Menjadi Istri Jenderal

Menjadi Istri Jenderal
Bab 23. Kecemburuan Jenderal


__ADS_3

Di sana di tengah pintu masuk, tampak Jenderal Zhou dan pengawal kepercayaannya Li Ping.


Jenderal Zhou tidak mengenakan topeng seperti terakhir kali Han Sheng Yi melihatnya (baca bab 4&5). Karena waktu pernikahan hanya Marquis dan nenek yang bisa masuk istana.


Terlihat wajah tampannya yang memukau banyak gadis-gadis kerajaan. Baju nya berwarna ungu tua dengan hiasan kuning keemasan, tampak sepasang dengan Celine. Mereka bagaikan pasangan yang dibuat surga (kalau orang Tiongkok kuno mengibaratkan) sangat cocok dan serasi satu sama lain. Apalagi jika berdiri berdampingan.


Pandangan mata Han Sheng Yi terpaku menatap Putra Mahkota. Mulutnya sedikit menganga. Siapapun akan tahu jika adik-adik Putri Mahkota memendam rasa pada kakak ipar mereka, yaitu Putra Mahkota.


Han Sheng Yi yang juga ingin menikah dengan Putra Mahkota menggigit bibirnya menahan kesal. Dilihatnya, tatapan Putra Mahkota terfokus hanya pada Han Cya Lin seorang.


'Lihat saja nanti, kamu jangan bersenang-senang dulu kakak Han Cya Lin' gemeretak gigi Han Sheng Yi menahan rasa cemburu dan kesal.


Perlahan tapi pasti langkah Zhou Ming yang memasuki ruangan terdengar.



"Tap,,,tap,,,,tap,,,,"



Sebelum Zhou Ming tiba di sisi Celine semua yang hadir menyapa secara serempak.



"Hormat kepada Yang Mulia Putra Mahkota"



Celine yang terkejut akan kedatangan Zhou Ming, memberi respon paling lambat dari yang lain "Salam yang mulia".



Detak jantungnya memburu begitu cepat. Keringat dingin menetes di dahinya. Wajah Celine yang semula kemerahan karena menangis berangsur-angsur menjadi agak pucat.



'Apa-apaan?! Mengapa aku terkesan tertangkap basah sedang berselingkuh?' Celine segera mengatur napasnya dan hatinya untuk menghilangkan wajah pucatnya.



Celine melihat ke sekitar. Celine berjingkat melihat bahwa jaraknya dan Choi Pi Nan terbilang agak dekat. Kurang lebih 2 meter. Celine langsung mengambil jarak agak jauh dengan gerakan halus, tapi tentu saja gerakan itu ditangkap Jenderal Zhou yang matanya mengarah pada Celine seorang.



'Jarak Choi Pi Nan denganku agak jauh, tidak mungkin pria ini cemburu karena hal kecil seperti ini?' pikir Celine.



Dadanya bergemuruh lagi,

__ADS_1


"deg,,,,deg,,,deg"



Tak lama Zhou Ming sudah tiba di samping Celine. Dia menarik pinggang Celine lebih mendekat pada tubuhnya. Tangan sang Jenderal tetap berhenti di pinggang Celine, membuat sang empunya risih dan tidak nyaman. Tapi karena di depan umum Celine hanya bisa menggerakkan pinggangnya menjauh sedikit dari tangan sang Jenderal. Oh sungguh tidak berguna sekali.



"Apa yang kalian bicarakan?sepertinya asyik sekali" tatapan Zhou Ming bergiliran menatap nenek, Marquis, Celine dan terakhir Choi Pi Nan. Tatapannya tidak ramah, terkesan menantang keberanian Choi Pi Nan. Yang ditatap hanya diam dengan tenang. Tidak terlihat gentar sedikitpun.



'Heh, berani juga dia. Layak sebagai pedagang dari Utara yang terkenal berani' alis Zhou Ming terangkat.



"Kami hanya membicarakan tentang masa kecil kami, Yang Mulia" dengan berani Choi Pi Nan menjawab.



Celine melongo sedikit 'Wah hebat. Berani menjawab pertanyaan Jenderal yang dingin ini'.



Ingin Celine memberi tepuk tangan jika tidak ada Jenderal di sampingnya.




Tatapan mata Zhou Ming yang tajam seakan-akan menembus tempurung kepala Celine. Langsung terasa panas di sana.



