MENIKAHLAH DENGANKU

MENIKAHLAH DENGANKU
Eps 45. Bram ditangkap


__ADS_3

" Ia juga sih pa, kenapa Kenan tadi tidak kepikiran kesitu ya " Kenan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Ya sudah, kamu bersih - bersih dulu sana dan istrahat lah sebentar. Papa sama mama mau kerumah sakit menjenguk Nayla " ucap mama Vika


" Baik ma. Papa sama mama hati - hati ya!. Jika Nayla, menanyakanku kasih tau dia kalau aku ada di rumah" ucap Kenan pergi kekamarnya untuk mandi karna badannya terasa lengket belum mandi dari tadi pagi.


* Rumah Sakit


Setengah jam kemudian Adrian dan Vika sampai di rumah sakit. Mereka langsung ke ruang rawat Nayla. Sampai di ruangan, Vika langsung memeluk Nayla.


" Nayla sayang syukurlah kamu sudah sadar, Nak. Tante sangat menghawatirkanmu" ucap mama Vika yang melepaskan pelukannya.


" Tante Vika dan Om Adrian!. Kapan pulang dari Amsterdam?" tanya Nayla.


" Tadi pagi sayang, kami sampai di Indonesia" jawab mama Vika


" Bagaimana perasaanmu sekarang, Nak?" tanya papa Adrian yang berdiri di samping mama Vika.


" Sudah mulai mendingan sih Om, tapi kepalaku masih terasa sedikit pusing" kata Nayĺa memegang kepalanya.


" Mungkin karna benturan yang keras kemarin jadi efeknya masih ada sampai sekarang tapi kamu tidak perlu kwatir nanti juga akan pulih" kata papa Adrian.


" Papa! Sudah seperti dokter saja" ucap mama Vika tersenyum


" Gini - gini papa juga pernah baca buku kedokteran ma, jadi ya sedikit tau lah " jawab Adrian sambil tertawa.


Mereka ber empat tertawa mendengar ucapan papa Adrian.


Ceklek ( Pintu terbuka), Mika datang.


" Nayla!! Maaf... Baru sempat menjengukmu lagi. Di kantor papa sangat banyak pekerjaan jadi tidak bisa kutinggalin " seru Mika memeluk Nayla.


" Tidak apa - apa Mika, aku mengerti.. Santai saja deh, lagian disini sudah banyak yang menjagaku jadi kamu tidak perlu meminta maaf segala " ucap Nayla membalas pelukan Mika.


" Oh ya! Kenalin, ini tante Vika! Mamanya Kenan dan ini Om Adrian papanya Kenan " Nayla memperkenalkan calon mertuanya itu.


" Halo... Om, halo..tante!!" Mika mengulurkan tangannya kepada orang tua Kenan


" Halo juga Mika, senang berkenalan denganmu" jawab mereka berdua.


" Pantasan saja anaknya tampan! Ternyata papanya juga tidak kalah tampan masih kelihatan muda" ucap Mika tertawa


" Hahahahaha...kamu lucu juga ternyata. Kalau tidak tampan mana mungkin mamanya Kenan mau sama Om" seru papa Adrian yang tersenyum kepada istrinya. Sejenak mereka tertawa mendengar candaan papa Adrian.


Beberapa saat kemudian pintu terbuka lagi, mereka pikir dokter atau perawat yang masuk. Tetapi Nayla terkejut melihat siapa yang datang.


" Selamat sore Nayla! Maaf baru bisa menjengukmu" ucap Lia yang memberikan keranjang buah kepada Nayla.

__ADS_1


" Terima kasih bu Lia! Sudah mau datang menjengukku" jawab Nayla memberikan keranjang buah kepada Mika agar meletakkannya di atas meja.


" Om! Tante! Disini juga. Kenan dimana tante?" tanya Lia kepada orang tua Kenan.


" Kenan, lagi ada di rumah. Dia istrahat sebentar karna sudah seharian menjaga Nayla. Sebentar lagi juga pasti datang " jawab mama Vika tersenyum.


" Lia! Bagaimana kabar papamu?" tanya papa Adrian


" Papa! Baik Om" jawab Lia singkat


" Untuk apa bu Lia menanyakan Kenan, dimana?" tanya Nayla dalam hatinya.


Papa Adrian, mama Vika dan Lia duduk di sofa mereka bercerita sambil tertawa. Sesaat kemudian Kenan masuk.


" Lho Ken! Tadi kamu bilang mau istrahat sebentar. Kenapa sekarang sudah ke rumah sakit lagi?" tanya mama Vika


" Bosan ma! Lebih baik Ken, disini menemani Nayla!" ucap Ken tak menghiraukan keberadaan Lia, dia memilih duduk di tepi ranjang Nayla.


" Kamu sama seperti papa. Kalau sudah jatuh cinta maunya lengket terus seperti prangko " papa Adrian menimpali sambil tertawa


Sontak mereka semua tertawa kecuali Lia. Dia merasa di asingkan dan memandang ke arah Kenan. Ada rasa ingin memiliki Kenan dalam hatinya.


" Tante! Om! Lia pulang dulu ya soalnya udah janji mau menemani mama " ucap Lia yang berdiri dari tempat duduknya.


