
Jarak pandangan mereka hanya beberapa centi. Calvin tidak tahan melihat bibir mungil Mika, ingin rasanya mencicipinya. Mika menutup matanya seakan dia tahu Calvin akan menciumnya. Calvin semakin mendekatkan wajahnya dan......cup... " Calvin hanya mencium kening Mika. Dia harus bisa menahan napsunya, sampai Mika, sah menjadi istrinya. Toh kalau mereka sudah menikah nanti, tubuh Mika, akan menjadi miliknya seutuhnya.
** Kediaman keluarga Mika
Calvin dan Mika, memilih malam mingguan di rumah Mika dari pada keluyuran diluar. Jalanan pasti sangat macet kalau sudah malam minggu. Sampai di rumah, papa dan mama Mika, langsung heboh menanyakan pertemuannya dengan orang tua Calvin.
" Gimana tadi pertemuannya?" tanya Mirna dengan hebohnya.
" Ia! Gimana Mik, apa mereka langsung melamarmu?" tanya Bayu menimpali.
Calvin dan Mika hanya tersenyum.
Mereka sudah tau akan ditanyai seperti itu. Orang tua Mika dan orang tua Calvin tidak jauh beda, sama - sama heboh dalam urusan percintaan anaknya.
" Papa kok bisa tau, kalau Mika, tadi di lamar sama orang tua Calvin? atau, jangan - jangan papa punya indera ke enam ya?" tanya Mika mengejek papanya.
" Jadi benar Mik, kamu di lamar?" tanya Bayu dengan heboh.
" Ia..! Tadi orang tua Calvin sudah melamar Mika, dan Mika menerimanya" jawab Mika tersenyum.
" Wahh...papa, sebentar lagi kita akan mengadakan pesta. Putri kita akan menikah pa!" ucap Mirna tak kalah hebohnya.
" Oh ia.. Kebetulan Calvin disini. Calvin! Jadi kapan orang tuamu akan datang kerumah kami, melamar Mika secara resmi?" tanya Bayu serius.
" Secepatnya Om! Nanti pasti akan Calvin kasih tau ke Om dan tante" jawab Calvin dengan semangat.
Orang tua Mika, sangat senang mendengar putrinya akan menikah dengan orang yang dia cintai. Mereka tidak sabar menunggu hari H nya.
** Nayla
Sudah 1 bulan dia tidak masuk kantor semenjak kecelakaan itu. Lia memberikan dispensasi 1 bulan kepada Nayla. Lewat 1 bulan, Lia akan mencari pengganti Nayla. Walaupun kepalanya masih sering pening tetapi dia memaksakan untuk masuk kerja hari ini. Kenan sudah melarangnya agar jangan bekerja dulu, tetapi Nayla tetap ingin bekerja, karna dia memikirkan Zora yang sedang kuliah.
" Kalau aku tidak bekerja bagaimana nanti dengan Zora, uang tabunganku tidak cukup untuk membiayai kuliahnya sampai selesai. Hanya cukup untuk biaya hidup kami sehari - hari." ucap Nayla dalam hatinya.
Kenan pun terpaksa membiarkan Nayla, tetap bekerja walaupun dia sudah menawarkan agar dia yang membiayai hidup mereka. Bukan Nayla namanya jika dia menerima tawaran dari Kenan. Mereka masih pacaran belum menikah jadi Nayla tidak mau di cap sebagai cewek matearilistis.
Pagi hari Nayla, sudah siap - siap dengan pakaian kantornya. Kenan sudah menunggunya di depan rumah Nayla.
" Pagi sayang! Kamu yakin ingin bekerja hari ini?" tanya Kenan
" Ia Ken! Kalau aku tidak bekerja, nanti aku akan di pecat sama bu Lia" jawab Nayla seraya memasang safety belt.
" Baiklah! Ayo kita berangkat " ucap Kenan melajukan mobilnya menuju kantor Tienz Grup.
1/2 jam kemudian mereka sampai di gedung yang 6 tingkat itu. Nayla, hendak turun dari mobil Kenan.
" Sayang! Kalau ada apa - apa segera hubungi aku ya. Nanti siang aku jemput makan siang " ucap Kenan.
__ADS_1
" Baik Ken! Aku ke dalam dulu ya. Kamu hati - hati, kalau sudah sampai di kantor kabari aku segera " ucap Nayla seraya keluar dari mobil Kenan.
Setelah memastikan Nayla sudah masuk ke dalam kantor, baru Kenan melajukan mobilnya menuju kantornya.
** Kantor Tienz Grup
" Bu Nayla, sudah sembuh?" tanya salah satu Karyawan yang berpapasan dengan Nayla.
