Menikahi Pembantu TAJIR

Menikahi Pembantu TAJIR
MPT #08


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂


Darren yang sudah pamit pulang dari kediama Bramasta di antar oleh supir menuju rumah orang tuanya, mobilnya yang di tinggal di luar kota di janjikan esok pagi baru akan tiba.


Tujuannya memang bukan ke Apartemen, melainkan ke sebuah rumah yang sudah berbulan-bulan jarang sekali ia kunjungi.


"Terima kasih, Pak," ucap Darren yang meminta kendaraan mewah milik Papa Pangeran berhenti cukup di depan gerbang saja.


"Sama-sama, Tuan."


Darren masuk melewati gerbang kecil setelah di buka kan oleh seorang penjaga yang tadi nampak kaget saat melihat Tuan mudanya pulang. Ia terdiam sejenak melihat ke arah bangunan dua lantai yang berdiri kokoh di depannya saat ini.


"Ini sudah cukup megah bagi kami, tapi pasti tak ada apa apanya untukmu, Sha," gumam Darren sambil membuang napas kasar, sekuat apa pun ia melupakan siapa ShaQueena tapi bayangan betapa megahnya hidup gadis itu terus saja berputar di otaknya.


Darren yang tak bilang apa pun pada orang tuanya tentu di Sambut dengan tatapan aneh meski tetap bahagia karna putra mereka akhirnya pulang.

__ADS_1


"Sayang, kok gak bilang sama Mama kalau pulang sekarang?" tanya wanita paruh baya tersebut setelah mengurai pelukan.


"Iya, Mah. karna ada yang ingin Darren bicarakan dengan kalian," jawabannya yang kemudian melirik ke arah Tuan Aldrich.


"Apa ada masalah di perusahaan?" tanya Papa dengan tatapan penuh selidik.


"Tidak, Pah. Semua aman, pekerjaan ku sudah selesai meski sedikit terhambat," jawab Darren, si anak paling baik karna sejak kecil tak pernah menuntut apapun meski mereka dari keluarga yang cukup berada. Apapun di raih oleh Darren dengan usahanya sendiri termasuk posisinya saat ini sebagai seorang Direktur.


Dan itu di ketahui oleh keluarga Bramasta sebab itulah Darren langsung di Terima dengan sangat baik sebagai pasangan ShaQueena.


Kertiga orang itu kini sudah berkumpul bersama, Mama dan Darren duduk di sofa panjang sedangkan Papa duduk di sofa single seorang diri dengan Posisi tumpang kaki siap mendengar apa yang akan di bicarakan putranya, dari ekspresi Darren terlihat jika ini adalah pembahasan yang cukup penting karna sampai membuatnya mau pulang tanpa berkabar lebih dulu.


"Aku--, akan menikah secepatnya," ucap Darren dengan perasaan berdebar hebat.


"Me-- menikah? dengan siapa?" tanya Mama yang Kaget bahkan ia sampai mendekatkan posisi duduknya. Mama terus mencari cela agar bisa menatap lekat putranya yang bicara cukup mengejutkan barusan.

__ADS_1


"Iya, Mah. Aku menikah secepatnya. Aku minta doa dan restu kalian," ulang Darren sembari memohon pada orang tuanya.


"Siapa perempuan itu?" tanya Papa, Tuan Aldrich terlihat sangat tenang seperti biasanya, padahal Darren belum bisa bernapas lega saking takutnya.


Ia yang sudah banyak memberi janji memang sangat khawatir karna bagaimana pun menikah bukan hanya ia dan wanita pilihannya saja tapi juga dua keluarga besar. Sedangkan disini posisi Darren tetap seorang anak yang harus meminta Izin pada orang tuanya. Jangan sampai karna cinta membuatnya jadi anak Durhaka, sebab doa orang tua adalah yang paling mustajab menembus Arsy Tuhan selama perjalanan pernikahannya kelak


"ShaQueena Bramasta, Pah," jawab Darren, ia yakin jika pria itu pasti kenal siapa nama yang di sebutnya barusa.


.


.


.


Tidak, Mama tidak Setuju!!

__ADS_1


__ADS_2