
Setelah sampai di rumah, dia langsung menelpon bos nya.
" Halo..bagaimana? Apa kau berhasil menjalankan tugasmu?" tanya seseorang yang sedang menunggu jawaban dari suruhannya
" Maaf bos, saya tidak berhasil menerornya, supir yang menjemputnya ada di rumahnya" jawab seorang pria yang sudah gagal menjalankan tugasnya.
" Brengsekkk dasar bodohhh melakukan itu saja kau tidak becuss, kau takut kepada seorang supir..dasarrr" umpat seseorang yang mukanya sudah merah karena marah
" Tapi bos....supir itu bukan supir sembarangan, dia sangat berpengalaman dan di takuti " ucap pria itu
" Saya tidak peduli....besok kau harus melakukannya lagi dan harus berhasil, saya ingin melihat reaksinya seperti apa...hahahahaha " kata seseorang yang tertawa bahagia, dia tidak sabar ingin melihat reaksi Kenan
" Kenan ini masih permulaan, aku akan membuatmu menderita " gumam seseorang yang tersenyum licik
* Kenan
Kenan mengeryitkan dahinya, supir yang di tugaskan untuk mengantar jemput dan menjaga Nayla menelponnya tengah malam.
" Halo bos!!" ucap Sam supir surahan Kenan
" Ia..ada apa Sam menghubungiku malam - malam seperti ini?" tanya Kenan yang penasaran
" Bos!! Sepertinya ada yang ingin mencelakai nona Nayla. Tadi saya tidak sengaja melihat ada mobil berwarna hitam yang berhenti tidak jauh dari rumah nona Nayla, saya mau menghampiri tetapi dengan cepat dia menancap gas mobilnya " ucap Sam melaporkan kecurigaannya.
" Kau sekarang ada dimana Sam ?" tanya Kenan yang menghawatirkan Nayla
" Saya berjaga di rumah nona Nayla Bos, tadi sore nona Nayla menyuruh Sam untuk pulang, tetapi Sam menolaknya, karna saya takut terjadi apa - apa dengan nona Nayla" ucap Sam
" Bagus Sam, awasi terus rumah Nayla, jika ada yang mencurigakan cepat hubungi aku " ucap Kenan dan mengakhiri panggilannya.
" Sialll... Siapa yang sudah berani mengikuti Nayla " umpat Kenan emosi
Calvin yang melihat Kenan gelisah datang menghampirinya.
" Ada apa pak bos?, sepertinya ada sesuatu yang bos kwatirkan" ucap Calvin
" Calvin !!!!, apa kau tau Nayla mempunyai musuh?" tanya Kenan
" Musuh!!!, setau Calvin, Nayla tidak mempunyai musuh bos. Emang kenapa dengan Nayla bos?" tanya Calvin penasaran
" Tadi supir suruhanku menghubungiku, melaporkan kalau ada orang yang mencurigakan sedang menguntit rumah Nayla" jawab Kenan.
" Kita harus cepat bertindak bos jangan sempat orang itu mencelakai Nayla, aku takut pelakunya adalah orang yang sama dengan yang pernah menculik Nayla waktu itu " ucap Calvin yang mulai curiga dengan Davin.
" Maksudmu Davin!!!" ucap Kenan geram
__ADS_1
" Ia bos, aku takut dia masih menyimpan dendam kepada Nayla" kata Calvin yang kwatir akan sahabatnya itu
" Aku tidak akan membiarkan dia hidup kalau dia berani menyentuh Naylaku" ucap Kenan mengepalkan tangannya
" Besok kita langsung pulang ke indonesia setelah selesai tanda tangan kontrak dengan Tuan Hutada". Ucap Kenan tegas.
Malam itu dia tidak bisa tidur karna terus memikirkan Nayla, dia takut kalau terjadi apa -apa dengan kekasihnya itu selama dia di Jepang.
* **
Paginya setelah selesai menandatangani kontrak kerja sama, mereka langsung ke bandara. Kenan sudah tidak sabar ingin cepat sampai di Indonesia. 7 jam kemudian mereka tiba di Indonesia dan langsung membuat pertemuan dengan anak buahnya di markas rahasia mereka.
* Nayla
Dia sedang sibuk memeriksa berkas - berkas yang bertumpuk di mejanya sehingga dia tidak menyadari sudah waktunya pulang kerja.
