Menikahi Pembantu TAJIR

Menikahi Pembantu TAJIR
MPT #02


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Kakaaaaaak!" teriak Cahaya, Nyonya besar Biantara itu hampir saja menghabisi Air saat tahu pria itu yang menyerempet cucu kesayangannya, ShaQueena.


Air yang bersembunyi di balik punggung Abang Langit malah mencibir sambil tertawa dan itu semakin membuat anak bungsu Appa Reza dan Amma Melisa semakin kesal.


"Udah dong, Sayang," rayu Abang Langit pada istri tercintanya.


"Abang apa-apaan sih! kalau ShaSha luka luka gimana?"


"Kamu tenang aja! cucu kita gak apa-apa kok' kan yang nabrak nya kang tabrak profesional," jawab Abang Langit sambil tertawa, dan itu bukan ia saja karna di ruangan tersebut sudah ada Daddy Andra, Mommy Viana, Pangeran dan juga Senja.


Dua keluarga kaya raya yang membuat Darren sawan itu sudah berkumpul di kota yang sama dengan ShaQueena. Dan, drama tabrakan ini pun adalah rencana mereka. Daddy Andra akhirnya menceritakan semuanya pada besan serta anak mantunya tentang kelakuan cucu kesayangannya tersebut selama hampir satu bulan ini. Dan, jangan tanya sekaget apa mereka apalagi saat melihat bentuk transformasi nona muda Bramasta tersebut.


"Si Ahli nabrak ya, pAy," ledek Pangeran yang tahu juga akan hal tersebut, karna saat ia mengejar cinta Senja ketika masih remaja ia sering di ajak Awan ke rumah utama dan memag benar sebab ada saja barang yang jatuh atau pecah karna ulah teledor dari sang tuan besar Rahardian Wijaya.


"Nah, kamu tenang aja, De'. ShaSha Aman. Ya, kalau Lecet sedikit harap maklum, salahin aja Pick-upnya, bukan salahin kakak, kan dia yang nabrak serempet serempet cucumu itu."


Lihat, Buaya cengeng kesayangan Jan Hujan deres yang takut petir itu memang tak pernah berubah. Apapun itu tetap si benda yang salah, bukan dirinya meski jelas ia yang mengemudikan nya mobil tersebut.


"Mana bisa kaya gitu?" oceh Cahaya lagi, ia mendengkus kesal di dalam pelukan suaminya.


Kini, semua berkumpul lagi dengan tenang di satu meja yang sama untuk membahas tentang ShaQueena dan Darren. Mereka sungguh di buat pusing dengan tingkah si Mbul yang tak masuk akal, karna cinta ia rela menjadi seorang pembantu. Menanggalkan jati dirinya sebagai ahli waris satu-satunya dan juga meninggal kan semua fasilitas mewahnya demi----


"Demi ketek si Darren tuh!" jawab Daddy Andra, ia dan sang istri Mommy Viana akan sangat lancar menjawab pertanyaan pertanyaan tentang apa dan kenapa alasan yang sebenarnya di lakukan oleh cucunya itu hingga bisa segila dan senekat ini.


"Ketek?" seru semuanya berbarengan kecuali Mommy Viana yang malah terkekeh dengan jawaban suaminya barusan.


"Ketek ini?" tanya Air yang mengangkat kedua tangannya tinggi tinggi.


"Turunin gak! gak malu apa udah keriput gitu!" titah Cahaya pada kakaknya.

__ADS_1


Dan, suara gelak tawa pun terdengar kembali di ruangan yang pastinya harum Duiiiiiiiit...


Bagaimana tidak, karna ada Rahardian, Biantara dan juga Bramasta disana jadi tak salah jika Darren akhirnya memilih mundur sebab ia merasa jadi semut bagi ShaQueena yang keturunan Gajah.


.


.


.


Cek lek


Pintu ruang rawat inap di buka oleh Mama Senja yang tak kuasa menahan rasa rindunya pada putri tunggalnya tersebut. Belum lagi rasa khawatir yang tak bisa di ia tahan meski suaminya terus mengingatkan untuk hati hati.


"Shasha--," seru Senja sembari menjatuhkan cairan bening ke pipinya.


