MENIKAHLAH DENGANKU

MENIKAHLAH DENGANKU
Eps 46 . CALVIN


__ADS_3

Setelah berhasil menangkap Bram. Kenan sedikit tenang, tetapi dia tetap melakukan penjagaan terhadap Nayla karna seperti yang papanya bilang banyak orang yang iri melihat kesuksesan kita, berbagai cara orang pasti akan lakukan untuk menjatuhkan kita jadi tetap harus waspada.


* Rumah Sakit


Hari ini Nayla, sudah bisa pulang. Dokter menyarankan untuk rawat jalan saja. Mika dan Calvin datang untuk membantu Nayla, karna hari ini Zora ada ujian di kampusnya jadi dia tidak membantu kakaknya. Kenan yang saat itu sedang mengurus administrasi di kasir. Setelah selesai, dia menghampiri Nayla, Mika dan Calvin yang sudah siap.


Kenan menggandeng Nayla menuju parkiran, sedangkan Mika dan Calvin membawa barang - barang Nayla dan memasukkannya kedalam bagasi mobil. Mereka mengendarai mobil masing - masing menuju rumah Nayla.


* Rumah Nayla


Di rumah Nayla, sudah ada papa Adrian, mama Vika dan Zora yang baru saja pulang kuliah. Kenan juga menyuruh salah satu pembantu di rumahnya untuk bekerja di rumah Nayla.


Sampai di rumah, Nayla tercengang melihat rumahnya yang di dekorasi.


" Ken! Kenapa rumahku di dekor seperti ini? Tanya Nayla penasaran.


Kenan tidak menjawab, dia hanya tersenyum. Tiba - tiba Zora, muncul.


" Selamat datang kembali kakakku sayang" ucap Zora yang langsung memeluk Nayla.


Papa Adrian dan Mama Vika keluar dari persembunyian membawa nasi tumpeng untuk Nayla.


" Selamat datang kesayangan tante" ucap Vika mencium pipi Nayla dan memberikan senyum termanisnya.


Nayla terharu melihat mereka yang menyambutnya, dia merasa memiliki orang tua lagi yang sangat menyayanginya. Air matanya keluar begitu saja dan langsung memeluk mama Vika.


" Tante! Terima kasih ya sudah menganggap Nayla seperti anak tante sendiri dan sudah memberikan kejutan ini" ucap Nayla terisak.


" Sayang! Berterima kasihlah kepada Kenan! Karna ini semua idenya. Dia ingin membuatmu bahagia setelah pulang dari rumah sakit. Ia kan Ken?" tanya mama Vika mengalihkan pandangannya kepada Kenan.


" Benar Ken! Kamu yang menyiapkan ini semua?" tanya Nayla melepaskan pelukannya dari mama Vika.


Ken, menganggukkan kepalanya tersenyum ke arah Nayla. Nayla langsung menghambur ke pelukannya. Ken memeluk Nayla dengan erat.


" Kamu jangan menangis lagi ya sayang. Aku sangat mencintaimu" ucap Ken, menghapus air mata Nayla dengan ibu jarinya.


" Aku juga mencintaimu sayang!" jawab Nayla tersenyum.


" Nayla! Mulai hari ini anggap Om dan tante seperti orang tua mu ya. Karna kami juga sudah menganggapmu seperti putri kami sendiri. Jangan sungkan - sungkan datang kerumah, begitu juga dengan Zora ya. Jika Kenan menyakitimu bilang sama Om! Om akan menghukumnya" kata Adrian menimpali sambil tertawa dia hendak memeluk Nayla.


" Papa stop!! No..No..No..! Nayla milik Kenan" Ucap Kenan seraya tertawa.

__ADS_1


Mereka semua pun tertawa melihat tingkah Kenan.


" Ia sayang! Apa yang dikatakan Om mu benar" mama Vika kembali memeluk Nayla.


" Giliran mama yang memeluk Nayla. Di ijinkan. Tiba giliran papa, malah di larang.huhhhh " ucap papa Adrian pura - pura kesal.


" Papa, kan sudah punya mama. Jadi tidak perlu lagi peluk - peluk Nayla" ujar Kenan.


" Sayang! Kamu kenapa menangis?" tanya Calvin kepada Mika.


" Sayang! Aku hanya terharu, melihat begitu banyak yang menyayangi Nayla. Aku sangat bahagia melihatnya " jawab Mika menghapus air matanya.


Sore hari mereka semua pulang dari rumah Nayla. Tetapi tidak dengan Kenan, dia masih menemani Nayla hingga jam 9 malam.


*** Kantor Mandiri utama


Hari ini Kenan, memulai aktivitasnya kembali, seperti biasa dia selalu menyapa karyawannya.


Setelah beberapa hari tidak kekantor membuatnya sedikit sibuk, banyak berkas yang harus dia periksa. Sehingga membuatnya lupa untuk makan siang. Calvin masuk ke ruangan Kenan membawa bungkusan.


