
Aku berjalan melewati koridor menuju gedung jurusan musik, lalu aku melihat Lily dan temannya didepan sana. Aku terus mengikuti mereka.
"Kenapa Raven berjalan seperti itu?"
"benar, kenapa dia mengendap-endap?"
"Dia sadar kan meski berjalan mengendap-endap seperti itu dia tetap menjadi pusat perhatian?"
"Sepertinya dia tidak sadar"
"Dia seperti mengikuti seseorang, oh!! Lihat didepan sana, itu Tania dan temannya"
"Apa dia mengikuti Tania?"
"Shhht, jangan sampai dia mendengar mu"
Hah? Tania? Siapa itu? Aku terus mengikuti Lily sampai...
'Brukk'
Aku tidak sengaja menabrak seseorang.
"Raven? apa kau baik-baik saja?" tanya wanita yang ku tabrak lalu dia mengulurkan tangannya.
"MINGGIR" ucapku kesal, padahal masih pagi tapi kenapa terasa sangat menyebalkan. Aku membersihkan celanaku yang kotor, begitu aku kembali melihat kedepan Lily sudah tidak ada, begitu juga dengan manusia yang bersamanya tadi.
Aku berjalan sambil mendengarkan musik lewat headphone sampai aku sadar aku sudah dekat dengan gedung jurusan teater. Didepan sana ada Lily, aku akan menghampirinya.
Ah tunggu, apa penampilan ku sudah bagus? Aku berhenti dibalik tembok dan melihat kamera handphone ku, eh? kenapa aku peduli dengan penampilan ku? lagipula aku terlihat tampan.
Aku mengintip dibalik tembok dan menemukan Lily berlari menjauh. Tunggu dulu!
Aku mengejarnya, tapi larinya begitu cepat. Aku berhenti sebentar dan aku kehilangan nya, ah. Ada apa dengannya?
Sudahlah, dia pasti ada di gedung jurusan teater, ku susul saja. Sebelum aku berjalan pergi aku mendengar seseorang memanggil ku.
"Raven, kenapa kau terlihat lelah?" tanya Mrs.Yu menghampiri ku.
"Ah, ngomong-ngomong bagaimana dengan lagumu? pastikan kau menyelesaikan nya secepat mungkin mengerti?" lanjut Mrs.Yu.
"Ck" aku berdecak kesal lalu pergi.
Terserahlah. Aku tidak ingin menemui Lily dengan perasaan kesal, bagaimana jika aku tidak sengaja memperlakukannya dengan kasar lagi?
Aku memutuskan untuk bolos kelas dan pergi ke tempat tongkrongan ku, balkon gedung jurusan sastra. Sesampainya disana aku bertemu Ray, Lion, dan Hanz.
...
...
...
Aku berjalan ke arah mereka.
"Hooo, Apa yang membuat wajahmu cemberut?" tanya Lion mengejek.
"Berisik" balasku. Lalu aku duduk di salah satu kursi hidrolik bulat yang kubawa bulan lalu. Aku membelinya diam-diam dengan uang milik si pak tua itu.
"Kau mau?" tanya Lion sambil mengulurkan sekotak rokok padaku. Aku membalasnya dengan senyuman yang...sangat manis.
"Kau mau berkelahi?" jawabku.
"Aish, kau ini... Raven tidak suka dengan rokok" ucap Hanz menegurnya lalu merebut kotak rokok itu dari Lion.
"Bukan hanya aku, Hanz dan Ray juga tidak suka, jadi kau enyah saja sana" balasku.
"Kalian jahat" ucap Lion dengan raut wajah sedih yang dibuat-buat.
__ADS_1
"Menjijikkan" ucap ku memalingkan muka.
"Ck, kalian ini...apa aku berhenti merokok saja ya?" tanya Lion dengan raut wajah yang masih sama menyebalkan nya.
"Berhenti saja, lagipula itu tidak bagus untuk paru-paru mu" sahut Ray.
"Ngomong-ngomong apa yang membuatmu kesal begitu?" tanya Ray sambil menepuk bahuku.
"Eh kau kesal? kau terlalu sering memasang ekspresi kesal, jadi aku tidak tahu" ujar Lion.
"Ck kau ini" ucap Hanz lalu menjitak Lion. Aku menghela napas.
"Yah, seperti yang kalian tahu, Mrs.Yu memintaku membuat lagu baru, dan tadi dia memintaku untuk menyelesaikan nya sebelum pertunjukan" jawabku.
"Tapi bukankah kau sudah menemukan inspirasi baru? wanita yang kau cari itu kan?" tanya Hanz.
"Ya, kau benar. Aku selalu berada didekatnya, tapi tidak ada kemajuan" jelasku lalu menghela napas.
"Tapi apa kau yakin itu benar-benar karena wanita itu? mungkin saja karena hal lain" tanya Hanz.
"Tidak, aku yakin karena dia" seru ku.
