
Semua sedang panik di luar, tiba - tiba Dokter yang menangani Nayla keluar dengan panik.
" Siapa disini keluarga pasien atas nama Nayla?" tanya dokter panik
" Saya dok! Adik kak Nayla" jawab Zora menunjuk dirinya.
" Kita harus melakukan tindak operasi dengan cepat. Karna ada pembekuan darah di bagian otak belakang pasien. Jika terlambat sedikit saja bisa berakibat patal " kata dokter menjelaskan keadaan Nayla.
Semua yang mendengar ucapan dokter menutup mulut karna terkejut. Tanpa berpikir panjang Kenan langsung memutuskan.
" Cepat lakukan yang terbaik untuk Nayla dok. Jangan sampai dia kenapa - kenapa " ucap Kenan tegas. Saat itu yang dipikirannya hanya keselamatan Nayla.
" Baik!! Team kami akan segera melakukan operasi. Ini pernyataan yang harus di tanda tangani saudara kandung pasien" dokter menyerahkan selembaran kertas itu pada Kenan. Kenan segera memberikan kertas itu pada Zora. Karna dialah paling berhak atas kakaknya. Dengan cepat Zora menandatangani surat pernyataan itu.
Dokter membawa Nayla ke ruang operasi. Semua berdoa untuk keselamatan Nayla. Kenan tidak bisa diam terus mondar mandir melihat ruang operasi.
" Sudah 2 jam tetapi belum siap juga operasinya. Ya Tuhan tolong selamatkan Nayla, aku tidak tau harus bagaimana jika aku kehilangannya?" gumam Kenan dalam hatinya.
Zora tertunduk sedih, air matanya keluar begitu saja. Dia marah kepada dirinya sendiri karna tidak bisa menjaga kakaknya.
" Pa...Ma...maafkan Zora yang tidak bisa menjaga kakak dengan baik" ucapnya terisak. Mama Vika yang melihat Zora tertunduk datang menghampirinya.
" Zora!! Kamu menangis?. kamu harus percaya ya kak Nayla pasti akan sembuh. Kita sama - sama berdoa ya untuk kesembuhan Nayla. Dokter sedang berjuang menyelamatkan kak Nayla" ucap mama Vika menenangkan Zora.
Dia sedih melihat 2 bersaudara ini mereka sudah tidak punya keluarga untuk mengadu. tetapi dia sudah menganggap mereka sebagai keluarganya sendiri.
Tak berapa lama lampu ruang operasi mati menandakan operasi sudah selesai. Dokter keluar, dengan cepat Kenan menghampirinya.
" Dokter!! Bagaimana keadaan Nayla?" tanya Kenan panik
" Operasinya berhasil!! Pasien sudah melewati masa kritisnya kita tinggal menunggu pasien sadar. Kalian boleh melihatnya tetapi setelah pasien di pindahkan ke ruang rawat" ucap dokter.
" Baik dokter terima kasih banyak " ucap Kenan bahagia.
__ADS_1
Mereka yang sedang menunggu Nayla merasa tenang dan bahagia.
" Calvin!! Lebih baik kamu kembali ke kantor. Aku takut si peneror itu akan menjalankan misi selanjutnya" ucap pak Adrian yang sedikit gusar
" Baik pak!! Kalau begitu Calvin ke kantor lagi" jawab Calvin. Dia melihat ke arah Zora.
" Zora!! Jika ada apa - dengan Nayla tolong segera hubungi kakak ya " ucap Calvin memegang bahu Zora
" Ia kak Calvin. Tolong doain kak Nayla ya kak!" ucap Zora lirih.
***
Saat Calvin mau mengeluarkan kunci mobil dari saku celananya, dia melihat seorang pria yang mencurigakan di parkiran sedang bersandar di mobil sedan warna merah,dia berpakaian serba hitam lengkap dengan topinya dan kelihatannya sedang menghubungi seseorang.
Calvin segera mengambil Hp nya dan mengambil foto orang itu dengan kamera Hp nya. Pria itu melihat ke arah Calvin dan mematikan Hp nya dia langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan parkiran. Dengan cepat, Calvin mengikuti pria itu dan menghubungi Sam. Dia mengirimkan lokasi berjalan kepada Sam sehingga dengan mudah Sam bisa melacak keberadaan mereka. Calvin terus mengikuti mobil itu dan sepertinya pria itu mengetahui keberadaan Calvin dan dia melajukan mobilnya dengan cepat agar Calvin tidak dapat mengejarnya.
