Menjadi Istri Jenderal

Menjadi Istri Jenderal
Bab 21. Saat Jamuan Teh (1)


__ADS_3

Kembali ke Kakak beradik Han~


Han Cya Lin dan Han Lu Yu berjalan bersama seolah-olah mereka sangat akrab. Celine tidak berniat membuka percakapan jadi dia berjalan dalam diam.


Tiba-tiba Han Lu Yu berkata,


"Kakak apa kau ingat teman masa kecil Kakak? Dia anak saudagar teh di daerah Utara. Dia agak patah hati mendengar kabar kakak menikah. Apakah kakak bahkan tidak memberitahunya perihal pernikahan Kakak? Pada hari pernikahan Kakak dia datang, tapi tidak sempat bertemu dengan Kakak. Kebetulan tadi pagi aku bertemu dengannya dan memberitahunya kedatangan Kakak hari ini. Dia berencana datang memberi selamat pada Kakak dan Putra Mahkota. Siapa yang tahu Putra Mahkota tidak datang. Kabarnya dia akan datang di jamuan minum teh sore ini"


Han Lu Yu berkata seolah-olah hal itu bukan masalah besar. 


'Mampus, apa dia pikir permaisuri Jenderal Zhou bisa ditemui siapa saja dengan begitu mudahnya? Han Lu Yu, sialan kau! Ingin membunuhku rupanya!' batin Celine memberontak dengan kuat. 


Celine melirik Yanzhi yang tetap tenang. Meski begitu Celine merasa yakin bahwa kabar mengenai teman masa kecil ini akan segera sampai di telinga serigala besar Zhou Ming. Entah mengapa Celine yakin jika teman masa kecil ini adalah laki-laki dan akan menyebabkan masalah. Dalam novel yang dia baca tidak ada penggambaran tokoh masa kecil ini. Apakah ini juga penyimpangan alur?


Celine gugup, tapi di permukaan hanya senyum dan kilat mata redup sesaat yang ditangkap Yanzhi dan Li Fan.


"Mari Kakak kita cepat ke ruangan teh. Semua orang pasti menunggu Kakak. Andai Kakak ipar segera datang juga"


Dari kata-katanya terlihat Han Lu Yu sangat mengharapkan kehadiran Zhou Ming. Celine melirik dan mendapati 'bling-bling' pada binar mata Han Lu Yu yang berkilau setiap dia membicarakan Jenderal Zhou. Persis seperti ' 'fans girl' yang membicarakan 'idola' nya jika di zaman modern.


Langkah kaki Celine melambat, dia segera berpikir, siapa yang dimaksud oleh Han Lu Yu, sedangkan dalam novel yang dia baca tokoh ini tidak ada? Satu-satunya orang yang bisa menolongnya saat ini adalah Xixi. Dia pasti mengenal siapa sosok ini. Tapi Xixi ada di kediaman mengurus pemindahan tanaman. Ini sudah dekat dengan ruang jamuan teh. Celine menoleh pada Yanzhi.


"Bisakah kau panggilkan Xixi untuk menemaniku juga. Aku tidak nyaman dengan orang-orang asing ini. Pemindahan tanaman pasti sudah hampir selesai. Setidaknya dia pasti lebih mengenal mereka dibanding denganku yang sempat lupa ingatan ini" kata Celine perlahan pada Yanzhi.


"Baik Nyonya" jawab Yanzhi, dia pun langsung meninggalkan Celine yang berjalan semakin lambat.


Celine mencoba menggali ingatannya tentang orang ini tapi masih belum ada gambaran apapun. 


'Yah sudahlah. Selama Yanzhi belum kembali dengan Xixi, biarkan aku melihat apa yang ingin mereka lakukan' putus Celine.


Di ruang jamuan teh, sebagian besar anggota keluarga sudah berkumpul. Celine mengedarkan pandangannya mencari keberadaan nenek. Dilihatnya nenek sedang duduk di ujung tengah aula. Aula ini adalah bagian kediaman nenek. Celine bergegas menuju ke sana.


"Salam pada Nenek" kata Celine memberi hormat.


"Oh Putri Mahkota, cucuku, berdirilah, jangan terlalu segan denganku, posisimu lebih tinggi sekarang, jangan mudah membungkuk pada orang lain" nenek segera membantu Celine berdiri dibantu dengan bibi Xun.