" Hehehehe, seperti yang kamu lihat. Aku sudah mulai masuk kerja lagi hari ini " jawab Nayla tersenyum ramah.
" Selamat datang kembali ya bu di kantor kita" ucap Karyawan itu.
Nayla menaiki lift menuju ruangannya. Setelah sampai di ruangan, dia menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya.
" Sudah 1 bulan aku tidak bekerja. Aku merindukan ruangan ini" gumam Nayla dalam hatinya.
Cekrek...( pintu terbuka)
" Bu Lia! Selamat pagi!" Nayla berdiri dari kursinya setelah melihat Lia yang masuk.
" Oh... Kamu sudah masuk kerja? Aku pikir tidak mau kerja lagi. Padahal aku sudah berencana untuk mencari penggantimu" ucap Lia menyunggingkan senyumnya.
" Silahkan duduk bu!" ucap Nayla.
" Tidak perlu! Aku mau kembali ke ruanganku" jawab Lia keluar dari ruangan Nayla.
" Huhhhh...aku pikir mau ngapain" Nayla menghela napasnya.
Tok tok tok
Winda masuk ke dalam ruangan Nayla dengan membawa banyak berkas di tangannya.
" Bu! Ini berkas yang harus ibu periksa dan di tanda tangani. Bu Lia menyuruh Winda untuk memberikan berkas - berkas ini kepada ibu" ucap Winda sekretaris Lia.
Nayla yang melihat berkas - beskas itu menelan ludahnya.
" Sebanyak ini Win?" tanya Nayla.
" Ia bu!" jawab Winda singkat
" Ya sudah letakkan di atas mejaku, nanti aku akan memeriksanya" ucap Nayla.
" Baik bu " Winda meletakkan berkas itu di meja Nayla
" Winda permisi ya bu"
" Silahkan Win " jawab Nayla.
__ADS_1
Ting pesan masuk di Hp Nayla
" Sayang! Aku sudah sampai di kantor ya. Kamu jangan terlalu capek dulu. Ok!" isi pesan Kenan.
" Gimana tidak capek, baru sampai saja sudah di berikan pekerjaan sebanyak ini" gumam Nayla dalam hatinya.
" Ia Ken! Kalau aku lelah aku pasti akan istrahat" Nayla membalas pesan Kenan.
Nayla memulai pekerjaannya, walaupun dia sedikit pusing dia tetap mengerjakan pekerjaannya.
** Kantor Mandiri Utama
Calvin menghampiri Kenan di ruangannya.
Tok tok tok
" Silahkan masuk" jawab Kenan dari dalam.
Calvin langsung masuk dengan senyum bahagianya.
" Sepertinya ada yang sedang berbahagia nih" ucap Kenan melirik ke arah Calvin yang duduk di sofa nya.
" Hemmm.. Sepertinya sih ia bos" jawab Calvin tersenyum.
" Gimana dengan permintaan orang tuamu? Apa kau sudah memperkenalkan Mika, dengan mereka?" tanya Kenan ingin tau.
" Sudah bos! Sabtu kemarin Calvin, membawa Mika, bertemu dengan orang tuaku" jawab Calvin.
" Terus gimana?" tanya Kenan lagi.
" Calvin mencoba saran dari bos kemarin, dan bos tau, orang tua Calvin langsung melamar Mika. Dan Mika, menerima lamaran orang tua Calvin " ucap Calvin semangat.
"Wahhh kalau begitu selamat dong!. Kapan rencana pernikahan kalian?tanya Kenan lagi.
" Untuk hal itu belum di bahas, tapi pastinya dalam tahun ini juga Calvin akan menikah dengan Mika." jawab Calvin yang tak bisa menyembunyikan kebahagiannya.
" Cie cie...sebentar lagi akan ada yang menikah. Aku akan memberikan kado istimewa buat kalian " ucap Kenan dengan wajah seriusnya.
" Serius bos? Terima kasih banyak ya bos " jawab Calvin hendak memeluk Kenan karna dia sangat bahagia.
" Eh...kau mau ngapain? Menjauh dariku " Kenan menghindari Calvin.
Calvin tertawa melihat ekpresi bos nya yang kelihatan lucu.
***
Nayla sedang fokus mengerjakan pekerjaannya, kepalanya semakin pusing karna sebenarnya dia belum boleh terlalu capek dan banyak berpikir karna itu bisa mempengaruhi kesehatannya. Dia hendak mengambil air minum tetapi pandangannya tiba - tiba kabur dan dia pun terjatuh tidak ada yang mengetahuinya.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa berikan dukungannya ya.