MENIKAHLAH DENGANKU

MENIKAHLAH DENGANKU
Eps 47. PERTEMUAN


__ADS_3

Calvin sudah memberitahu Mika kalau orang tuanya ingin bertemu dengannya. Mika setuju untuk menemui orang tua Calvin. Dia berpikir itu hanya sebatas perkenalan saja.


" Baiklah sayang! Minggu depan aku akan menemui orang tuamu " ucap Mika.


" Terima kasih sayangku! Aku sangat mencintaimu. Cup..! " Calvin mencium pipi Mika.


" Calvin!! Ini tempat umum, bagaimana kalau di lihat orang? Kan jadi malu. Tar di gosipin, terus masuk majalah selebritis " seru Mika seraya tersenyum malu - malu.


" Bagus sayang! Kita bisa jadi terkenal, siapa tau bisa dapat Piala Award kategori pasangan paling fenomenal" ucap Calvin tertawa.


" Ini nih akibat kebayakan menghayal jadi pikirannya racau " seru Mika.


" Hahahahaha... Biarin! Dari hayalan kan bisa jadi kenyataan sayang. Seperti sekarang ini, aku pernah berhayal memiliki seorang kekasih yang cantik, baik, lembut. Ternyata hayalanku jadi kenyataan, sekarang aku memiliki seorang kekasih seperti dalam hayalanku itu, walaupun kadang sering buat kesal sih tapi aku sangat mencintainya " ucap Calvin tersenyum menggoda.


" Calvinnn!!!! Di puji tapi di jatuhkan lagi " teriak Mika memukul bahu Calvin.


" Auwwww...pukulan mu sakit juga, seperti pukulan seorang petinju kelas internasional. Aku jadi takut dengan kekasihku ini " ucap Calvin pura - pura kesakitan.


Mika semakin memukul bahu Calvin dan menggelitikinya. Calvin terbahak - bahak karna tidak tahan di gelitiki.


" Ampun sayang! Ampun aku tidak akan menggodamu lagi" ucap Calvin lemas akibat di gelitiki Mika.


Mika hanya tertawa melihat ekpresi muka Calvin yang menggemaskan.


** Sabtu Siang


Hari ini tepat hari sabtu, Eli mamanya Calvin sedang membantu bibi di dapur untuk menyiapkan makan siang karna hari ini mereka kedatangan tamu spesial yaitu pacar Calvin calon menantu mereka. Calvin sedang di perjalanan menuju rumah Mika.


* Mika


Saat itu Mika, sedang siap - siap dandan secantik mungkin dia tidak mau terlihat jelek di depan orang tua Calvin, karna ini adalah hal yang pertama baginya bertemu dengan orang tua kekasihnya itu. Sebelum - sebelumnya Mika, memiliki kekasih tetapi tidak pernah mengenalkan Mika, kepada orang tua mereka. Karna kekasih - kekasihnya yang dulu hanya menginginkan uang Mika, mereka tidak serius dengan Mika. Beda dengan Calvin, dia merasa sangat nyaman dan bahagia semenjak pacaran dengan Calvin.


Tin tin suara klakson mobil Calvin.


" Itu pasti Calvin, yang datang" gumam Mika. Dia cepat - cepat turun ke lantai 1.


Di ruang tamu orang tua Mika, Bayu dan Mirna sedang duduk santai sambil membaca koran. Mereka berdua melihat Mika datang menghampiri mereka.


" Mika! Kamu cantik sekali hari ini! Mau kemana sayang?" tanya Mirna, mamanya Mika.


" Ia tumben putri papa berdandan cantik! Biasa juga dandan biasa saja" kata Bayu menimpali.


" Jadi Mika, selama ini jelek, gitu?" tanya Mika yang cemberut.

__ADS_1


" Bukan begitu sayang! Putri mama ini tetap cantik. Tapi hari ini kecantikannya bertambah. Ayo mau bertemu dengan siapa?" tanya Mirna, penasaran.


" Hehehehe..mau bertemu calon mertua ma" jawab Mika tersenyum malu.


" Maksudmu! Orang tua Calvin?" tanya Mirna lagi.


" Ya ialah ma! Emang calon mertua Mika, siapa lagi kalau bukan orang tua Calvin?. Kan cuma Calvin pacarnya Mika" jawab Mika.


"Wahhh sepertinya sebentar lagi kita akan punya besan Ma" ucap Bayu


" Ia pa! Aduh pa..mama jadi tidak sabar melihat putri kita menikah. Terus kita punya cucu " ucap Mirna senang.