__ADS_1


"Terima kasih nenek" jawab Celine.


"Dimana pelayanmu? Mengapa Putri sendirian disini? Kemarilah, mendekat pada nenek" Nenek bertanya sambil menyuruh Celine mendekat ke tempat duduk nenek. Segera saja bibi Zu mengambil kursi, yang diletakkan di sebelah nenek, agar bisa diduduki Celine.


"Mereka sebentar lagi kemari. Mereka masih mengurus beberapa hal di kediaman" jawab Celine, posisinya yang dekat dengan nenek membuat Celine merasa ini waktu yang tepat untuk bertanya pada nenek karena jauh dari orang-orang menguping.


"Eemm,,, Nenek ada yang ingin aku tanyakan. Apakah aku boleh ke kamar ibu?" Pelan Celine bertanya.


"Tentu saja boleh, kapanpun kau mau, kau boleh ke kamar ibumu" nenek ikut menjawab dengan suara pelan mengikuti gaya Celine.


"Terima kasih nenek" tanpa sadar Celine mengecup pipi nenek dengan sayang. Gayanya berterimakasih di zamannya.


Nenek tercengang karena Han Cya Lin pada masa lalu tidak akan berbuat begitu padanya. Tapi terlihat nenek sangat menyukainya. Terbukti dengan senyum yang timbul dan tangannya yang mengelus pelan kepala Celine.


"Anak ini, sudah menikah masih saja manja" kata nenek.


"Hanya kepada nenek, aku begini" balas Celine dengan senyuman. Nenek dan Celine tersenyum satu sama lain.


"Salam pada ibu" Marquis Han yang baru saja hadir dengan selir Yun dan selir Yingtsi memberi salam.




"Kau terlambat Marquis Han" nenek melihat pada Marquis dengan cemberut.



"Dan ini adalah putra saudara Choi, wah kau sudah tumbuh besar nak. Bagaimana kabar ayah ibumu?" Senyum nenek merekah melihat wajah anak kenalannya.



"Ayah dan Ibu dalam kondisi baik, Nyonya besar Han. Mereka menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir pada acara hari ini. Sebagai permohonan maaf mereka mengirim ini" Choi Pi Nan maju sambil menyerahkan kotak ukiran berwarna coklat kepada nenek.


__ADS_1


"Wah, *White Peony*. Terima kasih banyak, nak Choi Pi Nan. Sampaikan salamku pada ayah dan ibumu" nenek tampaknya senang sekali dengan teh pemberian temannya itu.


White Peony adalah salah satu jenis teh yang berwarna putih. Teh berwana putih adalah teh yang terkenal paling langka dan mahal. Teh ini terutama memiliki kandungan antioksidan tertinggi dari semua jenis teh yang ada.



Tepat saat mereka berbincang-bincang Celine mulai mundur secara perlahan. Saat itulah Xixi dan Yanzhi datang ke sebelah Celine. 



'Sungguh tepat waktu' batin Celine.



Xixi membisikkan informasi yang ingin diketahui Celine.



Tuan muda Choi, Choi Pi Nan adalah anak dari pedagang teh dari Utara. 7 tahun yang lalu, saat mereka melewati daerah ini mereka dirampok dan ditolong oleh Nyonya besar (nenek). Sejak saat itu setiap setahun sekali jika mereka berdagang ke wilayah selatan mereka akan mampir ke kediaman Han dan tinggal di samping selama beberapa hari.



Sepertinya Choi Pi Nan memiliki rasa ketertarikan pada nona besar. Sikap nona besar pada Choi Pi Nan pun tidak jelas. Terkadang seperti memberi harapan dan terkadang mengacuhkannya. 



"Duuaagghhh"



Kata-kata terakhir Xixi seperti logam berat yang langsung dilemparkan ke kepala Celine. Celine terhuyung tapi langsung ditopang oleh Yanzhi dan Xixi. Sungguh nona besar yang sombong. Apa dia merasa dirinya adalah gadis yang paling cantik sehingga berhak mempesona semua laki-laki? Sedangkan statusnya adalah tunangan dari putra Mahkota sekaligus Jenderal kerajaan ini??!!



;););)

__ADS_1


__ADS_2