" Kamu hati - hati ya Lia. Salam sama papa..mama mu ya" ucap Vika.


Lia hanya memandang sinis ke arah Nayla dan Kenan memperhatikan itu.


* Keesokan Harinya


Kenan menyuruh Zora untuk menjaga Nayla. Karna dia mua mencari keberadaan Om Bram. Di rumah sakit, dia sudah menugaskan 2 orang anak buahnya untuk berjaga - jaga, siapa tahu anak buah Bram datang ke rumah sakit.


" Sayang! Aku kekantor sebentar ya ada berkas yang harus aku tanda tangani" ucap Kenan berbohong.


" Ya sudah, kamu hati - hati ya" jawab Nayla. Sebelum pergi, Kenan mencium kening Nayla.


***


Kenan melajukan mobilnya menuju markas. Tak butuh lama, Kenan tiba di markas karna jalanan lumayan sepi. Saat itu ada Sam yang duduk di depan pintu, dia melihat Kenan datang dan langsung menghampirinya.


" Sam! Bawa pria itu ke ruang tengah!" perintah Kenan.


" Baik bos" Sam langsung ke gudang dan membawa pria itu ke hadapan Kenan.


" Biarkan dia duduk Sam," ucap Kenan. Pria itu pun duduk tepat di depan Kenan.


" Berapa kau di bayar oleh Bram?" tanya Kenan

__ADS_1


" Aku akan menjawab pertanyaanmu, asal kamu tidak membawaku ke ruang bawah tanah lagi" jawab pria itu membayangkan kejadian semalam.


" Tergantung! Jika kau menjawabnya disini, aku tidak akan membawamu kesana" ucap Kenan


" Bos Bram menjanjikan, akan memberikanku saham 25% setelah dia berhasil mengambil alih perusahaan keluarga Aditama dan dia juga sudah menyuruh orang untuk berpura - pura melamar pekerjaan di perusahaan Aditama untuk melancarkan misinya" ucap pria itu


Sam sudah merekam semua pengakuan pria itu.


" Sial!! Berani sekali dia melakukan itu. Cepat beritahu aku dimana Bram tinggal?" tanya Kenan mulai emosi.


" Bos Bram tinggal di Jl. Kenanga tepatnya di perumahan Laksana Garden" ucap pria itu sedikit takut melihat Kenan yang wajahnya sudah merah karena marah.


" Sam! Cepat bawa dia ke mobil dan kerahkan semua anak buah menuju kediaman Bram." perintah Kenan.


Sam mengikuti semua perintah bosnya itu. Sebelum pergi, Kenan mengirimkan alamat kepada Calvin dan menyuruhnya untuk lapor polisi.


Sepanjang jalan, Kenan mengumpat. Ingin sekali rasanya dia menghabisi Bram. Dulu dia pernah mencoba membunuh papanya, dan sekarang dia mencoba membunuh Nayla.


* Kediaman Bram


1 jam kemudian mereka sampai di rumah Bram. Rumah yang besar dan memiliki penjaga. Rumah itu adalah rumah istrinya. Bram sedang duduk santai di ruang tamu. Dia mendengar keributan di luar karna anak buah Kenan menghajar anak buahnya sampai babak belur. Dia keluar, betapa terkejutnya dia melihat Kenan membawa orang suruhannya.


" Hai anak kecil! Ternyata sekarang kau sudah cukup besar. Apa kau merindukan Om?" tanya Bram dengan senyum liciknya.


" Tidak perlu basa basi. Kau bukan Om ku! Mana ada seorang Om yang tega menghancurkan kakaknya sendiri kecuali ada maksud tertentu. Tapi anda masih bersyukur papaku tidak langsung memenjarakanmu, tak tau berterima kasih, kalau kakek tidak mengangkatmu jadi anak angkatnya mungkin kau sudah jadi gelandangan" ucap Kenan geram


" Wahh ternyata kak Adrian sudah menceritakan semuanya pada anak ingusan ini ya. Bagus kalau kau sudah mengetahuinya" kata Bram tersenyum mengejek.


Orang suruhan Bram menunduk karna takut.


Bram menjentikkan jarinya, muncul beberapa pria dari dalam rumahnya.


" Cepat tangkap dia" perintah Bram kepada anak buahnya


Anak buah Bram dan anak buah Kenan saling baku hantam. Bram mencoba melarikan diri tetapi Kenan berhasil menangkapnya dan melayangkan satu pukulan di perut Bram. Bram kesakitan.


Tak berapa lama Calvin datang bersama polisi. Kenan menyerahkan Bram kepada polisi dan bukti kejahatan Bram bersama dengan orang suruhannya.


" Kenan!!! Aku akan membalasmu. Lihat saja nanti" Teriak Bram yang sudah ada di dalam mobil polisi.


" Silahkan!! Aku tunggu pembalasanmu " Kenan menantang Bram.


Polisi membawa Bram dan mereka meninggalkan rumah kediaman Bram.


untuk kasus Bram sudah selesai sampai disini.


Jangan lupa berikan Like dan vote nya ya, sudah 2 bab upload hari ini.

__ADS_1


__ADS_2