Menjadi Istri Jenderal

Menjadi Istri Jenderal
Bab 30. Laporan


__ADS_3

Tanggal pembuatan surat menunjukkan 6 tahun lalu. Saat Han Cya Lin berusia 9 tahun. Tampaknya Jiu Yin sudah menyadari bahwa keberadaannya telah ditemukan oleh anggota sekte Jiangnan. Surat itu menjelaskan asal-usul mendiang ibu Han Cya Lin. Bagaimana mendiang ibunya kabur dari Jiangnan. Alasan apa yang menyebabkan ibunya kabur dari Jiangnan. Semua diceritakan di dalam surat itu.


Ketua sekte sebenarnya adalah kakek Han Cya Lin. Kakek mengasingkan diri untuk meningkatkan kultivasinya. Selama kakek Han Cya Lin dan pengikut setianya pergi berkultivasi, tampuk kepemimpinan sementara dipegang oleh Jiu Yin. Tetapi ketika kakek Han Cya Lin (ayah Jiu Yin) tidak ada, ada ketidakpuasan yang timbul akibat kecemburuan sepupu Jiu Yin, Jiu Nan.


Jiu Nan sudah lama menyukai Jiu Yin, oleh karena itu paman kakek berencana menjodohkan Jiu Yin dan Jiu Nan. Akan tetapi perjodohan itu ditolak Jiu Yin dengan alasan harus meminta restu dari ayahnya (kakek Han Cya Lin).


Jiu Nan menghasut ayahnya (adik dari kakek Han Cya Lin) untuk merebut kepemimpinan sekte dari tangan Jiu Yin. Sejak saat itu dimulai lah perburuan Jiu Yin, oleh pamannya, pemimpin sekte sekarang. Semua orang yang tidak mau tunduk pada pemerintahan yang baru direbut ini akan dihukum mati. Para pengikut setia Jiu Yin banyak yang terbunuh demi membela Jiu Yin. Tidak tahan melihat pengikut nya menderita Jiu Yin memilih pergi dari Jiangnan. Dan mulailah dia berkelana. Sedangkan pengikut Jiu Yin yang tersisa diminta untuk menyamarkan identitas hingga ayah Jiu Yin (kakek Han Cya Lin) kembali dari kultivasi dan menstabilkan lagi kondisi sekte Jiangnan yang berantakan tersebut.


Dalam surat itu juga dijelaskan bahwa tanda pengenal/identitas Jiu Yin terkubur di salah satu pohon persik di kediaman. Dengan tanda pengenal itu, kakek Han Cya Lin akan dapat mengenalinya sebagai keturunannya. Yang sulit adalah Han Cya Lin harus menebak di pohon yang manakah benda itu dikubur.


Surat itu berhenti sampai di situ. Celine membolak balik lembaran kertas tua kuning itu dengan hati-hati. Jumlah lembar kertas itu adalah 3 lembar. Celine mulai berpikir. Di manakah sebenarnya tanda pengenal milik ibunya dikubur. Tidak ada petunjuk sama sekali dalam surat itu.


"Hhhhhhhhhhh" Celine menarik napas panjang. 


Jika saja dia meminta Zhou Ming ikut memikirkan jawaban dari surat ibunya tadi, dapat dipastikan Jenderal itu langsung dapat menemukan jawabannya. Tapi konsekuensi yang akan dihadapinya juga besar.


Nanti sore dia sudah harus kembali ke kediaman Jenderal. Jika sampai sore nanti tidak dapat menemukan petunjuk berarti dia harus kembali lagi ke kediaman Marquis di masa depan. Jangan sampai benda itu dimiliki pihak lain.


Celine beralih ke kotak yang ditemukan Yanzhi. Kotak berisi perhiasan milik ibunya. Celine memilih beberapa perhiasan yang dianggapnya menarik. Sedangkan sisanya, dia akan membiarkan ketiga pelayan wanitanya untuk memilih beberapa untuk mereka masing-masing.




Setelah mencium pipi kiri istrinya, Zhou Ming bergegas ke kediamannya sendiri. Kediaman Jenderal.



Dalam bak mandi miliknya yang besar Zhou Ming mulai memikirkan kata-kata istrinya semalam. Sepertinya dia kecapekan dengan beberapa peristiwa yang terjadi. Kata-kata istrinya terbilang aneh, seperti



"Aku ingin HP ku kembali"



"Ingin makan hot pot"



"Ingin ujian lagi karena nilaiku pasti yang tertinggi"

__ADS_1



"Ayah,,ibu,,,kapan kalian kembali dari luar negeri?"



