MENIKAHLAH DENGANKU

MENIKAHLAH DENGANKU
Eps 44. BRAM


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Kenan mencari papanya untuk menanyakan siapa itu Bram. Sedangkan Calvin kembali ke kantor melanjutkan pekerjaannya.


" Pa... Papa! Panggil Kenan mencari papanya.


Pak Adrian dan Bu Vika sedang berada di taman belakang rumahnya.


" Ma, sepertinya Kenan pulang" ucap pak Adrian.


" Ia pa! Ayo kita hampiri Kenan"ajak mama Vika.


Mereka menemui Kenan yang sedang duduk di ruang tamu menyelonjorkan kakinya dan menyandarkan punggungnya di sofa.


" Ken! Bagaimana keadaan, Nayla "tanya mama Vika.


" Nayla, sudah sadar,ma. Sekarang Zora yang menjaganya"jawab Kenan masih dengan posisinya.


" Syukurlah Nayla sudah sadar. Pa, nanti kita jenguk Nayla ya!" ucap mama Vika senang.


" Ia ma, nanti kita akan jenguk Nayla. Ken! Tadi kau mencari papa, ada apa?" tanya pak Adrian


" Pa! Calvin dan Sam, sudah menemukan siapa pelaku yang menabrak Nayla. Dia orang suruhan Bram! Apa papa mengenal siapa itu Bram?" tanya Kenan penasaran siapa itu Bram, karna seingatnya dia tidak memiliki musuh.


" BRAMM!! BERANINYA DIA MUNCUL LAGI" UMPAT PAK ADRIAN GERAM.


" Apa papa mengenalnya?" tanya Kenan semakin penasaran.


" Papa sangat mengenalnya. Dia adalah anak angkat kakek mu. Papa belum pernah menceritakannya sama mu. Karna waktu itu, kau masih kecil. Dia iri melihat papa sukses jadi dia berniat untuk menjatuhkan papa dengan mempengaruhi klien - klien papa waktu itu, sehingga banyak di antara mereka membatalkan kerja sama dengan papa. Bahkan dia mencoba mau membunuh papa agar perusahaan kita menjadi miliknya" Adrian menjelaskan kepada Kenan siapa itu Bram.


" Berarti dia adalah Om nya Kenan. Kenapa dia bisa setega itu?" tanya Kenan.


Adrian pun menjelaskan semuanya.


Flasback On


Saat itu PT. Mandiri Utama sedang jaya - jayanya. Bram datang menemui kakaknya yaitu Adrian. Saat itu Bram baru lulus kuliah dan ingin bekerja. Dengan senang hati, Adrian menerima Bram bekerja di perusahaannya karna dia sangat menyayangi Bram walaupun mereka bukan saudara kandung.


Adrian memberikan posisi yang cocok dengan Bram. Saat itu Bram bekerja sebagai Supervisor produksi.

__ADS_1


1 tahun dia bekerja di Mandiri Utama, tetapi dia tidak puas dan meminta jabatan yang lebih tinggi lagi kepada kakaknya. Jabatan yang dia minta tidak tanggung - tanggung yaitu sebagai kepala Devisi bagian keuangan. Dia ingin mengendalikan uang perusahaan, tetapi Adrian tidak memenuhi permintaannya. Semenjak itu Bram mulai kesal dengan kakaknya.


" Percuma aku punya kakak, tetapi tidak ada gunanya. Dia bahkan hanya menempatkan aku sebagai supervisor saja padahal dia yang punya perusahaan ini, apa salahnya dia memberikan jabatan itu kepadaku" umpat Bram kesal.


Dia mulai menyusun rencananya, bagaimana supaya perusahaan Adrian bisa menjadi miliknya. Dia bekerja sama dengan asisten pribadi Adrian dengan mengiming - ngimingkan jabatan yang tinggi. Doni yang saat itu bekerja sebagai asisten pribadi Adrian tergiur dengan tawaran yang di berikan Bram.


Mereka berdua menjelek - jelekkan Adrian kepada klien - klien yang bekerja sama dengan Mandiri Utama. Dan mereka yang sudah bekerja sama dengan Adrian membatalkan kontrak kerja sama secara sepihak. Saat itu kondisi perusahaan seperti pepatah yang mengatakan Mati segan hidup tak mau. Adrian mulai Down, dia memikirkan bagaimana nasib perusahaan yang sudah dia bangun dari nol dan nasib karyawan yang sudah lama bekerja dengannya. Dia mencaritahu siapa yang sudah mencoba menjatuhkannya dengan menyewa seorang Detektif.


