Menikahi Pembantu TAJIR

Menikahi Pembantu TAJIR
MPT #10


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Seperti yang sudah di janjikan oleh ShaQueena, ia akan datang ke Apartemen Darren untuk mengambil beberapa barangnya yang masih tertinggal disana. Tentu gadis itu tak pergi sendiri melainkan tetap bersama dengan sang pujaan hati. ShaQueena mau tak mau menunggu Darren di lobby Apartemen sampai pria tampan itu datang, dan untuk mengusir rasa bosan, ia memilih memainkan ponselnya.


"Sayang---," panggil Darren yang tiba tiba ada didepan ShaQueena, ia langsung memberikan senyum terbaiknya saat gadis itu mendongak dan bangun dari duduk.


Wajah yang bersemu merah merona, ShaQueena sembunyi kan dengan cara berhambur ke dalam pelukan Darren.


"Kamu panggil apa tadi?" tanya ShaQueena yang serasa terbang ke awang-awang.


"Sayang, kenapa?"


ShaQueena yang menggeleng kan kepalanya semakin di buat salah tingkah. Dan untuk menghindari ia jatuh pingsan di Lobby, Darren langsung membawa gadis tersebut ke Unit Apartemennya.


Darren yang merangkul bahu ShaQueena di balas oleh sang nona muda Bramasta dengan melingkarkan tangannya di pinggang pria tersebut. Mereka pikir selagi sedang berdua, tanpa keduanya sadar jika banyak pasang mata yang sudah melaporkan tingkah pasangan kasmaran tersebut pada Tuan besar Biantara, Pipih Langit.


Cek lek


"Padahal kamu bisa masuk tanpa menungguku, Nul-," ucap Darren yang kembali ke mode terminul minul.


"Maunya di temenin kamu, Tuan," kekeh ShaQueena.

__ADS_1


Sumpah Demi apapun ShaQueena tak menyangka jika ia dan Darren akan bersatu dalam waktu kurang dari satu bulan. Mereka yang sudah masuk bukannya melepas pelukan justru semakin di eratkan hingga tak ada jarak di antara mereka.


Darren mendorong tubuh calon istrinya itu menuju dapur hingga berhenti di meja kompor, tempat yang begitu banyak memberikan mereka kenangan selama hampir satu bulan ini.


"Tuan, mau apa, hem?" goda ShaQueena yang malah melingkar kan tangannya di leher pria di depannya saat ini.


"Menurutmu aku mau apa?"


ShaQueena yang tersenyum simpul memberikan gelenyar lain di hati Darren, gadis itu begitu cantik dan semakin membuatnya jatuh cinta dengan tingkah prilaku yang apa adanya.


"Jangan macam macam jika tak ingin di gantung oleh Daddy!"


Darren yang tertawa kecil menjatuhkan kepalanya di bahu ShaQueena, ia baru ingat jika bodyguard gadis itu tak main-main, yaitu para tuan besar yang punya kuasa lebih dalam hal apapun.


Tak ingin terjadi apapun karna Darren terlihat nampak semakin bucin, ShaQueena mengajaknya ke kamar untuk di temani mengambil semua barangnya.


Ceklek


Tak ada yang berubah seperti terakhir ia tinggalkan, sedikit berantakan karna kepergian hari itu cukup mendadak.


ShaQueena yang masuk lebih dulu membuka box baju yang ada di sudut kamar.

__ADS_1


Satu persatu barang mewahnya ia keluarkan dan itu membuat Darren menarik napas dalam-dalam.


"Semua ini kamu simpan dengan sangat rapih ya, Nona muda," sindir Darren, saat melihat laptop ShaQueena jauh lebih mahal dari miliknya di kantor.


"Hehe, iya. Untungnya kamu tak pernah masuk ke kamar ini," jawab gadis itu malu malu.


Tak hanya laptop, tapi ada beberapa timpukan buku kuliahnya juga yang sedang di rapihkan untuk di bawa pulang hari ini.


"Kapan mulai masih kuliah lagi?" tanya Darren.


Tanpa menoleh ShaQueena menyebutkan salah satu tanggal dan itu hanya hitungan hari di mulai dari sekarang.


"Lalu, kapan aku bisa datang kerumahmu?" tanya Darren lagi.


"Ngapain?" tanya balik ShaQueena dengan dahi mengernyit.


"Lamaran, Minul, Sayang."


.


.

__ADS_1


.


Gak usah, pokonya langsung SAH aja...


__ADS_2