
🍂🍂🍂🍂
"Nul---, Minuuul," panggil Darren dengan nada suara yang begitu khas untuk pembantunya.
Ia tak pernah merubahnya sama sekali sampai menjadi candu untuknya dan sang pembantu yang sudah tahu siapa pemilik suara itu.
Namun, pria tinggi keturunan Aldrich itu langsung menghentikan langkahnya. Ia kaget luar biasa saat melihat siapa saja yang kini ada di depannya atau mungkin lebih tepatnya mengelilingi pembantunya.
"Nul--," panggil ulang Darren yang cukup pelan bahkan nyaris ia seorang saja yang mendengarnya.
"Tuan, ini--, ini--," jawab ShaQueena yang sama paniknya bahkan jauh lebih panik dari sang majikan yang perlahan di hampiri oleh Papa Pangeran.
"Senang bisa bertemu dengan Anda lagi," ucap Tuan Bramasta sambil mengulurkan tangan ke hadapan Darren, pria yang memperkerjakan putrinya selama hampir satu bulan.
Darren tersenyum kecil, ia membalas uluran tangan tersebut tanpa sepatah kata pun, otaknya masih berpikir keras bagaimana bisa para keluarga konglomerat itu ada di kamar sang pembantu. Apa lagi disana ada tuan besar Biantara bahkan Rahardian yang baru kali ini Darren bertemu secara langsung.
"Mungkin kamu sedang bertanya tanya, mengapa ada kami disini kan?" tanya Daddy Andra yang ikut mendekat ke arah Darren.
__ADS_1
"I-- iya, Tuan. Ada apa ini?"
"Mereka salah kamar, Tuan!" teriak ShaQueena hingga semua pasang mata tertuju padanya tak terkecuali Darren.
"Salah kamar tompelmu!" sahut PapAy sambil mencibir kearah cucu dari adik bungsunya itu.
ShaQueena yang mendengar hal tersebut langsung berdecak kesal, ia yang pusing semakin di buat takut dan merasa bersalah sebab Darren pasti akan merasa tak nyaman karna ia ingat alasan pria itu dulu mundur darinya. Namun kini justru malah di hadapkan langsung oleh keluarga besarnya secara mendadak.
"Darren, maaf jika kami mengagetkan mu. Tapi maksud kedatangan kami terutama saya dan istri saya hanya untuk menjemput putri kami, ShaQueena," jelas papa Pangeran.
Meski kadang terlintas dalam pikiran Darren jika si Minul mirip dengan seseorang tapi ia tak pernah bisa sampai sejauh itu menebak karna baginya ShaQueena tak akan berbuat hal gila dengan menyamar menjadi pembantunya.
Sedangkan Darren yang tak pernah mau ambil pusing dengan latar belakang si Minul percaya saja dengan cerita asal usul keluarganya, karna apa?
Karna seorang Darren sudah terlanjur nyaman dengan sosok gadis aneh bin ajaib bertompel tersebut.
"Dia Minul saya, Tuan," tegas Darren seolah belum membuka kedua matanya jika gadis itu adalah nona muda ahli waris Bramasta yang gaji bulanan Darren saja sebagai direktur hanya sebanding dengan uang jajannya satu hari.
__ADS_1
"Dia ShaQueena RanJa BiantaRahardian Bramasta," Jawab Papa pangeran lagi.
Darren membuang napas berat, hampir satu bulan nyatanya ia di bohongi oleh seorang gadis yang namanya pernah terselip di hatinya. Ia yang perlahan bisa melupakan sosok ShaQueena karna si Minul nyatanya mereka justru orang yang sama.
Nama yang begitu panjang yang barusan di sebut sungguh sangat menyesakkan dadan Darren. Ia bingung harus berbuat apa jika semua seperti ini.
"Kamu sudah membawa putri kami tanpa izin, dan kini ia mengalami insiden kecil, jadi kami harap kamu mau bertanggung jawab, Darren. ShaSha anak adalah anak gadis kami satu-satunya," ucap Papa Pangeran penuh penegasan.
"Tanggung jawab? tanggung jawab seperti apa?" tanya Darren karna ia sudah melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.
.
.
.
Nikahi ShaQueena...
__ADS_1