2 minggu kemudian Detektif itu berhasil menemukan siapa dalang dari semua ini. Dia memberikan bukti - bukti kepada Adrian. Setelah mengetahui siapa orangnya betapa terkejutnya Adrian. Dia tidak menyangka Bram dan Doni lah pelakunya. Amarahnya sudah di ubun - ubun seperti singa yang kelaparan ingin menerkam dua makhluk itu.


Bram dan Doni masih seperti biasa seakan tidak ada yang terjadi. Saat itu jam makan siang mereka berdua sedang makan siang di luar, mereka tertawa karna rencana mereka hampir berhasil.


Tiba di kantor, security menghampiri mereka menyuruh untuk menemui Adrian di ruangannya. Mereka tersenyum, dan segera menuju ruangan Adrian. Di depan ruangan Adrian sudah ada 2 orang security. Mereka mengeryitkan dahi.


" Silahkan masuk pak Bram dan pak Doni. Pak Adrian sudah menunggu di dalam" ucap security dan membukakan pintu untuk mereka.


" Selamat siang pak" sapa mereka bersamaan.


" Siang! Silahkan duduk" ucap Adrian


Adrian melemparkan amplop coklat di depan mereka.


" Silahkan buka" perintah Adrian


Mereka membuka amplop itu dengan pelan dan sedikit heran.


" Apa ini?"tanya mereka dalam hati.


Adrian masih menunggu seperti apa reaksi mereka berdua setelah melihat isi dari amplop itu.


Mereka sangat terkejut melihat isi amplop itu, yang ada di dalam amplop itu adalah bukti - bukti kejahatan mereka. Adrian memutar rekaman yang ada di Hp nya. Mereka berdua menganga seakan tak percaya kalau Adrian sudah mengetahui rencana mereka.


" Apa maksud kalian melakukan ini semua ha...?" tanya Adrian yang sudah emosi


" Pak! Ini semua tidak seperti yang bapak lihat. Kami hanya ingin membantu bapak" jawab Doni gugup dan gemetaran.


" Ia kak, yang dikatakan Doni, semua benar" ucap Bram menimpali

__ADS_1


" Hahahahahaha!! Akting Kalian sungguh hebat. Kenapa tidak sekalian saja kalian jadi pemain sinetron!" ucap Adrian yang sudah mengepalkan tangannya menahan emosi.


" Kalian sudah berhasil menjatuhkan reputasiku dan sekarang kalian mengelak begitu saja. Aku tidak akan tinggal diam " bentak Adrian dan mengambil Hp nya.


" Kakak! Bram bisa jelaskan"ucap Bram mendekati kakaknya.


" Diam!!!" bentak Adrian. Dia mau menelpon polisi untuk menangkap mereka berdua tetapi, Bram menahan tangan kakaknya dan melipatnya ke belakang.


" Lepaskan aku Bram" Adrian berusaha melepaskan diri tetapi Bram semakin mengetatkan cengkramannya.


" Security....!!!" teriak Adrian


Mendengar teriakan dari dalam, security langsung masuk dan melihat Adrian di tangan Bram. Doni hanya menjadi penonton, dia menyesali perbuatannya.


" Pak Bram, tolong lepaskan pak Adrian" ucap security yang kwatir melihat Adrian.


" Diam kalian!! Atau aku akan membunuhnya" bentak Bram yang memegang gunting di tangannya. Dia sempat mengambil gunting yang ada di meja kerja Adrian. Dia membawa Adrian ke parkiran ingin menyekapnya tetapi saat di parkiran, Adrian berhasil keluar dari mobil Bram setelah melakukan perlawanan.


Tanpa pikir panjang, Bram menancap gas mobilnya keluar dari area parkir.


Security mencoba mengejarnya tetapi di tahan oleh Adrian.


" Biarkan dia pergi " ucap Adrian. Dia kembali masuk ke ruangannya di ikuti Doni. Semenjak itu Bram tidak pernah muncul lagi.


Flasback Of.


Kenan mendengar cerita dari papanya mengepalkan tangannya. Mukanya merah seperti kobaran api menahan amarahnya.


" Apa papa tau, Om Bram tinggal dimana?" tanya Kenan


" Semenjak kejadian itu, papa tidak pernah bertemu dia lagi. Papa dengar, dia pindah ke luar kota" jawab Adrian


" Tapi Ken! Kau bisa mencaritahunya melalui anak buahnya" ucap Adrian.


Bersambung.....


jangan lupa setelah baca tekan like dan vote ya . terima kasih sobat

__ADS_1


__ADS_2