Menikahi Pembantu TAJIR

Menikahi Pembantu TAJIR
MPT #17


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Janji untuk makan siang bersama kini sedang terlaksana, Darren yang tak fokus pada makanannya karna terus menatap ShaQueena membuat gadis itu mengernyitkan dahi.


"Ada apa? ada yang salah kah denganku?" tanyanya bingung sendiri.


"Cantik-," puji Darren, meski hanya satu kata tapi siapa sangka justru mampu membawa nona muda Bramasta itu terbang melebihi langit ke 7.


"Terus?"


"Yuk, Nikah. Nanti malam aku akan datang kerumahmu," jelas Darren tiba-tiba dan secara langsung dan itu berhasil membuat gadis kesayangannya tersedak.


"Nanti malam? hey, aku belum bilang Daddy," sahut ShaQueena yang terlihat sedikit panik.


Kenapa Daddy?

__ADS_1


Jelas, karna pria baya itu yang pastinya akan sulit di rayu, terbukti belum apa apa saja ia sudah banyak memberi syarat termasuk tempat tinggal usai menikah nanti. Tuan besar Bramasta ingin sang cucu tetap di kediamannya padahal pasangan yang sedang kasmaran itu sudah memutuskan ingin tetap tinggal di Apartemen Darren sebab begitu banyak kenangan semasa mereka menjadi pembantu dan majikan.


"Sepulang dari sini kamu bisa bilang ya, tak perlu menyiapkan apapun. Bukankah kamu ingin cepat Sah?" tanya Darren.


Meski ia juga punya alasan yang sama tapi ada satu alasan yang membuatnya ingin buru buru menghalalkan ShaQueena yaitu tentang Mama.


Bukan berniat ingin jadi anak Durhaka, hanya saja Darren butuh pendamping yang bisa membuat ia nyaman meski tak jarang gadis pilihannya ini membuat kepalanya serasa ingin pecah dengan segala tingkahnya.


Seumur hidup itu terlalu lama untuk di habiskan dengan orang yang salah, karna menikah saja tak cukup mencari yang sempurna tapi menyempurnakan, tak butuh yang selalu sama asal bisa saling melengkapi kurang lebihnya pasangan.


"Iya, sih. Berarti nikahnya besok ya?" tanya ShaQueena dengan nada kesenangan bahkan ia sampai tepuk tangan kecil dan itu membuat Darren begitu gemas padanya.


Jika dulu keduanya begitu kaku dan berhati hati kini justru sebaliknya, apapun mereka utarakan jadi tak ada lagi yang mengganjal dalam pikiran dan hati masing masing.


"Gak gitu juga, Minul Sayang. Nanti malam di bicarakan dulu ya, karna menikah juga ada proses yang harus kita jalani, surat suratnya harus lengkap dulu baru aku bisa Ijab Qabul," terang Darren menjelaskan karna sepertinya ShaQueena hanya sibuk ingin cepat SAH saja.

__ADS_1


"Ribet, Mama sama Papa dulu gak gitu, niat jadi tamu undangan malah naik pelaminan," sahut ShaQueena yang mencoba membandingkan.


"Berarti sogokan Papamu ke Mak Othor kenceng, Nul," kekeh Pria itu yang jika sedang tertawa kecil belahan dagunya sungguh menggoda.


ShaQueena yang merengut mendadak membuat Darren ingin mencium bibir gadis itu tanpa ampun sebab kesal rasanya dua kali ia gagal menikmatinya si daging kenyak tipis merah muda tersebut.


"Habiskan makananmu, nanti ku antar pulang," titah Darren yang di jawab gelengan kepala dan itu berhasil membuat nya mengernyitkan dahi lagi.


"Apa mau pergi?" tanya pria itu dan jawaban nya pun sama.


"Lalu mau kemana? bukannya kamu gak bawa mobil, hem?" pertanyaan demi pertanyaan di layangkan Darren tapi gadis itu tak juga menyahut.


"Minul--, Sayang, ada apa?"


.

__ADS_1


.


Aku ingin ke Apartemen mu saja, boleh kan?


__ADS_2