
" Pak Kenan, ayo kita kembali ke Resort Calvin dan yang lainnya pasti sudah mencariku" ucap Nayla
" Sebentar, aku masih ingin disini sudah lama aku tidak liburan seperti ini, apa kau tidak ingin melihat bintang - bintang, lihat sebelah sana bintangnya sangat indah sekali, apa kau tidak ingin menikmati keindahan malam ini?" tanya Kenan masih di posisi terbaring di atas pasir sambil menatap langit
" Tapi pak angin malam tidak bagus, kita bisa melihatnya dari atas balkon, ayo ini udah malam pak" sambil menarik tangan Kenan
" Kau ini cerewet sekali, sama seperti mamaku" ucap Kenan sambil mengikuti Nayla
" Cerewet - cerewet gitu tetap mama pak Kenan juga kan "
" Ya ialah enggak mungkin mama mu "
" Aku sangat menyayangi mama, papa ku pak, tapi sekarang mereka sudah sangat bahagia disana " Nayla menunjuk ke atas
" Maksud kamu"
" Ia pak, papa sama mama ku sudah bahagia di Surga, 5 tahun yang lalu mereka mengalami Kecelakaan" Nayla tertunduk mengingat akan kepergian orang tuanya
" Maaf sudah membuatmu sedih "
" Tidak apa - apa pak, sayangilah orang tua bapak selagi mereka masih ada, karna hidup di dunia ini hanya sementara " nasehat Nayla pada Kenan
" Berarti waktu dia bekerja di kantor sebagai Office Girl orang tuanya sudah tidak ada, aku jadi mengerti sekarang " gumam Kenan dalam hatinya
Mereka berjalan sambil bercerita tak terasa mereka sampai di Resort.
" Kakak dari mana saja, kami semua tadi mencari kakak, kami sangat kwatir sama kakak " Ucap Zora
" Ia tadi kakak habis jalan - jalan menemani pak Kenan, terus yang lain kemana? Tanya Nayla
" Keisya di kamar, Kak Calvin sama kak Mika pergi kepantai mencari kakak "
" Cepat hubungi mereka, bilang kalau kakak sudah pulang "
" Hp Zora di kamar kak"
" Ya udah cepat ambil sana"
" Sudah biar aku saja yang menghubungi Calvin" Kenan mengeluarkan Hp nya
__ADS_1
Tut tut tut
" Pak bos, kenapa dia menelponku " gumam Calvin sambil mengeryitkan dahinya, Calvin mengangkat telponnya
" Halo, ada apa pak bos " Calvin
" Kau dimana sekarang, cepat ke Resort" Kenan
" Emang pak bos sedang berada di Resort?" Calvin
" Ia aku sekarang di Resort, cepat kemari " Kenan, telpon berakhir
Calvin dan Mika kembali ke Resort, sampai di Resort mereka melihat Nayla sedang berdiri di depan di temani Kenan dan Zora.
" Nayla, kau dari mana saja, kami semua sangat menghawatirkan mu" Ucap Mika
Bukan Nayla yang menjawab tetapi Kenan.
" Aku tadi meminjam Teman mu ini menemaniku jalan - jalan, karna tadi aku melihatnya duduk termenung di pantai, aku takut tadi dia kesambet karna terlalu lama melamun " Ucap Kenan
" Pak bos kapan sampai disini?" Tanya Calvin
" Gimana mau makan pak, tadi kami sangat menghawatirkan kak Nayla, jadi tak sempat makan, tapi sekarang sudah terasa lapar " ucap Zora dengan polosnya, semua tertawa mendengar ucapan Zora.
" Ya sudah ayo kita makan" ajak Kenan
" Sebentar pak, Zora panggil Keisya dulu, kalian duluan saja nanti kami menyusul " ucap Zora.
Mereka pun masuk ke dalam, Calvin dan Mika duduk bersebelahan, sedangkan Nayla duduk di depan Mika tepatnya di samping Kenan, Zora dan Keisya baru datang duduk ambil posisi masing - masing, mereka makan dengan diam. Selesai makan malam mereka masuk ke kamar untuk istrahat.
