
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Malam ini adalah malam yang mungkin akan jadi malam keramat antara ShaQueena dan Darren, dimana kedua pihak keluarga akhirnya bertemu. Suatu kehormatan bagi Tuan Aldrich bisa berkunjung bahkan membawa sebuah lamaran dari putra laki lakinya tersebut.
Kedatangan mereka di sambut dengan hangat yang pastinya terasa sekali aura kekeluargaannya padahal ini baru pertama kalinya.
"Saya rasa, Tuan tahu alasan kedatangan saya, istri dan pastinya putra kami kemari untuk apa," tuan Aldrich memulai obrolan ke yang lebih serius setelah cukup berbasa basi.
"Tentu, Tuan. Apapun niat kalian jika itu baik pastinya akan kami terima," jawab Tuan besar Bramasta yang tak lain adalah Daddy Andra, bicaranya cukup berwibawa padahal hati kecilnya sedang terpotek potek.
"Terima kasih sebelumnya, kedatangan kami malam ini tak lain dan tak bukan untuk membawa lamaran dari putra Kami untuk ShaQueena. Mereka yang sudah sama-sama dewasa dan ingin jauh lebih serius dalam menjalin hubungan," tutur Tuan Aldrich sambil menoleh sekilas pada putranya yang tersenyum simpul.
"Benar begitu, Darren?" tanya Papa Pangeran, ini adalah satu-satunya pertanyaan yang entah kenapa rasanya begitu menghujam jantung.
"Benar, Tuan. Saya kemari untuk Minul," jawabnya dengan lantang.
Namun, semua orang yang ada disana saling pandang bingung dengan dengan yang di katakan oleh Darren, termasuk Daddy Andra dan Mommy Viana meski paham jika ada ada kejadian salah sebut saat ini.
"Minul?" tanya Mama Senja.
__ADS_1
"ShaQueena maksud saya, Nyonya," ralat Darren yang malu sendiri bahkan ia sampai mengusap tengkuknya sendiri.
Darren tak berani melirik ke arah gadis kesayangannya karna ia tak sanggup menebak sekesal apa ShaQueena saat ini.
Semuanya pun tertawa bersama setelah merasakan sedikit ketegangan, tapi tidak dengan yang sedang di bicarakan barusan, wajahnya masam seperti orang yang siap untuk berperang.
Pertemuan dua keluarga yang terbilang cukup santai karna di selipi obrolan ringan dan candaan kecil pun di akhiri dengan penetapan sebuah hari dan tanggal dari mulut ShaQueena langsung.
"Itu bukannya besok?" tanya Mommy Viana yang sedang nampak berpikir.
Tak hanya Nyonya besar Bramasta saja, karna anak dan mantunya pun melakukan hal yang sama Papa Pangeran sampai menunjukkan ekspresi dahi mengernyit di hadapan sang istri hanya untuk memastikan jika yang di dengarnya pun tak salah.
"Bisa di ulang?" pinta Tuan Aldrich pada calon mantunya tersebut, dan dengan tegas ShaQueena pun menggangguk sembari mengucap kan lagi nama hari dan tanggal serta jam dengan cukup lantang seolah tak ingin ada dan mendengar bantahan dari siapa pun.
"Sayang, yakin? kita cuma punya waktu kurang lebih 24 jam loh," kata Darren yang masih berusaha bernegosiasi dengan calon istrinya yang merengut kesal kearah nya.
"Yakin! kenapa?" tanya balik ShaQueena.
"Terlalu cepat, lusa bagaimana?"
__ADS_1
"Pokonya besok, aku udaah gak sabar buat praktek banyak jurus sama kamu!" tegas nona muda Bramasta.
.
.
.
Ju-- jurus, apa???
Udah ada yang mampir?
Kepoin yuk, kita ketemu GAJAH yang masih bujangan 😂.. penasaran kaaaaan?
yuk kita ngantri untuk belai belalai nya yang belum ada yang ngelus 😆..
Ketik Judul dan Napennya harus sama ya.
__ADS_1
NenengSusanti0406
ini beda sama lapak Chia, Skala juga Akash tapi tetep di P A I J O...