" Idihh papa sama mama apaan sih, siapa juga yang mau cepat nikah. Ini kan masih perkenalan" ucap Mika, cemberut.


" Awalnya perkenalan terus lamaran terus nikah " ucap Bayu tertawa.


" Udah ahh, papa sama mama sama ja. Mika pergi dulu, Calvin sudah menunggu di depan" ucap Mika, berpamitan kepada orang tuanya.


Bayu dan Mirna tertawa terbahak - bahak melihat ekpresi putri mereka. Mereka mengantar Mika sampai depan pintu. Sudah terlihat Calvin, sedang bersandar di mobilnya. Calvin yang melihat orang tua Mika, langsung menghampirinya.


" Selamat siang Om! Tante!" sapa Calvin ramah.


" Siang juga Calvin!" jawab mereka bersamaan.


" Om! Tante! Calvin pinjam Mika, dulu ya" ucap Calvin tersenyum.


" Papa...!!! Apaan sih. Udah ayo Vin kita berangkat sekarang saja" Mika menarik tangan Calvin.


" Sayang! Tunggu dong aku belum pamitan sama Om dan Tante" ucap Calvin.


" Udah cepat buruan" ucap Mika yang sudah kesal melihat orang tuanya karna terus menggodanya.


" Om! Tante! Kami pergi dulu ya " Calvin mencium punggung tangan kedua orang tua Mika.


Orang tua Mika sangat senang dengan Calvin. Bagi mereka Calvin, sosok pria yang pantas untuk putri mereka.


Calvin dan Mika, masuk ke dalam mobil. Calvin, melajukan mobilnya menuju rumahnya.


* Rumah Calvin


1/2 jam kemudian mereka sampai di rumah Calvin. Calvin mengajak Mika masuk. Mika sedikit grogi, takut orang tua Calvin tidak menerimanya.


" Sayang! Kenapa berhenti?" tanya Calvin.

__ADS_1


" Aku takut sayang" jawab Mika.


" Apa yang kamu takutkan sayang? Ayolah! Orang tua ku tidak mungkin memakanmu kok. Mereka hanya akan melahapmu " ucap Calvin seraya tertawa, dia senang mengerjai kekasihnya itu.


" Itu sama saja kan ngak ada bedanya memakan sama melahap sama - sama dimasukkan kemulut " ucap Mika protes.


" Hahahahaha. Aku hanya bercanda sayang. Nanti juga kamu akan ,tau seperti apa sifat orang tuaku. Ayo" Calvin menggandeng tangan Mika masuk kedalam rumahnya.


Saat itu hanya ada Lian, papanya Calvin, duduk di sofa sambil minum kopi dan menonton televisi. Dia melihat Calvin, datang bersama dengan seorang perempuan cantik.


Calvin menghampiri papanya yang tersenyum ke arah mereka berdua.


" Papa! Mama dimana?" tanya Calvin, karna dia tidak melihat mamanya.


" Mama di dapur sedang membantu bibi menyiapkan makan siang" jawab Lian.


" Pa! Kenalin ini Mika, pacar Calvin" ucap Calvin memperkenalkan Mika.


" Kamu tidak salah Vin?" tanya Lian.


" Apanya yang salah pa?" tanya Calvin mengeryitkan dahinya.


Mika yang mendengar jantungnya deg deg an.


" Apa orang tua Calvin tidak menyukaiku?"tanya Mika dalam hatinya.


" Kamu jelek, sedangkan pacar kamu cantik seperti artis" jawab Lian tertawa.


" Ah papa! Siapa bilang Calvin, jelek? Buktinya Mika, mau sama Calvin. Ia kan sayang?" tanya Calvin tak mau kalah.


" Ternyata papa Calvin, hanya mengerjai kami" gumam Mika. Ada sedikit kelegaan.


" Halo Om" Mika mengulurkan tangannya kepada papanya Calvin. Lian pun menyambut uluran tangan Mika.


" Ma... Mama! Calon menantu kita datang " teriak Lian kepada istrinya.


Eli yang mendengar teriakan suaminya berlari pelan ke ruang tamu.


" Halo tante!" sapa Mika


" Aduh sayang, kamu cantik sekali" Eli memeluk Mika.


" Ternyata orang tua Calvin sangat baik. Mereka menyambutku dengan ramah" gumam Mika dalam hatinya.

__ADS_1


Bersambung


Nanti kita lanjut lagi ya sobat. Jangan lupa setelah baca goyangkan jempolnya untuk memberi dukungannya hehehehe. Terima kasih.


__ADS_2