Zhou Ming tidak mengerti arti dari kata-kata yang diucapkan istrinya itu, bagaimana pun dia memikirkannya.



'Semakin dipikirkan istriku ini semakin menarik. Banyak sekali rahasia dan teka-teki yang disembunyikan nya. Aku sangat menantikan dia terbuka dan jujur kepadaku. Aku akan berusaha membantunya dan selalu melindunginya' tekad batin Zhou Ming.



Selesai mandi dan berganti pakaian, Zhou Ming langsung menuju ke ruang belajarnya. Di sana sudah menunggu Li Ping.



"Bagaimana keadaan daerah perbatasan barat?" Tanya Zhou Ming.



"Menjawab Yang Mulia, perbatasan barat aman Yang Mulia" jawab Li Ping.




"Pagi ini rombongan Tuan Choi Pi Nan telah kembali ke daerahnya. Tadi Tuan Choi sempat menitipkan sesuatu pada Hamba. Tuan Choi berpesan hanya dapat menitipkan benih tersebut pada Tuan" Li Ping berkata sambil menyerahkan kotak kayu seukuran 7x5x15cm pada Zhou Ming.



Zhou Ming mengernyitkan keningnya. Dibukanya kotak kayu itu. Dari dalamnya Zhou Ming dapat mengenali bibit teh putih yang langka. Terdapat keterangan di dalam kotak bahwa usia bibit itu sudah sekitar 3 tahun. Berarti kurang lebih dalam setahun sudah akan bisa dipanen.



Zhou Ming bukan lelaki picik. Dia tahu jika Tuan Muda Choi Pi Nan tertarik pada istrinya. Dan karena Tuan Muda Choi menghormati nya maka hadiah yang sejatinya akan diberikan langsung pada Han Cya Lin akhirnya diberikan pada Zhou Ming sebagai suami.



Rasa cemburu timbul dalam bola mata Zhou Ming.

__ADS_1



"Simpan dan rawat dengan baik. Aku akan menemukan waktu yang pas untuk memberikan sendiri pada istriku hadiah perkawinan dari teman masa kecilnya ini" Zhou Ming berkata sambil menghela napas menenangkan dirinya.



"Baik, Tuan" kata Li Ping.



'Dengan penampilan fisiknya yang seperti itu dan sikap sombongnya, masih ada yang menyukainya selain diriku. Heh benar-benar menarik istriku ini' Zhou Ming terkekeh suram sambil menyesap teh hijaunya dengan perlahan.



"Mengenai aula Pyohyo, sementara ini belum melakukan pergerakan apapun. Sesuai perintah Tuan, Li Han masih terus memantau dan mengamati setiap transaksi dan pergerakan di sana" Li Ping melanjutkan laporannya.



Zhou Ming mengangguk. Dia memang menugaskan beberapa orang kepercayaan nya untuk mengurus hal-hal tertentu.



"Li Huo menyampaikan bahwa ada pergerakan di daerah sebelah timur, Tuan. Mereka yang tidak puas terus berusaha melepaskan diri dari kerajaan" kata Li Ping.



Zhou Ming menengadah. Matanya menatap Li Ping.



"Katamu daerah timur?" Tanya Zhou Ming.



"Benar Tuan ku" jawab Li Ping.



Daerah timur adalah daerah yang dikuasainya 5 tahun lalu. Tepatnya saat Zhou Ming berusia 15 tahun (Han Cya Lin berusia 10 tahun, hanya mengingatkan author sendiri maaf). Saat itu, dengan dingin Zhou Ming membantai habis seluruh anggota kerajaan Timur. Awalnya Kerajaan Timur adalah saingan yang cukup kuat. Beberapa kali peperangan yang terjadi akibat perebutan wilayah antara dua kerajaan berakhir seimbang. Bahkan nyaris kalah. Kerajaan Timur baru dapat ditaklukan berkat adanya Zhou Ming. Sebelumnya Kerajaan Timur juga memiliki Putra Mahkota yang sakti, tapi memiliki banyak selir. Jelas sekali dia bukan tandingan Zhou Ming. Selir-selir itu kemudian dilepaskan oleh Zhou Ming ataupun dinikahkan dengan bawahan Zhou Ming. Tentu saja bagi yang bersedia.


__ADS_1


Dikabarkan bahwa Kerajaan Timur juga memiliki seorang Putri yang keberadaannya tidak diketahui setelah pembantaian itu.


__ADS_2