Sebelum mereka kembali ke kota, paginya mereka pergi kepantai untuk berenang, mereka semua sudah berpakaian renang sedangkan Kenan melihat mereka dari balkon kamarnya, dia berniat menyusul mereka ke pantai dengan memakai celana pendek dan baju kaos putih dan kaca mata hitamnya sehingga memperlihatkan tubuhnya yang tegap seperti tentara Amerika, semua mata melihat ke arah Kenan terutama kaum hawa yang matanya tak berkedip melihat Kenan, Nayla yang berada di dalam pantai langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain dia malu jika Kenan mengetahui kalau dari tadi dia melihat Kenan sampai tidak berkedip.
" Sial, kenapa pak Kenan ganteng banget sih, apa tadi dia melihatku sedang memperhatikannya " umpat Nayla
" Nayla, awas " teriak Calvin yang saat itu tidak jauh dari sahabatnya itu, Nayla tidak menyadari kalau ada ombak lumayan besar di belakangnya, dia membalikkan tubuhnya tetapi tidak sempat dia menoleh, ombak tadi sudah menyeret Nayla semakin kedalam, Mika yang saat itu meneriaki Nayla di dengar Kenan, Calvin berusaha mengejar Nayla, tetapi yang duluan sampai justru Kenan, dia langsung membawa Nayla ke pinggir pantai.
" Kau tidak apa - apa, kenapa kau suka sekali melamun tidak tau ada bahaya di dekatmu " Ucap Kenan
" Maaf pak tadi aku tidak menyadari ada ombak "
__ADS_1
Mika langsung berlari menghapiri Nayla
" Nay, kau tidak apa - apa kan, terima kasih pak Kenan sudah menyelamatkan Nayla" ucap Mika
" Ia itu sudah tugasku sebagai teman , dimana Calvin?
" Aku disini pak " jawab Calvin yang baru tiba di pinggir pantai dengn napas ngos - ngosan.
" Kakak " teriak Zora dan Keisya
" Maafkan aku kak tadi aku tidak menjaga kakak " , " sudah tidak apa - apa Zora buktinya kakak tidak kenapa - kenapakan, kau harus berterima kasih pada pak Kenan karna dia yang sudah menolong kakak,
" Pak Kenan terima kasih banyak ya sudah menolong kakakku" ucap Zora
" Ia sama - sama " Jawab Kenan
" Nayla, kau tadi kenapa tidak fokus gitu, apa karna melihat pak Kenan datang? Kalau memang ia sama aku saja hampir gagal fokus tadit" ucap Mika
" Apa an sih Mik, kau ada - ada saja " , "Ehmmm jadi kau tadi juga sedang memperhatikan pak bos, apa kau tidak menganggapku ada disini " ucap Calvin pada Mika yang sedang cemburu
" Bukan gitu sayang, pastinya yang paling ganteng itu adalah calon suamiku ini " Jawab Mika sambil mencubit pipi Calvin dengan gemas.
" Ya sudah ayo kita balik ke Resort ini sudah siang kita harus pulang" ucap Calvin
Mereka semua kembali ke Resort sebelum pulang mereka makan siang terlebih dahulu setelah itu mereka siap - siap pulang. Semua sudah masuk ke dalam mobil Calvin
" Kalian tega membiarkan aku sendirian di mobilku, apa salah satu di antara kalian tidak mau menemaniku" ucap Kenan
" Nay, kau pulang sama pak bos ya, apa kau tadi tidak melihat wajahnya yang minta di kasihani itu " ucap Calvin, dia sengaja menyuruh Nayla yang menemani Kenan.
" Aku!"Nayla menunjuk dirinya
" Ya ialah enggak mungkin Mika, udah ayo buruan turun pak bos sudah menunggu itu"
" Ya sudah kalian hati - hati jangan ngebut"
" Siap Tuan putri, yes" Calvin senang akhirnya dia berhasil mendekatkan Nayla dengan bosnya itu.
Di dalam mobil Nayla dan Kenan hanya sesekali bicara. Mereka sampai di kota sudah sore Kenan terlebih dahulu mengantar Nayla kerumahnya, setelah Nayla masuk Kenan melajukan Mobilnya menuju rumahnya, Calvin dan yang lainnya sudah duluan sampai.
__ADS_1