
Setelah selesai makan siang, Kenan mengantar Nayla ke kantornya
" Ken, bagaiman kabar tante Vika dan Om Adrian?" tanya Nayla
" Mereka baik Nay, mama selalu menanyakanmu dan menyuruhmu datang ke rumah, aku bilang saja kau sibuk " jawab Kenan
" Ouhhh, apa tante Vika masih menanyakan hubungan kita?" tanya Nayla lagi
" Hampir tiap hari mama menanyakan kapan kita menikah" jawab Kenan
" Terus kau jawab apa Ken? tanya Nayla lagi
" Aku jawab saja secepatnya kita akan menikah" jawab Kenan
" Kenapa kau jawab seperti itu?, kenapa kau tidak jujur saja sama Om dan tante kalau kita hanya pura - pura pacaran" ucap Nayla
" Nayla, aku tidak ingin membuat mamaku kecewa, ada saatnya aku jujur pada mereka,tapi nanti bukan sekarang " ucap Kenan
" Ya sudah terserah kau saja, aku cuma belum siap saja untuk menikah, kalau pun menikah, aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai dan mencintaiku juga, aku masih punya adik yang mau ku perjuangkan" ucap Nayla
" Nay, kita sudah sampai buruan turun nanti Lia menceramahimu " ucap Kenan
" Aku turun ya Ken, kau hati - hati di jalan" ucap Nayla
" Siap tuan putri" jawab Kenan. Setelah Nayla masuk ke dalam, Kenan melajukan mobilnya ke perusahaan
" Ternyata cuma aku saja yang memiliki perasaan sama Nayla, sedangkan dia tidak sama sekali " gumam Kenan
Sampai di perusahaan Kenan masuk ke ruangannya sampai di ruangannya Kenan menghela napasnya.
" Aku sudah jatuh cinta pada mu Nay, aku akan membuatmu mencintaiku" gumam Kenan lagi
Tok tok tok
Fani membuka pintu ruangan Kenan
" Pak, ada yang ingin bertemu dengan bapak" ucap Fani
" Siapa?" tanya Kenan
" Bu Lia CEO baru dari Tienz grup" ucap Fani
" Lia! Ngapain dia kesini" gumam Kenan, " suruh dia masuk" ucap Kenan
" Selamat siang Kenan" sapa Lia
" Selamat siang, silahkan duduk" ucap Kenan
Lia pun duduk di hadapan meja kerja Kenan
" Langsung saja, apa tujuanmu datang ke kantorku?" tanya Kenan
" Aku hanya ingin membahas kerja sama kita selanjutnya yang pernah papa buat" ucap Lia
" Masalah kerja sama, sudah saya serahkan kepada Asisten Calvin, untuk kejelasannya silahkan tanyakan kepada Calvin" jawab Kenan
" Bukannya kau disini sebagai Direktur Utamanya jadi untuk apa aku menanyakan pada Asistenmu lagi" ucap Lia
" Di setiap perusahaan itu punya pekerjaan masing - masing, jika aku yang menangani semua pekerjaan disini untuk apa aku punya karyawan" jawab Kenan
" Tapikan semua keputusan ada di tangan Direktur"ucap Lia
" Lia! Sepertinya kau harus belajar lebih banyak lagi dalam dunia bisnis, asal kau tau dunia di perbisnisan itu sangat kejam, dan satu lagi jangan menganggap Karyawan itu sebagai saingan mu, karna tanpa mereka kau tidak bisa berbuat apa - apa, apa kau sanggup mengerjakan semuanya?" sindir Kenan
" Jadi maksudmu aku tidak sanggup gitu? Kenan kau tidak tau siapa aku, aku bisa melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang aku inginkan" ucap Lia
" Wawww kalau begitu kau sangat hebat, aku berikan dua jempol buat mu" ucap Kenan
__ADS_1
" Kenan, sebenarnya apa hubunganmu dengan GM Nayla?" tanya Lia tiba - tiba
" Untuk apa kau bertanya tentang itu, bukannya tujuan mu kesini untuk membahas kerja sama? dan Kau tidak berhak mencampuri urusan pribadi ku, apa hubunganku dengan Nayla itu bukan urusanmu" jawab Kenan tegas
" Kalau tidak ada lagi yang ingin kau bahas silahkan keluar dari ruanganku, pintu keluar ada disebelah sana " ucap Kenan
Lia beranjak dari duduknya setelah Kenan mengusirnya
" Bisa - bisanya dia mengusirku, aku akan menghancurkan mu Kenan, kita lihat saja nanti " Lia menggerutu dalam hatinya
* Kenan
" Apa maksud Lia menanyakan hubunganku dengan Nayla?"tanya Kenan dalam hatinya
Kenan menelpon Calvin
" Cepat ke ruanganku"
Calvin langsung datang ke ruangan Kenan
" Ada apa pak bos?" tanya Calvin
" Bagaimana kerja sama kita selama ini dengan Tienz Grup?" tanya Kenan balik
" Semua aman bos, sampai saat ini Tienz Grup masih memberikan ke untungan yang besar" jawab Calvin
" Bagus kalau begitu, pantau terus saham kita disana" ucap Kenan
" Baik pak bos" jawab Calvin
" Ya sudah silahkan kembali ke ruanganmu" , Calvin pun meninggalkan ruangan Kenan.