ShaQueena yang kaget tentu langsung terlonjak, di tambah bukan hanya sang mama saja yang masuk melainkan ada Papa, Daddy, Mommy, Mimih, Pipih dan pastinya tak ketinggalan PapAy si Buaya cengeng.


Rasa panik melanda ShaQueena yang duduk bersandar di punggung ranjang pasien ruang VIP rumah sakit, ia yang tadinya seorang diri kini mendadak jadi ber delapan.


"Dadd!!" merasa di panggil, Tuan besar Bramasta pindah posisi berdiri ke belakang punggung putranya, Pangeran.


Wajar jika ShaQueena meneriaki Daddy nya karna hanya pria paruh baya tersebut yang tahu semua tentangnya termasuk misi penyamarannya tersebut menjadi seorang pembantu.


"Ssst, jangan teriak teriak, Mbuuuul," kata Daddy yang malah terkekeh melihat wajah cucu semata wayangnya itu merengut kesal.


"Ini apa-apaan? kenapa keroyokan gini sih?!" tanya ShaQueena yang semakin panik sebab ia tak siap dengan kedatangan keluarga besarnya.


Darren yang baru saja keluar dari ruang rawat inap pembantunya pasti akan kaget saat kembali nanti, karna ada para konglomerat yang begitu sangat ia hormati selama ini. Pria itu memang izin sebentar karna ada urusan pekerjaan, karna kedatangan mereka ke kota tersebut untuk bekerja meski sembari liburan juga jika ada waktu luang sebentar seperti semalam.


"Sayang, ini apa?" tanya Mimih Cahaya saat meraba pipi mulus putih bersih tanpa cacat dan noda cucu perempuan satu-satunya, sebab wanita itu hanya punya dua cucu saja, ShaQueena dan juga Heaven.

__ADS_1


"Itu jimat," jawab Daddy Andra yang tawanya pecah namun hanya beberapa detik saja seban langsung di ganti dengan ringisan menahan sakit sebab telinganya yang kena jewer.


"Jantung aman, De'?" tanya PapAy pada adik bungsunya itu.


"Tapi gak berbekas dan gak bau juga loh," ucap Mimih Cahaya yang malah mengendus tangannya sendiri.


"Jiah, di kira E'O ayam kali ah," sahut Abang langit yang melihat tingkah istrinya.


"Kamu gak apa apa, Nak? mama dan papa sudah bertemu dan bicara dengan dokter tentang keadaanmu, Sayang. Tapi mama tetap khawatir," ucap Mama Senja yang menangis, rasanya campur aduk dalam hatinya saat ini. Rindu, kasihan, kaget, kesal dan kecewa sungguh menyesakkan dadanya.


"Aku baik, Mah. Cuma kaget aja di seruduk mobil," jawab ShaQueena.


"Di seruduk Buaya, Sha--," timpal Pangeran.


ShaQueena yang baru tahu jika ini rencana keluarganya pun tak habis pikir hingga semakin merajuk, ia bingung dan takut jika sampai Darren datang saat semua keluarganya masih berkumpul seperti ini. Ada rasa senang tapi juga tak nyaman karna misinya dalam penyamaran belum selesai dan mungkin lebih tepat nya ia belum siap menyelesaikan meski hari masuk kuliahnya semakin dekat, ia kesal jika harus ingat ternyata waktu satu bulan cepat berlalu.


"Keadaanmu juga sudah membaik, dokter sudah mengizinkan mu pulang, jadi kita pulang besok pagi," ucap Papa Pangeran yang bagai suara petir di tengah hari bolong bagi putri tunggalnya tersebut.


"Enggak, Pah. Mbul gak mau!" tolak ShaQueena cukup tegas, bahkan ia meminta pertolongan pada Mamanya agar wanita pemilik surganya tersebut mau bernegosiasi dengan papanya.


"Ingat kuliahmu, Sayang. Permainan ini berlaku hanya di masa liburanmu saja, paham kan?" ucap mama Senja, apapun itu pendidikan harus nomer satu meski setelah lulus nanti pekerjaannya hanya menyenangkan lahir bathin suami.


Belum juga ShaQueena melayangkan protesnya lagi, semua justru menoleh pada pintu yang terbuka lebar.


.


.


.


Nul.... Minuuul....

__ADS_1


__ADS_2