"Ampun Yang Mulia, Hamba tidak begitu mengingat hal di masa lalu, sejak kepala Hamba terluka saat bercerita pada burung menahan kerinduan Hamba terhadap anda Yang Mulia" Celine menjawab sambil membuat wajah tersipu yang sukses melunakkan sikap Jenderal Zhou padanya.



Terbukti dari cengkeraman tangan Zhou Ming yang semula mengerat di pinggang Celine akibat kata-kata Choi Pi Nan, mulai mengendur. Celine menarik napas lega secara sembunyi-sembunyi.



"Aku percaya istriku sangat setia padaku, seperti aku yang selalu setia pada istriku" pandangan teduh dan kata-kata lembut yang diberikan Jenderal Zhou membuat Celine terpana.



'Wah, wajah Jenderal Zhou tampan sekali. Benarkah ini suamiku?' batin Celine.


__ADS_1


Celine kehilangan kata-kata sejenak. Wajahnya memerah tersipu atas ucapan Jenderal. Akhirnya dia mengangguk sebagai respon. Semua yang hadir merasa Putri Mahkota malu karena kelembutan Putra mahkota.



Nenek tersenyum melihat interaksi mereka,



"Benar, cucuku selalu dalam pengawasan kami, sekalipun jika dia bermain. Bibi Zu selalu mengawasinya sejak kecil meski Lin'er sendiri tidak menyadarinya. Jenderal tidak perlu khawatir" perkataan nenek selanjutnya menenangkan Zhou Ming sekaligus menghapus semua keraguan Jenderal Zhou atas laporan sebelumnya yang mengatakan bahwa istrinya ada hubungan khusus dengan Choi Pi Nan.



Jenderal Zhou menatap nenek dan mengangguk. Dia berbalik dan menatap istrinya. Celine mendongak merasakan tangan Jenderal mengangkat dagunya. Mereka bertatapan cukup lama.



"Aku percaya dengan istriku apalagi dikuatkan dengan perkataan nenek. Tetapi aku tidak suka melihat istriku menangis karena fitnah yang keji itu. Hukuman lidah selama seminggu untuk nona kedua Marquis Han" pengumuman Jenderal Zhou mengagetkan semua orang yang mengira masalah telah berakhir. Tapi siapa yang berani menentang perintah Jenderal Zhou yang terkenal kejam dan bengis.



Segera saja, beberapa pengawal bayangan menuju tempat hukuman Han Lu Yu dan melaksanakan hukuman lidah.



Han Lu Yu yang baru saja selesai mendapat 15x tamparan dari ibunya kaget melihat beberapa pengawal datang mengelilinginya. Lalu memegang kedua tangannya masing-masing, mengangkat dagunya dan menjepit lidahnya dengan jarum yang sebelumnya sudah diolesi ramuan. Seketika lidah Han Lu Yu mati rasa.



"Uuu,,,,uuu,,,AA,,,yiii,,,,aaauuuu?,,,,,eeeeiiiiiiaakkk,,,,,uuaaa?iiio,,,ooo,,iiio?(oh ibu apa yang terjadi padaku?mengapa lidahku tidak bisa digunakan?siapa orang-orang ini?)" Han Lu Yu berusaha bicara tapi sudah terlambat. Racun itu sangat kuat dan hanya Jenderal Zhou yang punya penawarnya.



Selir Yun hanya bisa menangis melihat kondisi putrinya. Dalam hatinya bersumpah akan membuat Han Cya Lin mendapat balasan yang lebih kejam.



Hukuman lidah adalah membuat lidah pelaku mati rasa selama seminggu, sebulan atau bertahun-tahun. Selain mati rasa yang dirasakan penerima hukuman adalah tidak bisa makan dan bicara sehingga semakin tidak nyaman mereka. Kecuali orang dengan semangat juang tinggi yang akan lolos dan beradaptasi dari hukuman ini. Hukuman ini termasuk hukuman yang ringan di atas hukuman potong lidah.



Mata Celine melotot tak percaya akan perkataan Jenderal yang langsung dapat menjatuhkan hukuman sesuka hatinya. Meski hanya seminggu tapi jika dia yang berada di posisi Han Lu Yu, dia pasti merasa sedih dan kecewa. Zhou Ming merasa puas melihat ekspresi terkejut istrinya.



"Jangan khawatir, istriku. Aku akan membalas perlakuan mereka yang menindasmu atau membuatmu sedih" bisikan lembut Zhou Ming bagai jarum yang menusuk hati Celine.



'Oh tidak, aku merasa sumbu bom sedang dinyalakan. Sebaiknya aku berhati-hati mulai sekarang' panik Celine dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2