* Nayla
Nayla sedang memeriksa berkas - berkas di mejanya, Lia datang, langsung masuk ke ruangan Nayla tanpa mengetuk pintu.
" Nayla, aku mau bertanya? sebenarnya Apa hubungan mu dengan Presdir Kenan?" tanya Lia
" Bu Lia kalau ibu datang ke ruanganku hanya untuk menanyakan itu, saya sudah jawabkan, saya mau melanjutkan pekerjaan saya"
" Kau berani mengusirku dari kantorku sendiri?"
" Saya tidak mengusir ibu, saya hanya bilang jika saya masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan hari ini, jadi saya tidak ingin membuang - buang waktu" jawab Nayla
" Kau dan Kenan sama saja, sama - sama menyebalkan " Lia keluar membanting pintu dengan keras
" Huhhh sebenarnya apa sih maunya, baru jadi CEO 1 hari sudah membuat keributan, dasar aneh" umpat Nayla, dia mengambil Hp nya dan menelpon Kenan, Kenan langsung mengangkat panggilan Nayla
" Halo Nay, ada apa?" tanya Kenan
" Ken! Apa Bu Lia tadi ada ke kantormu?" tanya Nayla balik
" Ia, dia baru saja pulang dari kantorku" Jawab Kenan
" Kau tau, dia baru saja marah- marah datang ke ruanganku, aku tidak mengerti apa maksudnya menanyakan hubunganku dengan mu" ucap Nayla
" Dia bertanya seperti itu, terus kau jawab apa?" tanya Kenan
" Aku jawab saja kau temanku, biar urusannya cepat selesai" jawab Nayla
Kenan yang mendengar Nayla menganggapnya hanya sebagai teman tertunduk lesu
" Halo Ken, kau masih mendengarku?"tanya Nayla
" Ia Nay aku mendengarmu, Nay nanti malam temani aku ke suatu tempat ya" ucap Kenan
" Kemana Ken?" tanya Nayla
__ADS_1
" Ada dech, kau pasti suka dengan tempatnya" ucap Kenan
" Kenapa harus rahasia segalah sih Ken, apa Calvin ikut?" tanya Nayla
" Tidak, kita pergi hanya berdua saja" jawab Kenan
" Baiklah, aku akan menemanimu nanti malam, Ken udah dulu ya pekerjaanku masih banyak" ucap Nayla
" Ok Nay, bye" panggilan berakhir
Kenan mau menyatakan perasaannya pada Nayla malam ini juga meskipun dia tau perasaan Nayla kepadanya seperti apa, tetapi dia ingin Nayla tahu perasaannya yang sebenarnya.
* Malam Hari
Kenan menjemput Nayla ke rumahnya, setengah jam kemudia dia sampai di rumah Nayla
Dia mengetuk pintu rumah Nayla
Tok tok tok
CEKLEK pintu terbuka
" Pak Kenan silahkan masuk " ucap Zora
" Sebentar ya pak, Zora panggilkan kak Nayla dulu"
Nayla menghampiri Kenan yang duduk di ruang tamu
" Ayo Ken kita berangkat sekarang" ucap Nayla
Kenan pun berdiri dari duduknya, Kenan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
" Ken! Sebenarnya kita mau kemana sih?" tanya Nayla
" Nanti juga kau pasti tau Nay, aku yakin kau pasti akan menyukai tempatnya.
* Taman Cinta
1 jam kemudian mereka sampai di tempat tujuan, Kenan memarkirkan mobilnya
" Ayo Nay kita turun" ucap Kenan
" Tempat apa ini Ken aku tidak pernah mengetahuinya"
" Ayo kita masuk dulu ke dalam, baru komentar, ayo" Kenan menggandeng tangan Nayla mereka berjalan ber pegangan tangan.
"Wahh.... Ken cantik sekali tempat ini, bunganya banyak sekali" Nayla menghirup dalam - dalam aroma bungan yang masuk ke indra penciumannya dia melihat pemandangan malam di taman itu dengan takjub
" Kau suka tempat ini?" tanya Kenan
" Aku sangat menyukainya, kau tau dari mana tempat seindah ini ada di kota kita?" tanya Nayla
" Dari teman, dia sering membawa kekasihnya kesini" jawab Kenan
" Kenapa baru ini kau mengajakku kesini Ken? Tanya Nayla lagi
" Karna malam ini aku ingin mengatakan sesuatu kapadamu tanpa ada yang mengganggu kita" jawab Kenan
" Nay!" panggil Kenan
" Ia Ken" jawab Nayla lembut
" Aku ingin bicara sesuatu dengan mu tapi kau jangan marah ya "
" Bicara saja Ken, aku akan mendengarnya"
" Aku mencintaimu Nay sudah lama aku pendam perasaan ini, aku mulai jatuh cinta pada mu sewaktu kita di pantai, apa kau mau menjadi kekasihku Nay?"
__ADS_1
Bersambung
Apakah Nayla menerima cinta Kenan, atau malah sebaliknya...