Menikahi Pembantu TAJIR

Menikahi Pembantu TAJIR
MPT # 18


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂


"Apartemenku?" tanya Darren.


"Iya, aku ingin kesana, boleh ya," mohon ShaQueena lagi dengan tampangnya yang semakin menggemaskan hingga Darren rasanya tak kuasa untuk tak mengiyakan.


"Baiklah."


"Aaargh, terima kasih calon suami." ShaQueena yang senang bukan main mungkin akan mencium pipi pria itu jika saja mereka tak sedang di resto.


"Sama sama, Sayang."


Pasangan menuju halal itu pun bangun dari duduk mereka secara bersamaan, ShaQueena yang bergelayut manja di lengan Darren tentu menjadi pusat perhatian semua orang yang ada disana entah itu dari banyak nya pengunjung atau pelayan bahkan sampai staff Resto, tentunya mereka setuju jika pasangan tersebut adalah yang paling serasi.


ShaQueena yang sengaja tak membawa mobil memang ingin lebih lama dengan Darren, sungguh ia rindu satu atap dengan pria tersebut seperti yang hampir satu bulan ini mereka lewati bersama.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang karna obrolan keduanya di selingi dengan candaan bahkan ShaQueena tak malu malu merayu calon suaminya tersebut hingga wajah Darren yang tampan tak hentinya bersemu.

__ADS_1


"Ayo turun," ajak Darren yang melepas seatbelt dari tubuh ShaQueena, ia juga turun lebih dulu untuk membuka pintu mobil bagian kiri.


Tak perlu menunggu Halal untuk meratukan wanita itu karna memang nona muda Bramasta layak mendapatkannya sejak dini hingga nanti.


Dari Lobby Apartemem, lagi dan lagi mereka jadi pusat perhatian karna melihat Darren di gandeng oleh seorang gadis cantik, sebab pria itu cukup terkenal di kalangan karyawati gedung yang bak pencakar langit.


Triiing..


Lift yang berbunyi di barengi dengan terbukanya pintu si kotak besi tentu membuat pasangan yang sedang jatuh cinta tersebut buru buru keluar. Hanya butuh beberapa langkah dari sana kini mereka sudah sampai di depan pintu Unit Apartemen milik Darren.


"Memang udah tinggal disini juga?" tanya Darren yang tak terlalu tahu tentang kehidupan Tuan muda Biantara tersebut karna yang cukup ia kenal hanya Tuan RahardiAwan.


"Jarang sih, tapi nanti ku minta pacarnya untuk tinggal disini, lumayan buat temen ghibah," kekeh ShaQueena yang langsung menghempaskan BokOngnYA di sofa ruang tamu, benda empuk itu jujur saja jarang di nikmati olehnya saat cosplay menjadi pembantuan jadi jadian.


"Oh, udah punya pacar," timpal Darren yang sambil angguk angguk kepala { Cukup ya, jangan sambil geleng geleng, itu nanti kalo udah SAH}


"Bukan juga sih, eh gak tau ah, kalau penasaran dateng aja ke lapaknya sana, cari tahu sendiri," jawab ShaQueena yang bingung, jangan sampai ia keceplosan karna nantinya itu akan mendahului takdir yang di buat Mak othor.

__ADS_1


Tapi dari semua yang di bicarakan ShaQueena justru tak ada balasan dari Darren, ShaQueena yang sedang enak enaknya bersandar di tarik tubuhnya hingga mau tak mau masuk kedalam pelukan pria tersebut, satu kecupan pun mendarat sempurna di pucuk kepala ShaQueena hingga gadis itu semakin merasa nyaman kemudian tak sungkan lagi membalas pelukan Darren.


Hampir 15 menit sama sama tak bersuara akhirnya ShaQueena menarik tubuhnya, ia bangun dari duduk lalu bergegas ke dapur, tempat favoritnya selama jadi pembantu karna ia jauh lebih sering disana berdua dengan sang majikan tampan.


"Hanya satu? Untukku mana?" tanya Darren yang tak lama menyusul kemudian memeluk calon istrinya dari belakang.


ShaQueena yang berdiri di depan lemari pendingin usai mengambil satu botol jus mangga pun hanya terkekeh.


"Kak Darren mau juga? ini sudah jam berapa?balik kantor sana," usir ShaQueena yang tadinya memang hanya minta untuk di antar saja.


.


.


.


Kamu pikir, aku akan menyia nyiakan kesempatan bererdua saja dengan Minul ku ini, hem?

__ADS_1


__ADS_2