
🍂🍂🍂🍂
"Menikah? menikahi ShaQueena?" tanya Darren mengulang lagi permintaan dari Tuan Bramasta.
"Iya! apa itu kurang jelas, hem?" timpal Daddy Andra.
Semua ini di lakukan karna tak ada lagi waktu untuk sang nona muda bersenang-senang. Darren yang sudah sangat berani membawa ShaQueena ke luar kota meski yang ia tahu itu adalah pembantunya sendiri. Kejadian tersebut sungguh sangat membuat panik keluarga. Demi tak terjadinya hal yang tak di inginkan, mau tak mau para Tuan besar itu membuat rencana agar keduanya bisa di nikahkan.
Dari cerita Embun, gadis itu memang mengatakan jika alasan Darren meninggalkan ShaQueena hanya karna Tahta dan Harta. Ia memposisikan dirinya sendiri yang bagaikan semut di hadapan keturunan sang Gajah.
Padahal kenyataannya, orang tua ShaQueena tak memandang hal tersebut. Laki laki mana pun bisa mendekati bahkan menikahi ShaQueena asal baik dan bertanggung jawab. Masalah harta tentu masih bisa di cari bersama seiringnya waktu berumah tangga asalkan memiliki pekerjaan yang nyata dan halal. Sedangkan Darren cukup jelas jika ia adalah seorang Direktur di salah satu perusahaan yang cukup maju pesat di bidangnya.
Jadi, saat tahu ShaQueena menyukai Darren tentu tak ada masalah sama sekali bagi mereka, semua mendukung perasaan sang nona muda yang katanya sedang jatuh cinta sejatuh-jatuhnya sampai harus menanggalkan semua kemewahannya tersebut.
"Tapi-, saya maunya Minul, Tuan."
Deg..
__ADS_1
Hati ShaQueena langsung terpotek potek saat mendengar kejujuran Darren. Ia memang merasakan hubungannya bersama dengan pria itu jauh lebih manis saat menjadi Minul, karna saat menjadi ShaQueena selalu saja ada jarak, mulai dari kontak fisik, tatapan mata dan tutur kata semua di lakukan Darren dengan sangat hati hati.
"Mau yang modelan begini?" tanya PapAy sambil mendongakkan wajah cucunya itu yang kini sedang menunduk.
ShaQueena yang memanyunkan bibirnya malah membuat yang lain terkekeh termasuk mimih Cahaya dan Mama Senja.
Tanpa mereka sadari, Darren tengah menganggukkan kan kepalanya. Benar yang di katakan sang Tuan besar Rahardian Wijaya jika yang di inginkan nya hanya si gadis bertompel di pipi yang tingkahnya kadang di luar dugaan.
"PapAy di kasih aja gak mau," ledek si bayi Biaya cengeng.
"Cieeee... tompel nya ngeping." sama seperti PapAy, kini giliran Daddy Andra yang menggoda cucu kesayangannya dan itu membuat ShaQueena makin lemas karna menahan malu.
"Bagaimana? saya tak lagi bisa membiarkan ShaSha bermain rumah rumahan semakin lama, sedangkan di antara kalian tak ada ikatan apa pun?" tanya Papa Pangeran lagi memastikan, jika urusan hati ia memang sedikit memaksa dan pantang menyerah sama seperti saat ia dulu mengejar cinta istrinya. Dan kini, sifat tersebut nyatanya turun pada Putri semata wayangnya.
Darren masih diam, ia yang masih serasa ini mimpi tentu tak bisa berpikir jernih. Bagaimana pun ia sedang tercyduk oleh si keluarga perempuan yang notabene nya bukan orang biasa.
"Sebelum saya menjawab pertanyaan Tuan, boleh kah saya bertanya dulu padanya?" pinta Darren, yang di maksud olehnya tentu seorang gadis yang kini sedang di apit oleh Nyonya besar Biantara dan Bramasta.
__ADS_1
Darren yang sejak masuk masih berada di dekat pintu pun perlahan mendekat ke arah ranjang. Ia yang sudah berdiri tak jauh dari ShaQueena pun meraih saku celananya untuk mengambil sebuah benda berwarna merah yang saat di buka terdapat sebuah cincin..
.
.
.
Nul.. Minuuuul, maukah kamu menikah dengan saya?
\*\*\*\*\*\*\*\*
yang masi belum ketemu, ini lanjutan dari nupel si bayi ganteng ya...
#Kontrak pernikahan si kupu kupu malam
__ADS_1