
Setelah menemukan pelakunya. Calvin segera menghubungi Kenan.
Dret dret dret suara Hp Kenan
" Ken! Sepertinya ada yang menghubungimu" ucap Nayla pelan
" Ouhh ia! Sebentar ya sayang aku angkat dulu"jawab Kenan sambil menjauh dari Nayla.
" Halo Vin! Ada apa?" tanya Kenan
" Pak bos! Gimana dengan Nayla? Apa dia sudah sadar?" tanya Calvin ingin tau
" Nayla sudah sadar! Kau dimana sekarang? Bukannya beberapa jam yang lalu papa menyuruhmu ke kantor?" tanya Kenan
" Serius pak bos, Nayla sudah sadar? Terima kasih Tuhan" ucapnya Bahagia.
" Heii! Kau belum menjawab pertanyaanku " kata Kenan yang penasaran
" Oh ia Calvin hampir lupa pak bos! Bisa pak bos sedikit menjauh dari Nayla? Ada hal penting yang ingin aku sampaikan" Kata Calvin yang tidak ingin Nayla mendengar percakapan mereka karna dia tau Nayla pasti akan syok jika mengetahui dia sengaja di tabrak.
Kenan mengeryitkan dahinya mendengar Calvin menyuruhnya menjauh dari Nayla.
" Sayang! Aku keluar sebentar ya. Ada yang Calvin mau bicarakan, sepertinya ada hal penting" ucap Kenan
Nayla menganggukkan kepalanya. Kenan pun keluar dari kamar rawat Nayla.
" Ada apa?cepat katakanlah "
" Pak bos! Calvin dan Sam sudah berhasil menemukan pelakunya, tadi tidak sengaja Calvin melihat orang yang mencurigakan saat di parkiran rumah sakit. Calvin terus mengikutinya sampai kejar - kejaran di jalan raya. Dan sekarang dia dibawa Sam ke markas kita" kata Calvin menjelaskan kejadian tadi.
" Kasih tau Sam jangan menghajarnya, setelah Zora datang aku akan ke markas, aku ingin dengar dari mulutnya langsung siapa yang sudah menyuruhnya melakukan ini semua " kata Kenan geram. Dia mengepalkan tangannya menahan emosi.
" Siap pak bos! Kalau begitu kita bertemu di markas" kata Calvin mematikan panggilannya dan melajukan mobilnya menuju markas mereka.
Kenan masuk ke dalam menemui Nayla
" Ken! Kenapa lama sekali? Emangnya ada apa Calvin menelpon mu?" tanya Nayla yang penasaran.
" Tidak ada apa - apa sayang! Hanya masalah pekerjaan" jawab Kenan berbohong.
CEKLEK ( pintu terbuka) mereka berdua melihat ke arah pintu.
__ADS_1
Zora masuk ke dalam dan meletakkan tasnya di sofa, dia tidak melihat ke arah Nayla
" Pak Ken...." Zora menghentikan panggilannya karna melihat Nayla tersenyum ke arahnya. Zora langsung berlari menghambur memeluk Nayla dan meneteskan air matanya.
" Kak Nay...!!! Panggilnya lirih.
" Zora!! Kenapa kau menangis? Apa kau ngak malu dilihat sama pak Kenan menangis seperti itu? " Tanya Nayla menepuk - nepuk bahu Zora.
" Zora menangis karna bahagia melihat kakak sudah sadar. Maafin Zora ya kak, tidak bisa menjaga kakak " ucap Zora terisak.
" Zora adikku sayang! Kamu tidak boleh bicara seperti itu ya. Namanya musibah kita tidak tau kapan itu datang. Sudah ah nangisnya masa udah gede gini cengeng, nanti ketampanan adik kakak ini jadi hilang " kata Nayla menghibur Zora yang masih terisak.
" Sayang!! Aku pulang sebentar ya mau ganti baju dulu, udah bau" kata Kenan mencium bajunya. Pada hal dia mau menyusul Calvin ke markas.
" Hati - hati ya Ken! Pelan - pelan jangan ngebut " ucap Nayla mengingatkan
" Ia sayang! Aku akan pelan - pelan!. Zora! Titip Nayla ya, kalau ada apa - apa segera hubungi aku " ucap Kenan dan pergi meninggalkan mereka.
Sampai di parkiran, Kenan langsung melajukan mobilnya menuju markas rahasia mereka. Jalanan terlihat macat dia mengumpat kesal karna beberapa kendaraan menerobos dan hampir di tabraknya.