" Pak bos! Ini makan siang untuk bapak! Pak bos, pasti belum makan siangkan?" tanya Calvin meletakkan bungkusan itu di meja sofa yang ada di ruangan Kenan.


" Ia Vin! Kau tau saja kalau aku belum makan siang " jawab Kenan menghampiri Calvin di sofa.


Kenan langsung menyantap makanan yang di bawa Calvin. Sejenak dia memperhatikan Calvin yang sedang melamun.


" Vin! Kau kenapa melamun seperti itu? Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Kenan penasaran.


" Hemm! Tidak ada apa - apa bos. Sudah bos, buruan makannya tar keburu dingin lho" ucap Calvin dengan tersenyum.


" Tidak ada apa - apa tapi melamun! Sudah cepat ceritakan, apa masalahmu. Siapa tau aku bisa bantu " ucap Kenan sedang mengunyah makanannya.


Hahh..... ( Menghela napas). Calvin mulai menceritakan apa yang sedang mengganjal di pikirannya saat ini.


" Pak bos! Papa sama mama ku menyuruhku untuk cepat menikah dengan alasan karena mereka sudah tua jadi mereka ingin melihatku menikah " ucap Calvin masih dengan posisinya.


" Terus! Kenapa kau tidak menikah saja dengan Mika? Dia kan pacarmu" ucap Kenan.


" Nah, itu dia masalahnya bos! Semalam Calvin sudah membicarakannya dengan Mika" ucap Calvin.


" Terus! Mika, bilang apa setelah kau berbicara dengannya?" tanya Kenan yang sudah selesai makan.

__ADS_1


" Mika, bilang dia mau menikah dengan Calvin. Tapi akhir tahun depan bos. Sedangkan orang tua Calvin, menyuruh tahun ini . Calvin jadi bingung sekarang" ucap Calvin tentunduk lesu.


" Calvin! Coba bujuk Mika agar mau menikah denganmu tahun ini. Kalau dia tidak mau, ya sudah cari saja perempuan lain yang mau menikah cepat dengan mu" ujar Marvin tanpa bersalah.


" Tapi pak bos! Aku sangat mencintai Mika, bagaimana mungkin aku bisa mencari perempuan lain sedangkan cintaku hanya untuk Mika seorang" ucap Calvin yang sedikit kesal mendengar saran dari Kenan.


" Kalau dia memang mencintaimu. Dia pasti mau menikah denganmu tahun ini bukan akhir tahun depan seperti yang dia mau" ucap Kenan serius.


" Atau suruh orang tuamu langsung melamarnya, pasti dia tidak bisa mengelak lagi " kata Kenan


Calvin mencerna semua omongan Kenan.


" Baiklah! Aku memilih poin terakhir. Minggu depan, aku akan menyuruh orang tuaku untuk melamar Mika. Semoga saja Mika tidak menolak lamaran orang tuaku" gumam Calvin dalam hatinya.


* Malam Hari


Calvin menghampiri orang tuanya yang sedang duduk di ruang tamu.


" Pa...Ma...! Ada yang ingin Calvin, bicarakan" ucap Calvin duduk di depan orang tuanya.


" Bicaralah Nak! Kami akan mendengarnya" ucap papa Calvin.


" Begini pa! Papa dan mama kan menyuruh Calvin agar cepat menikah dan kalau bisa tahun ini" ujar Calvin


" Terus! Apa kamu sudah menemukan calon nya?" tanya mama Calvin antusias.


" Calvin! Sudah punya pacar ma tapi belum sempat mengenalkannya kepada mama dan papa karna dia juga sibuk. Dia mau menikah dengan Calvin tapi akhir tahun depan " ucap Calvin.


" Yahh... Itu kelamaan Vin. Kita kan tidak tau nak umur seseorang itu. Apakah tahun depan papa sama mama masih hidup kita ngak tau " ujar papa Calvin sedih.


" Papa! Jangan bicara seperti itu ahh" kata Calvin ikut sedih.


" Makanya tahun ini kamu harus sudah nikah Vin agar papa sama mama bisa melihatmu menikah" jawab Mama Calvin.


" Kalau begitu bantu Calvin ya ma. Minggu depan papa sama mama langsung melamar Mika saja. Gimana?" tanya Calvin.


" Gampang! Kalau masalah lamar melamar serahkan sama papa. Pasti Mika tidak bisa menolak. Mama mu saja dulu tidak berpikir panjang, mama langsung menerima papa mu ini! " jawab Papa Calvin semangat dan tertawa.


Ada kebahagian di wajah orang tua Calvin setelah mendengar kabar dari anaknya. Walaupun mereka tau, calon istri Calvin mau menerima atau tidak lamaran mereka minggu depan.


Bersambung...

__ADS_1


Hari ini sedikin panjang ya. Jangan lupa tekan like dan vote serta berikan komentar yang mendukung ya. Terima kasih.


__ADS_2