" Bos!! Asisten itu mengetahui keberadaanku dan sedang mengikutiku dari belakang" pria itu menelpon bosnya.
" Jangan sampai dia menemukanmu bisa gagal semua rencanaku. Cepat kau hindari dia!" perintah si bos
" Pasti kau orangnya yang sudah mencelakakan Nayla!. Awas kau ya aku akan menghajarmu sampai kau merasakan apa yang sahabatku rasakan " umpat Calvin geram
Mereka terus kejar - kejaran sampai ke jalan yang sunyi. Di ujung jalan sudah ada Sam dan anak buahnya mereka memarkirkan mobilnya pas di tengah jalan sehingga satu pun pendendara tidak bisa lewat.
" Ahhh siall !!!! Umpat pria itu. Dia ingin memutar balik mobilnya tetapi ada Calvin di belakangnya. Tanpa pikir panjang dia menancap gas nya menerobos mobil Sam. Tapi Sam dengan sigap mengeluarkan senjatanya dan.. Dammmm!!!! Sam menembak tepat di ban mobil pria itu sehingga mengakibatkan mobilnya terguling - guling. Calvin melihat pria itu melompat dari mobilnya dengan cepat Calvin, Sam dan anak buah lainnya mengejarnya.
" Mau kemana kau ha....." umpat Calvin yang emosinya sudah di ubun - ubun. Mereka terus mengejar dan akhirnya Sam yang menangkapnya.
Buk bak buk bak..... Calvin menghajarnya dengan brutal tetapi Sam menghentikan aksi Calvin.
" Bos Calvin!! Jangan kotori tangan anda untuk orang seperti dia. Lebih baik kita bawa dia ke markas" ucap Sam.
" Cepat bawa dia! Aku ingin tau siapa yang sudah menyuruhnya!" ucap Calvin mengepalkan tangannya.
__ADS_1
" Cepat masukkan dia ke mobil " perintah Sam kepada anak buahnya.
Mereka pun membawanya ke markas rahasia.
* Rumah sakit
Setelah 5 jam selesai operasi Nayla menggerakkan tangannya. Saat itu hanya ada Kenan yang menjaganya sedangkan Zora pulang kerumah untuk mandi. Kenan menyuruh orang tuanya untuk pulang karna mereka butuh istrahat. Mereka baru saja melakukan perjalanan jauh.
Kenan yang terus menggenggam tangan Nayla, merasakan pergerakan tangan Nayla.
" Sayang!!! Kau sudah sadar" ucap Kenan bahagia. Nayla membuka matanya pelan dan melihat sekelilingnya.
" Aku dimana?" tanyanya pelan
" Sayang!! Kau sekarang sedang ada di rumah sakit" jawab Kenan menatap Nayla.
" Ken!! Zora dimana? Kenapa aku tidak melihatnya" ucap Nayla yang merindukan adiknya itu.
" Zora tadi pulang ke rumah untuk mandi, sebentar lagi juga akan datang lagi" ucap Kenan.
" Ken!! Aku haus" ucap Nayla yang melihat ke arah gelas dekat meja tempat tidurnya. Dengan cepat Kenan mengambilkan minum untuk Nayla dan memberikannya pakai sedotan agar Nayla mudah untuk meminumnya.
Dokter dan perawat masuk memeriksa keadaan Nayla.
" Dok!! Bagaimana keadaan Nayla?" tanya Kenan ingin tau
" Nona Nayla keadaannya sudah mulai membaik, tinggal pemulihan saja, jangan membuatnya banyak berpikir! " kata dokter mengingatkan.
" Baik dok. Terima kasih dokter" ucap Kenan tersenyum. Dokter dan perawat keluar dari ruangan Nayla.
Kenan terlihat sangat bahagia melihat Nayla sudah mulai membaik. Dia tidak henti - hentinya mencium kening dan tangan Nayla. Nayla yang melihat kekasihnya itu hanya tersenyum.
Bersambung.
__ADS_1
Episode selanjutnya akan tau siapa dalang dari semuanya.
Setelah baca jangan lupa tinggalkan jejak ya...terima kasih sobat pembaca yang setia.