Hari ini Kenan yang akan menjemput Nayla dia sengaja tidak memberi tahu Nayla kalau dia sudah sampai di Indonesia. Dia melihat arlojinya.
" Waduhhh ternyata sudah tengah 6 waktunya untuk pulang. Hari ini Kenan belum ada menghubungiku, apa dia sedang sibuk ya..ya sudah nanti biar aku saja yang menghubunginya" gumam Nayla yang siap - siap turun ke bawah.
Sampai di parkiran dia tidak melihat supir yang mengantar jemputnya selama Kenan di Jepang hanya mobilnya yang ada.
" Pak supir kemana sih, mobil ada orangnya tidak ada " umpat Nayla berbica sendirian. Dia mengintip dari luar siapa tau ketiduran di dalam.
Kenan yang pura - pura tidur, dengan cepat menegakkan tubuhnya dan menekan tombol on setelah Nayla mengetuk mobilnya.
Pintu mobil terbuka otomatis dan Nayla masuk, duduk di kursi belakang.
" Jalan pak kita langsung pulang saja " ucap Nayla yang berada di kursi belakang
"Baik nona " jawab Kenan tersenyum.
Nayla tidak menyadari keberadaan Kenan dia sibuk dengan Hp nya, berulang kali dia menghubungi Kenan tetapi tidak nyambung.
" Kemana sih dia, satu hari ini belum ada Ken menghubungiku di hubungi tidak bisa...ahh " umpat Nayla kesal mengerucutkan bibirnya.
Kenan melihatnya dari kaca spion tersenyum gemas, dia ingin sekali mencubit pipi Nayla.
" Ehhmmmm sepertinya nona sedang kesal ya?" tanya Kenan yang menjadi supir Nayla
" Hanya sedikit kesal saja pak" jawab Nayla menyandarkan tubuhnya
" Apa nona ingin makan Ice Cream agar rasa kesal nona hilang?" tanya Kenan lagi
" Tidak pak kita langsung pulang saja" ucap Nayla malas
__ADS_1
" Baiklah nona " Kenan mengambil Hpnya dan menghidupkannya. Dia mengerjai Nayla sengaja menelpon Nayla tetapi tidak bicara
Tut tut tut
" Halo..kau kemana saja? Kenapa baru menghubungiku? Apa kau sedang bersama perempuan disana?" tanya Nayla kesal, tetapi kenan tidak menjawab malah mematikan panggilannya dia cekikikan melihat Nayla kesal.
Tut tut tut Kenan menghubungi lagi.
" Kenapa kau mematikan panggilannya ha....apa kau sengaja ingin membuatku kesal? Tanya Nayla yang mulai emosi.
Kenan masih tetap mengerjainya. Kembali menghubungi lagi
Tut tut tut
" Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?, malah terus - terusan mematikan panggilanku, Kennnnn awas kalau kau pulang aku akan..."
" Akan apa sayang " jawab Kenan yang menepikan mobilnya dan memandang wajah Nayla.
Nayla terkejut tiba - tiba Kenan yang di anggapnya supir membalikkan badannya.
" Kenannnn kau sengaja mengerjaiku" teriak Nayla mencubit tangan Kenan
" Awwwww sakit sayang" ucap Kenan manja
" Rasain itu akibatnya karna sudah mengerjaiku" Nayla mengerucutkan bibirnya.
" Ia ia ia aku minta maaf, aku sengaja tidak memberitahu mu karna aku ingin tau apakah kekasihku merindukanku atau tidak " ucap Kenan menggoda
" Aku tidak merindukanmu " Nayla pura - pura marah
" Serius sayang tidak merindukanku?aku menyesal pulang cepat" ucap Kenan ingin tau respon Nayla
" Ken...aku merindukanmu" ucap Nayla memeluk tangan Kenan
" Gitu dong aku kan jadi senang mendengarnya " jawab Kenan manja
Kenan kembali melajukan mobilnya menuju rumah Nayla. Sampai di rumah Nayla, Kenan tidak langsung pulang ke rumahnya dia sengaja berlama - lama di rumah Nayla, dia ingin tau siapa yang sudah berencana mau mencelakai Nayla. Karna dia yakin malam ini penguntit itu pasti akan menjalankan rencananya lagi.
Bersambung
Kira - kira suruhan siapa ya penguntit itu?.
Ingin tau kelanjutannya ikuti terus ya
Jangan lupa tinggalkan jejak ya bagi yang sudah baca..hehehehe...
__ADS_1