'drrrrt drrrrrrrt'
"Kelasku akan segera dimulai, aku pergi dulu ya" ucap Ray lalu dia pergi.
"Anak itu rajin ya" ujar Lion.
"Tentu saja, tidak sepertimu yang terus bermalas-malasan" balas Hanz.
"Bercermin lah" balas Lion.
"Oh iya, ngomong-ngomong siapa nama wanita itu?" celetuk Lion.
"Namanya Lily" jawabku.
"Saran macam apa itu" balas Hanz lalu kembali menjitak Lion membuat Lion meringis.
Tapi mungkin saja itu berhasil kan?
"Baiklah, aku akan mencobanya, kalau begitu aku pergi dulu ya" ucapku lalu pergi dari sana.
"Lihat dia akan melakukan nya, saran ku itu bagus"
"Tidak, kurasa kecerdasan Raven mulai menurun"
...
...
...
Siang hari, aku berjalan di koridor hendak menemui yang lain di balkon gedung jurusan sastra, tapi kemudian aku berpapasan dengan Lily dan temannya. Temannya mengajakku untuk makan siang, aku menyetujuinya.
Aku akan menjauhi Lily jadi yaaaa makan siang sebentar tidak masalah kan?
Setelah selesai makan siang, Lily pergi ke kelasnya. Begitu juga dengan temannya.
Sore hari, aku pergi ke gedung jurusan teater untuk melihat Lily latihan, begitu selesai latihan, Lily dan yang lain pergi ke ruangan lain untuk rapat. Dan aku baru ingat kalau aku harus menjauhi Raven, aku pun segera pergi.
...
...
...
Hari ini aku akan mulai menjauhi Lily, aku pergi ke gedung jurusan musik lalu masuk ke ruang latihan pribadi milik ku. Lalu aku menguncinya dari dalam, aku memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan tidur.
__ADS_1
Begitu aku terbangun, langit diluar sudah gelap. Dan aku mendapat pesan dari Hanz.
"Hei, kau dimana? malam ini kami akan pergi ke Kafe Loren, terserah kau mau datang atau tidak"
Hmm, hari ini sedikit aneh, aku tidak melihat Lily. Tapi baguslah hari sudah berlalu. Aku memutuskan untuk pergi menyusul mereka ke Kafe Loren, tempat tongkrongan kami yang lain.
...
...
...
Begitu sampai di kafe aku langsung menghampiri Lion yang sedang duduk sendiri sambil meminum kopi susu.
"Dimana Hanz dan Ray?" tanyaku.
"Dia ke toilet, dan Ray dia tidak ikut, dia bilang hari ini langit tidak berawan jadi dia akan melihat rasi bintang" jelas Lion.
"Oh begitu" ujarku lalu setelah itu aku memesan jus stroberi.
"Kau tidak memesan kopi?" tanya Lion.
"Tidak, aku tidak mau terjaga semalaman, aku sudah tidur sehari penuh di ruang latihan pribadi ku agar tidak bertemu Lily" jawabku.
"Ohhhh, ngomong-ngomong tentang Lily, tadi dia mencari mu ke balkon, dan Hanz memberikan kontak mu padanya" ucap Lion.
"Oh, benarkah?" aku langsung menyalakan handphone ku untuk memeriksa pengirim pesan, dan aku menemukan satu yang tidak ku kenal, isi pesan itu...
"Halo, apa ini benar Raven?"
Wah, profilnya sangat imut, seekor kucing gemuk hitam. Aku membalas pesannya.
"Benar, mau bertemu di balkon"
Aku hanya mengetik, tidak bermaksud mengirimnya, tapi tidak sengaja terkirim, dan dia membalas.
"Baiklah, aku sudah dekat"
Ups, itu tidak sengaja, pokoknya tidak sengaja, tapi aku harus bertanggungjawab. Aku akan menemuinya, hehe.
"Hei, kenapa kau tersenyum seperti itu? membuatku merinding saja" ucap Lion.
"Aku akan pergi menemui Lily" jawabku, lalu berdiri.
"Eh?"
Aku berjalan pergi dan menabrak seseorang.
"Kau mau kemana terburu-buru seperti itu?" tanya Hanz, orang yang ku tabrak.
"Aku tidak sengaja meminta Lily untuk bertemu, jadi aku akan menemuinya" jawabku lalu pergi.
...
...
...
Aku sampai di kampus, lalu pergi ke arah gedung jurusan sastra. Tidak masalah, aku bisa menjauhinya lain kali.
Begitu sampai di gedung jurusan sastra aku menaiki tangga menuju balkon, dan membuka pintu. Mencari keberadaan Lily, dan aku melihat siluetnya disana.
Ah benar, Lion berkata Ray melihat rasi bintang, jadi tentu saja dia ada disini.
Tapi apa yang mereka lakukan? apa mereka saling kenal? kenapa mereka terlihat akrab? kenapa aku merasa....kesal? aku menghampiri mereka.
"HEI APA YANG KALIAN LAKUKAN?"
__ADS_1