
Jam 9 malam Kenan pulang dari rumah Nayla. Saat akan keluar dari pagar rumah Nayla, ada mobil yang melintas, ciri - ciri mobil itu persis seperti yang di ceritakan supirnya
Mobil itu berhenti di ujung jalan, Kenan sengaja melajukan mobilnya dengan pelan dia ingin tau apa yang di lakukan pemilik mobil itu di dalam mobilnya.
15 menit dia menunggu tetapi pemilik mobil itu tidak keluar juga. Kecurigaannya semakin besar.
" Baiklah, jika memang dia orangnya aku akan mengikuti permainanmu " gumam Kenan dalam hatinya.
Dia melewati mobil itu. setelah di rasa jauh.. Kenan menghentikan mobilnya dan mengawasi gerak gerik pemilik mobil itu. Benar saja setelah di liatnya sudah sunyi tidak ada pengendara lewat, dengan cepat pria itu memutar balik mobilnya dan berhenti di depan rumah Nayla. Dia keluar dan mengamati rumah Nayla, setelah di rasa aman dia mencoba menelusup masuk ke rumah Nayla. Kenan yang melihatnya dari kejauhan langsung memutar balik mobilnya.
" Awas kau ya, aku akan menghajarmu " umpatnya geram memutar arah mobilnya
Penguntit itu melemparkan sesuatu ke kamar Nayla
Darrrr pecahan jendela kamar Nayla, penguntit itu langsung lari ke luar masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya dengan kencang, Kenan tidak sempat mengejarnya karna mendengar teriakan Nayla.
" Arghhh sial dia berhasil kabur, pada hal tinggal sedikit lagi aku menangkapnya dan akan menghajarnya habis - habisan " umpat Kenan yang mengepalkan tangannya menahan amarahnya.
Zora yang mendengar kakaknya teriak dengan histeris langsung menghampiri kakaknya.
" Kakak...kenapa teriak seperti itu ?" tanya Zora yang kwatir melihat kakaknya
Tok tok tok suara ketukan dari luar
" Nayla, Zora buka pintunya " teriak Kenan yang sudah kwatir dengan kekasihnya itu.
" Kak itu suara pak Kenan. Zora buka kan pintu dulu ya " kata Zora yang keluar dari kamar Nayla
__ADS_1
" Pak Kenan..bukannya tadi sudah pulang?" tanya Zora
Kenan tidak menjawab pertanyaan Zora.
" Zora!! Dimana kakakmu, apa dia baik - baik saja?" tanya Kenan
" Kakak di kamarnya pak, ada seseorang yang meneror kak Nayla " jawab Zora
" Ayo antar aku kekamarnya " Kenan mengajak Zora untuk mengantarnya ke kamar Nayla
Sampai di kamar, dia melihat Nayla yang ketakutan.
" Sayang..kau tidak apa - apa? Kenan memeluk Nayla untuk menghilangkan ketakutannya.
" Ken aku takut" ucap Nayla lirih
Kenan membuka kertas itu. Setelah membaca tulisan yang ada di kertas itu, Kenan meremas kuat kertas yang di tangannya.
" Kurang ajar !!!! Siapa yang sudah berani melakukan ini, aku akan menghajarnya " umpat Kenan dalam hatinya menahan emosinya yang di ubun - ubunnya.
" Kak Nayla tidak pernah memiliki musuh, tapi siapa yang sudah tega melakukan ini kepada kak Nayla " Kata Zora yang duduk di samping kakaknya.
" Kakak juga tidak tau Zora siapa yang sudah tega meneror kakak" jawab Nayla dengan pandangan kosong.
" Sayang...kalian tidak perlu takut, aku akan mencari tau siapa orang yang melakukan ini " ucap Kenan menenangkan Nayla
" Tapi Ken aku sangat takut sekali, bagaimana kalau dia datang lagi nanti?" tanya Nayla yang sudah mulai tenang
__ADS_1
" Malam ini aku akan menginap disini, aku akan menjaga kalian " ucap Kenan
" Tapi bagaimana kau bisa tau ada yang menerorku, bukannya tadi kau sudah pulang ?" tanya Nayla penasaran.
Kenan menjelaskan " Aku tadi memang sudah mau pulang, tetapi aku melihat ada mobil lewat dengan kencang dan berhenti di ujung jalan, aku curiga dengan mobil itu, akhirnya aku menjalankan mobilku dan berhenti tidak jauh dari tempat pemberhentiany. Dia pikir aku benar - benar sudah tidak ada disitu lagi, aku melihatnya memutar balik dan berhenti di depan rumahmu, aku mengejarnya tapi dia sudah keburu kabur"
" Sayang...sebenarnya semalam dia sudah menguntit rumah ini, tetapi semalam Sam keluar dan melihatnya dari kejauhan " ucap Kenan
" Kenapa pak Sam tidak memberitahuku Ken?" tanya Nayla heran
" Aku yang melarangnya untuk memberitahumu, karna aku takut akan jadi pikiranmu " jawab Kenan.
Nayla mengingat - ngingat siapa yang membencinya, dia hanya teringat satu Nama yaitu Davin yang pernah menculiknya.
" Ken!! Apa kau ingat dengan Davin yang dulu menculikku?" tanya Nayla
" Davin!! Ia aku tau dia, apa kau mencurigainya juga sayang?. Calvin juga curiga kalau Davinlah merencanakan ini semua " jawab Kenan yang ikut mencurigai Davin.
" Aku takut dia akan menculikku lagi Ken " kata Nayla yang berada di pelukan Kenan.
" Sayang..itu tidak akan pernah terjadi, aku sudah menyuruh anak buahku untuk berjaga di rumah ini dan aku juga tidak akan tinggal diam. Istrahatlah.. Aku akan menunggu mu disini " kata Kenan yang duduk di sofa kamar Nayla.
Nayla membiarkan Kenan menungguinya di kamar. Saat itu Nayla mencoba menghilangkan rasa takutnya dengan menutup matanya, dia berharap dia bisa tidur dengan nyenyak karna Kenan sudah menjaganya. Zora sudah masuk ke kamarnya.
Saat Nayla mulai tertidur tiba - tiba ada suara seperti melempar atap rumah Nayla. Sontak Nayla duduk begitu juga dengan Kenan berdiri dari tempat duduknya melihat keluar dari jendela kamar. Nayla sudah berada di belakang memegangi tangan Kenan. Tiba - tiba.......
Bersambung
__ADS_1
Hai....seperti biasa setelah baca jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya. Aku sangat senang jika kalian memberikan dukungan berupa Like, Vote dan komentarnya. terima kasih dear.