" Pada gila ni semua, jalan seenaknya saja. Apa mereka mempunyai banyak nyawa sehingga di jalan sesuka hati. Gimana tadi kalau sempat di tabrak..ha.... "umpatnya kesal.
* Markas Rahasia
" Selamat siang bos!" sapa Sam
" Siang Sam!! Dimana pria itu?" tanya Kenan
" Dia ada di gudang bos dengan Tuan Calvin"jawab Sam
Kenan langsung menuju gudang diikuti Sam. Sampai di gudang Sam langsung membukakan pintu untuk Kenan. Dia masuk dan duduk di depan pria itu. Pria itu tersenyum menyeringai kepada Kenan.
" Apa maksud dan tujuanmu, mulai dari teror hingga mencelakai kekasihku?" tanya Kenan santai
" Apa tujuanku itu bukan urusanmu. Aku hanya menjalankan tugasku " jawab pria itu yang tersenyum sinis ke arah Kenan.
" Kau hanya menjalankan tugasmu, berarti kau di suruh oleh seseorang? Siapa yang menyuruhmu?" tanya Kenan masih dengan santai.
" Sampai kapanpun aku tidak akan memberitahumu Tuan Kenan yang terhormat" jawab pria itu menantang.
" Ok!! Baiklah jika kau tidak mau memberitahukannya. Aku sudah memperlakukanmu dengan baik tapi kau sengaja memancing emosiku. Mungkin kau sudah terbiasa dengan kekerasan " ucap Kenan menahan emosinya.
__ADS_1
" Apa maksudmu? Apa kau mau membunuhku? Silahkan saja kau bunuh aku ... sebentar lagi Bos ku akan menghancurkan keluargamu dan kau akan tinggal di jalanan" ucap pria itu tertawa.
Kenan mengepalkan tangannya dan menarik kuat kerah baju pria itu sehingga membuat pria itu kesulitan bernapas.
" Lepaskan tanganmu, aku tidak bisa bernapas " kata pria itu terbata - bata.
" Cepat katakan siapa yang sudah menyuruhmu? Atau kau akan mati di tanganku! " ucap Kenan yang amarahnya tidak bisa di tahan lagi
" Aku tidak akan memberitahumu, lebih baik aku mati" jawab pria itu melawan.
" Apa kau bilang kau lebih memilih untuk mati dari pada memberitahunya?" tanya Kenan lagi.
" Sam!!! Cepat masuk kan dia ke ruang bawah tanah" perintah Kenan.
" Baik bos!" jawab Sam dan membawa pria ke ruang bawah tanah untuk di satu kan dengan peliharaan mereka.
" Bawah tanah!" pria itu mengeryitkan dahinya
Sampai di ruang bawah tanah alangkah terkejutnya dia di dalam banyak anjing pelacak.
" Kenapa kalian membawaku kesini, cepat lepaskan aku?" pria itu sangat takut dengan anjing karna trauma masa kecilnya.
" Jika kau tetap keukeh dengan pendirianmu maka kau akan di masukkan ke dalam bersama anjing - anjing itu. Kalau kau tidak percaya, ayo ikut denganku " Sam mendorong pria itu ke dalam, sontak anjing - anjing yang di dalam menggonggong dengan kuat. Pria itu sangat ketakutan.
" Tolong aku tuan, jangan bawa aku ke tempat ini lagi. Aku akan memberitahunya pada kalian tapi lepaskan aku dulu" ucap pria itu ketakutan.
Sam membawa pria itu menghadap bosnya.
" Sam !! Kenapa kau membawa pria itu kesini lagi?" tanya Kenan penasaran.
" Bos! Dia ingin memberitahu bos siapa yang sudah menyuruhnya!" ucap Sam mencengkram tanggan pria itu.
" Cepat katakan siapa yang telah menyuruhmu?" tanya Kenan yang wajahnya sudah merah seperti kobaran api.
" Aku... Aku disuruh oleh Bos Bram " jawab pria itu takut.
" BRAMMM!! Siapa dia....?" aku seperti pernah mendengar nama itu" gumam Kenan dalam hatinya.
" Sam! Jaga baik - baik pria ini, jangan sampai kabur" perintah Kenan.
" Calvin! Ayo kita pulang" ajak Kenan
__ADS_1
Mereka berdua keluar dari gudang itu dan dengan cepat melajukan mobilnya menuju rumah. Kenan ingin menayakan kepada papanya siapa itu Bram.
Bersambung