaQueena sambil terkekeh.
#Nyindir
"Tak apa karna hasilnya sekarang tak mengkhianati usahamu. Akan ku pasti kan kita bahagia ya," balas Darren, satu ciuman pun mendarat di kening gadis cantik di depannya saat ini.
Sejauh ini hanya itu yang bisa di lakukan oleh Darren karna bukan tak berani hanya saja ia ingin melakukannya setelah Halal lahir bathin.
"Kamu mau disini, atau pulang? aku mau balik ke kantor, ada pertemuan yang harus ku hadiri sore ini," tanya Darren yang masih mengusap lembut pipi ShaQueena.
"Hem, duluan saja. Nanti aku bisa pulang sendiri."
"Tak apa, jangan khawatir ya, selamat bekerja tapi harus tetap ingat aku ya," ujar ShaQueena memberi semangat.
Agar apa?
Agar mendapatkan ciuman lagi pastinya, karna udang di balik tepung itu sungguh enak, bukan?
.
__ADS_1
.
.
"Mama hanya memberi izin Darren menikah dengan gadis itu, Pah. Bukan berarti setuju apa lagi memberi doa restu!" sentak mama yang kesal saat suaminya berkata mereka akan ke kediaman Bramasta malam nanti.
"Apa kurangnya ShaQueena, Mah? dia itu istri dan, menantu idaman, mama mau cari yang bagaiamana lagi, hah?" tanya Papa yang geram sendiri, wanita itu memang sangat keras kepala dalam menjatuhkan pilihan.
"Mama hanya cocok dengan Bella, Pah. Bahkan dari semua kandidat gadis yang pernah mama pilihkan pada Darren," jawab Mama dengan intonasi suara semakin tinggi.
"Kali ini papa yang tidak setuju. Pernikah Darren dan ShaQueena akan tetap berlangsung tak perduli mama suka atau tidak," tegas Papa yang tak pernah semarah ini pada istrinya, bahkan ia sampai membanting pintu kamar mereka saat keluar karna tak ingin lebih jauh berdebat.
Mama yang kaget dengan suara keras barusan tentu langsung terlonjak, ia yang mengusap dadanya sendiri semakin tak bisa menerima kenyataan yang ada.
.
.
.
__ADS_1
Jangan harap kamu bisa mengusai Darren!