
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Mendengar kata GAJI tentu membuat Mama kaget hingga sampai mengernyit kan dahi, apa lagi ShaQueena sampai berdiri dan bicara sedikit menarik uratnya barusan.
"Tau apa kamu tentang Gaji si Menul?" tanya Mama dengan ekpresi menantangnya bahkan seperti ingin menelan calon mantunya itu hidup hidup.
ShaQueena yang baru menjawab, langsung di tahan oleh Darren. Dan itu membuat dua wanita yang berada di depannya memusatkan perhatian langsung padanya dalam waktu bersamaan.
"Mah, Darren antar ShaSha pulang dulu ya, Mama kalau mau nunggu di sini gak apa-apa," ucap Darren yang kemudian pamit pada wanita paruh baya yang terlihat kesal.
Ia menarik tangan calon istrinya itu keluar dari unit Apartemen dengan cukup tergesa-gesa.
"Barangku tertinggal, Kak!" teriak ShaQueena kesal.
"Nanti ku antar ya," jawab Darren yang melupakan tujuan mereka yang sebenarnya datang bersama kemari.
Tau ShaQueena sedang merajuk, Darren meraih tubuh langsing wanitanya itu ke dalam peluk kan, ia sedang tak ingin memilih antara ShaQueena dan Mama saat ini sebab mereka sama-sama berarti dalam hidupnya.
Sedangkan ShaQueena yang bingung dengan sikap Darren hanya bisa memperhatikan pria itu dengan cara mendongakkan wajahnya.
__ADS_1
"Apa ada yang salah denganku? Mamamu tadi--," ucap ShaQueena penuh selidik namun ciuman di keningnya membuat gadis itu menghentikan ucapannya.
Darren hanya tersenyum simpul lalu mengajak ShaQueena melanjutkan langkah ke arah Lift.
Banyak tanya yang akhirnya menumpuk di pikirannya namun ia bingung harus memulai dari mana bicara dengan pria itu.
.
.
.
Selama perjalanan, hanya obrolan biasa yang mereka lontarkan bahkan tak sama sekali membahas tentang masa depan mereka yang mau bagaiamana dan seperti apa, Darren sedikit banyak diam bahkan ada beberapa kali senyumnya yang terlihat terpaksa.
"Iya, Sayang. Lain kali ya, nanti besok pulang kantor aku kemari membawa barangmu," jawab Darren yang berat hati padahal ia masih sangat merindu.
"Ya sudah, aku tunggu ya. Kabari jika sudah mau kesini, takutnya aku tak di rumah," pesan ShaQueena yang langsung membuat Darren penasaran.
"Menang mau kemana?"
__ADS_1
"Hem, enggak tahu, cuma kadang-kadang ada yang nyulik mendadak," jawab ShaQueena yang sebenarnya itu jujur namun Darren makan tertawa mendengarnya.
Untung saja, mobil sudah berhenti. ShaQueena yang merengut kembali di goda sampai gadis itu semakin kesal jadinya.
"Puas puasi main sekarang ya, karna jika sudah menikah denganku, aku tak akan mengizinkanmu jauh dari ku meski itu hanya satu jengkal, Minul," ucap Daren sambil memegang dagu ShaQueena hingga kedua wajah mereka sungguh dekat sekali.
Memang kenapa? aku masih mau main jika andai menjadi Nyonya muda Aldrich sekali pun!"
"Jangan harap, Sayang." tegas Darren semakin mendekat kan wajahnya hingga hembusan napas benar-benar tersapu dengan nyata.
ShaQueena yang menutup kedua matanya seakan menjadi tantangan bagi Darren saat ini, ia tersenyum kecil melihat gadis cantik nyaris sempurnanya tersebut begitu nyaman seolah sedang menunggu sesuatu.
Darren menatap lekat setiap inci kecantikan ShaQueena RanJa BiantaRahardian Bramasta dengan gejolak dada yang ia paham maunya apa.
Tak langsung mengikuti kata hati dan naluri kelelakian nya, Dareen justru menyentuh pipi ShaQueena dengan sangat pelan lebih dulu sebelum akhirnya ia menarik tengkuk nona muda itu hingga semakin dekat, Dan.
.
.
__ADS_1
.
Woy....