
Sudah 2 hari Nayla terbaring di rumah sakit belum sadarkan diri, Kenan terus menungguinya terkadang dia gantian dengan Zora jika dia pulang kerumah hanya untuk mandi dan berganti pakaian setelah itu dia kembali lagi ke rumah sakit. Urusan perusahaan di serahkan kepada Calvin.
Pak Adrian dan mama Vika langsung pulang ke indonesia setelah mendengar Nayla kecelakaan. Saat itu mereka sedang liburan di Negara Kincir Angin. Setelah sampai di indonesia mereka langsung ke rumah sakit menjenguk Nayla. Bagi mama Vika, Nayla sudah di anggap seperti putrinya sendiri karna dia adalah putri dari sahabatnya. Mama Vika yang melihat Nayla terbaring lemah terlihat sangat sedih.
" Nayla sayang!! Kamu harus berjuang ya nak, tante tau Nayla itu sangat kuat. Kamu harus sembuh, lihat adikmu dia sangat sedih melihatmu seperti ini begitu juga dengan Kenan, dia merasa bersalah karna tidak bisa menjagamu. Apa kamu tidak kasian melihat mereka Nak?. Ayo bangunlah sayang tante sangat merindukanmu !" Mama Vika berbicara dengan pelan di samping ranjang Nayla berharap Nayla sadar dari komanya.
" Ken!! Apa kau sudah mencaritahu siapa yang menabrak Nayla?" tanya Adrian duduk di samping Kenan.
" Belum pa! Kenan menuggu Nayla sadar dulu baru Ken akan mencaritahunya " jawab Kenan tertunduk.
" Papa curiga ini ada hubungannya dengan perusahaan kita. Dia mencaritahu kelemahanmu dan memanfaatkan situasi ini" ucap Adrian mencurigai seseorang.
Kenan mengeryitkan dahinya mendengar perkataan papanya " MaksuMd papa!! Ada orang yang ingin menghancurkan perusahaan kita?
" Ini masih dugaan papa Ken, lebih baik kita mencaritahu informasi akuratnya dulu. Jika memang ini ada unsur kesengajaan baru kita bertindak" ucap papa Adrian tegas
" Baik pa!! Kenan setuju "
Kenan membaringkan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan rawat inap Nayla. 2 hari ini dia kurang istirahat karna menunggui Nayla sadar tapi sampai sekarang belum sadar juga perasaannya semakin takut.
Dia berencana akan membawa Nayla berobat keluar negri tapi dokter melarangnya karna Nayla belum sadar. Dokter takut terjadi apa - apa saat dalam perjalanan ke luar negri, mendengar penjelasan dari dokter Kenan mengurungkan niatnya.
* Kantor Mandiri utama
Calvin sangat sibuk sekali karna harus menggantikan pekerjaan bos nya itu.
Tok tok tok suara ketukan pintu dari luar. " Ia silahkan masuk" jawab Calvin.
" Pak Calvin!! Ada yang ingin bertemu dengan anda " ucap Fani sekretaris Kenan.
__ADS_1
" Suruh dia masuk" jawab Calvin masih dengan aktivitasnya.
Fani mempersilahkan orang itu untuk masuk ke ruangan Calvin.
Ceklek pintu terbuka, masuk seseorang berperawakan tinggi, tegap dan wajahnya lumayan tampan. Calvin melihat siapa yang datang.
" Selamat siang bos. Aku sudah menyelidiki penyebab kecelakaan nona Nayla, ini foto - foto saat kejadian nona Nayla di tabrak " Sam menyodorkan amplop coklat yang berisi foto - foto itu.
Calvin melihatnya dia mengepalkan tangannya karna geram.
" Dan satu lagi bos. Mobil yang menabrak nona Nayla adalah mobil peneror seminggu yang lalu pelakunya adalah orang yang sama" kata Sam sambil menunjuk gambar mobil yang dia dapat dari rekaman CCTV.
" Siall!!! Kenapa kita bisa lengah seperti ini. Selidiki terus Sam, aku akan menunjukkan bukti ini kepada pak bos" ucap Calvin mengambil kunci mobilnya dan pergi ke rumah sakit di ikuti Sam dari belakang.
