
🍂🍂🍂🍂🍂
Ceklek
Pintu di buka oleh Darren dengan tangan kanannya, dan betapa terkejutnya pria tampan tersebut saat melihat siapa yang datang kali ini.
"Kamu sudah di sini? Pembantu mu sudah kembali?" tanya Mama sambil masuk bahkan menerobos Darren yang masih berdiri di ambang pintu.
"Hem--, belum, Mah--," jawabnya yang mendadak tak melanjutkan ucapannya ketika Mama berhenti berjalan masuk.
"Sha-- ShaQueena, bukan?" tanya Mama.
ShaQueena yang kaget dan belum tahu apa pun tentang masalah di keluarga Aldrich tentu langsung bangun dari duduknya, gadis cantik itu langsung menghampiri sang calon ibu mertua untuk ia cium punggung tangan nya secara takzim.
"Tante, apa kabar?" tanya ShaQueena basa basi dan ini rasanya jauh berbeda ketika ia tak jadi si Minul.
__ADS_1
"Baik!" singkat, jelas padat itulah jawaban dari Mama dengan nada yang cukup lumayan ketus hingga ShaQueena Reflek menoleh ke arah Darren.
Tak ada balasan dari wanita paruh baya itu membuat ShaQueena hanya bisa melempar senyum dengan sedikit menundukkan kepala. Darren yang melihat hal tersebut tentu tak tinggal diam, ia langsung menghampiri calon istrinya kemudian berdiri tepat di samping ShaQueena sembari merangkul bahunya juga.
"Berdua saja disini?" tanya Mama yang jelas itu untuk putranya.
"Iya, Mah. Kan memang gak ada siapa siapa," jawab Darren, ia mulai serba salah saat berada di dekat dua wanita yang begitu berarti dalam hidupnya.
Mama yang duduk di salah satu kursi meja makan di ikuti oleh Darren dan ShaQueena. Kini ketiganya sudah bersama namun dalam waktu beberapa menit nyata nya belum ada yang buka suara. ShaQueena yang berpikir Darren akan membahas tentang pernikahan mereka pun sedikit di buat kecewa karna tak sekali pun obrolan dua orang tersebut ke arah hari bahagia yang sedang mereka rencanakan.
"Pulanglah jika pembantu tak bergunamu itu tak kembali, selagi ia pergi tentu itu bisa menjadi alasan untukmu mencari penggantinya," ucap Mama yang justru tiba-tiba membahas tentang si Minul yang andai ia tahu jika orang nya justru kini ada di dekatnya sekarang.
ShaQueena yang sedari tadi masih berusaha sabar tentu langsung geram hingga ia mengepalkan tangannya kuat kuat di bawah meja saking tak sukanya dengan ucapan sang calon ibu mertua.
Entah terbuat dari apa mulut Wanita yang sejak awal sudah di cap MAK LAMPIR olehnya itu hingga tak pernah ada manis manisnya, padahal anaknya begitu sopan dan tak banyak bicara.
__ADS_1
"Gak akan ada yang gantiin Minul, Mah," jawab Darren, ia yang panik terus menatap ke arah ShaQueena yang di sadari tadi diam namun ia pastikan umpatan kasar kini tengah memenuhi hati sang Nona muda yang terdiam dengan rahang yang nampak keras, dan itu bukti jika ada amarah yang sedang di tahan oleh gadis tersebut.
"Loh, kenapa? pecat saja si Menul tompel itu, untuk apa di pertahankan! kamu cari gantinya yang jauh lebih bisa di andalkan," ucap Mama lagi.
"Gak bisa, Mah!" tegas Darren tak mau kalah.
"Iya, kenapa?" tanya Mama penasaran, dan betapa terkejutnya ia yang justru ShaQueena lah yang menjawab.
.
.
.
Ya Karna belum di G A J I....
__ADS_1