MENIKAHLAH DENGANKU

MENIKAHLAH DENGANKU
Eps 48. Melamar Mika


__ADS_3

Setelah acara peluk - pelukan selesai, Eli, mengajak Mika, kedapur untuk makan siang. Eli menarik tangan Mika, Mika pun mengikuti langkah Eli. Calvin dan papanya mengikuti dari belakang.


" Sini sayang duduk dekat tante saja ya " Eli menarik kursi yang di sampingnya agar Mika duduk di dekatnya.


" Mama! Mika, biar duduk dekat Calvin saja ya " ucap Calvin memelas.


" Dari pada kalian rebutan, Mika, duduk di samping Om aja sini" kata Lian menimpali perdebatan ibu dan anak itu.


Calvin dan mamanya sama - sama melihat ke arah papanya.


" Papa...!!!" Eli melototkan kedua matanya kepada Lian. Lian hanya terkekeh melihat sorot mata istrinya yang sudah mau keluar itu.


Mika tersenyum melihat tingkah keluarga Calvin. Dia sangat bahagia bisa mengenal keluarga Calvin.


" Om! Calvin!, Mika biar duduk disini saja ya di samping tante Eli" Ucap Mika seraya tersenyum.


" Tu kan. Mika lebih memilih duduk di dekat mama" Ucap Eli bahagia.


" Ia ia ia kali ini mama menang" ucap Calvin merajuk. Mika yang melihat Calvin merajuk terkekeh.


Mereka pun makan di selingi obrolan ringan.


" Mika! Gimana masakan tante? " tanya Eli" Dia ingin Mika, menilai masakannya.


" Enak tante! Mika sangat suka" jawab Mika sambil memasukkan makanan ke mulutnya.


Eli tersenyum mendengar ucapan Mika yang memuji masakannya.


Setelah selesai makan siang. Mereka berkumpul di ruang tamu. Untuk membahas rencana mereka.

__ADS_1


Lian memulai pembicaraan.


" Nak Mika! Sebenarnya ada yang ingin Om dan tante tanyakan" ucap Lian serius.


" Mau nanya apa Om?" tanya Mika penasaran.


" Gini Mika! Om dan tante menyuruh Calvin membawamu kemari, karna ada yang ingin kita bicarakan, masalah hubungan kalian" ucap Lian.


" Emang hubungan kami kenapa? Sepertinya baik - baik saja " gumam Mika, dalam hatinya melihat ke arah Calvin curiga.


Calvin pura - pura tidak tau maksud perkataan orang tuanya. Padahal ini semua rencana dia karna orang tuanya terus mendesaknya agar menikah dalam tahun ini.


" Ia Om! Apa yang ingin Om dan tante bicarakan?" tanya Mika semakin penasaran.


"Mika! Kami ingin Calvin, menikah dalam tahun ini. Apa kamu serius dengan anak kami ini?" tanya Eli menimpali.


Deg.....jantung Mika berdetak kencang, dia sudah tau arah pembicaraan ini kemana.


" Nah, kalau kamu memang serius dengan Calvin! Apa kamu mau menikah dengan Calvin dalam tahun ini?" tanya Lian serius.


Mika diam sejenak memikirkan jawaban yang tepat.


" Aduh...kenapa Om dan tante menanyakan itu sekarang? Aku kan belum menyiapkan jawabannya. Terus kalau aku bilang tidak mau ntar Calvin, dijodohkan sama wanita lain. Terus aku jomblo lagi . Tidak...tidak..aku tidak mau jomblo lagi. Aku mencintai Calvin. Aku tidak mau pisah dari Calvin " gumam Mika dalam hatinya yang sedang kacau.


" Gimana Mika! Apa kamu mau menikah dengan Calvin, nak?" tanya Eli membuyarkan lamunan Mika.


" Ia tante aku mau menikah dengan Calvin" jawab Mika spontan.


Calvin yang mendengar jawaban dari Mika, terlihat tersenyum bahagia. Mika melihat Calvin yang sedang tersenyum langsung melototkan matanya. Calvin yang melihat Mika memelototinya mengangkat bahunya seolah itu bukan rencananya.

__ADS_1


" Terima kasih sayang! Meskipun kami belum mengenalmu, tapi kami yakin dengan pilihan Calvin. Karna kamulah orang pertama yang dibawa Calvin ke rumah ini sebagai calon istrinya" ucap Eli memeluk Mika.


Mika tersenyum mendengar ucapan calon mertuanya itu. Ada perasaan bangga di hatinya.


" Baiklah! Karna Mika, sudah menerima lamaran Om. Untuk selanjutnya kita atur waktu untuk menemui orang tua Mika. Untuk lamaran selanjutnya. " Ucap Lian


Dalam hati Mika " papa sama mama pasti nanti heboh kalau aku cerita, aku sudah di lamar sama orang tua Calvin. Bisa - bisa mereka menyuruhku menikahnya bulan depan saja".


Calvin dan Mika pandang - pandangan tidak menyangka kalau orang tua mereka sama - sama menginginkan mereka cepat menikah.


" Kalau begitu, Om dan tante istrahat dulu ya nak. Kalian ngobrol disini saja dulu ya " Ucap Eli seraya meninggalkan Calvin dan Mika di ruang tamu.


Setelah orang tua Calvin, masuk ke dalam kamar. Mika mencubit pinggang Calvit kuat.


" Awwww.... Sayang ! Sakit tau..cubitanmu sakit sekali" ucap Calvin meringis karna cubitan Mika.


" Rasain....itu karna kamu sudah mengerjaiku. Kamu bilang hanya untuk pertemuan tetapi aku malah di lamar sama orang tua mu " ucap Mika cemberut.


" Terus, kenapa kamu jawab Ia tadi, kalau kamu tidak mau menikah denganku?" tanya Calvin


" Kalau aku jawab Tidak. Kamu pasti akan di jodohkan sama yang lain. Terus kamu akan ninggalin aku. Terus aku sama siapa nanti?" tanya Mika menaikkan alisnya.


" Ya pasti! Kalau kamu tadi menolak lamaran orang tuaku, mereka pasti akan menjodohkanku dengan yang lain" jawab Calvin tersenyum.


" Aku tidak mau kehilanganmu" ucap Mika menggelayuti tangan Marvin.


" Terima kasih ya sayang karna kamu sudah mau menerimaku sebagai calon suamimu. Aku juga tadi takut jika kama menolak,aku tidak mau di jodohkan dengan siapa pun. Hanya kamu yang ada disini" Calvin memegang tangan Mika dan meletakkannya di dadanya.


Jarak pandangan mereka hanya beberapa centi. Calvin tidak tahan melihat bibir mungil Mika, ingin rasanya mencicipinya. Mika menutup matanya seakan dia tahu Calvin akan menciumnya. Calvin semakin mendekatkan wajahnya dan......

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa berikan dukungannya ya sobat setiaku. Dukungan kalian sangat berharga bagiku Terima kasih.


__ADS_2