*** Rumah Sakit
Diam - diam Calvin menyuruh anak buah Kenan untuk menyelidiki kasus Nayla. Karna dia tau bos Kenan pasti tidak kepikiran untuk mencaritahu karna menjaga Nayla seharian.
Ceklek...Calvin masuk ke dalam,
" Pak Adrian dan ibu Vika ada disini, kapan pulang dari luar negri pak?" tanya Calvin kepada pak Adrian yang pernah menjadi bosnya sebelum di gantikan Kenan.
" Tadi pagi kami sampai di indonesia Vin. Ibu Vika sangat kwatir setelah mendengar Nayla kecelakaan jadi kami harus pulang buru - buru " jawab pak Adrian.
" Calvin!! Amplop apa yang kamu bawa?" tanya Adrian penasaran.
Dia melirik ke arah sofa melihat Kenan sedang tidur dia tidak tega membangunkan bos nya itu.
" Maaf pak jika Calvin sudah lancang. Semalam Calvin menyuruh anak buah pak Kenan untuk menyelidiki kasus penabrakan Nayla, karna saya pikir pak Kenan pasti tidak sempat memikirkan itu " kata Calvin menjelaskan.
__ADS_1
" Wahhh ternyata kamu lebih cepat bergerak saya bangga denganmu Vin, kamu sangat peduli dengan anak saya " ucap pak Adrian memuji kinerja Calvin.
" Terus apa sudah ada hasilnya?" tanya Kenan tiba - tiba yang sudah duduk. Ternyata dia tidak benaran tidur, dia mendengar semua obrolan papanya dengan Calvin.
" Ehh pak bos sudah bangun. Ini data - data yang di berikan Sam tadi!" Calvin memberikan amplop coklat itu kepada Kenan.
Kenan membukanya dan dia memperhatikan semua foto - foto itu.
" Inikan mobil pereror itu, Platnya sama tetapi wajahnya tidak kelihatan "ucap Kenan yang terus memperhatikan mobil itu.
" Siapa yang di teror Ken?" tanya Pak Adrian penasaran
Ken menjelaskan kejadian seminggu yang lalu kepada papanya kalau Nayla sempat di teror dengan orang yang misterius dan Ken hampir menangkapnya.
" Kenapa kalian bisa lengah seperti ini. Dia pasti sengaja menghilang 1 minggu agar kalian tidak mencurigainya lagi dan dia mengambil kesempatan di saat tidak ada yang menjaga Nayla" ucap pak Adrian marah.
" Ini memang salah Kenan pa tidak berpikir sampai sejauh itu. Aku akan menghajarnya jika aku menemukannya " ucap Kenan mengepalkan tangannya.
" Sekarang kita harus hati - hati dan menyusun cara untuk menangkapnya kita tidak boleh gegabah. Papa curiga ada orang yang memanfaatkan Nayla untuk menjatuhkanmu Ken karna dia tau Nayla sekarang adalah kekasihmu " ucap pak Adrian menjelaskan kecurigaannya.
" Tapi pa kenapa harus Nayla, kenapa bukan Ken yang dia serang?" tanya Kenan kepada papanya
" Nak!! Ternyata kau belum paham bagaimana persaingan di dunia bisnis. Banyak teman jadi musuh dan banyak juga keluarga menjadi musuh. Mereka tidak senang melihat kita sukses jadi mereka mencari kelemahan kita agar kita goyah. Di saat kita goyah disitulah mereka beraksi " Adrian menjelaskan pengalamanya selama menjadi Presdir di perusahaannya dulu.
Kenan dan Calvin mencerna perkataan papanya. Di saat mereka membahas peneror itu. Mama Vika teriak karna tiba - tiba detak jantung Nayla berdetak kencang, mereka semua panik. Calvin menekan tombol yang ada di kamar Nayla. Tak berapa lama datang beberapa dokter dan perawat, mereka semua disuruh keluar.
Di luar mereka sangat menghawatirkan keadaan Nayla kenapa tiba - tiba seperti itu. Kenan mondar mandir dia memikirkan hal yang tidak - tidak, dia takut Nayla akan meninggalkanya. Dia mengusap wajahnya dengan kasar.
Tiba - tiba.......
__ADS_1
Bersambung
Hai sobat jangan lupa tekan Like dan vote ya..terima kasih.